Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Selingkuh, Ayah Tembak Mati Anaknya Dihadapan Ratusan Penduduk Desa

Di depan sekitar 300 pasang mata penduduk desa, seorang ayah yang menggenggam senjata AK-47 memberondong anak perempuannya sendiri yang sebelumnya disuruh membelakanginya.
Baca lebih lanjut

4 Mei 2013 Posted by | Islam, Kriminalitas | , , , , , , , , , , | 5 Komentar

Parepare Heboh..! Guru Suruh Pasangan Muridnya Berhubungan Intim di Sekolah

PAREPARE – Seorang guru SMP di Kota Parepare benar-benar menghebohkan kota itu, lantaran perintahnya yang diluar batas terhadap anak didiknya sendiri. Ini seperti yang disiarkan media kenamaan nasional, Kompas.Com, guru tersebut berinisial AU, memerintahkan sepasang muridnya untuk bersetubuh dihadapannya, sebelum akhirnya sang murid harus melayani nafsu seksnya.
Baca lebih lanjut

20 November 2012 Posted by | hukum, Kriminalitas | , , , , , , , , | 6 Komentar

Lagi Video Mesum Pelajar SMA Meresahkan Situbondo

SITUBONDO – Masyrakat Situbondo, Jawa Timur, saat ini tengah resah dengan beredarnya video mesum sepasang pelajar SMA.
Baca lebih lanjut

17 November 2012 Posted by | hukum, Seksualitas | , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

TKW Indonesia Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

“Saya takut, tidak punya
pilihan kecuali melayani
ketiga polisi itu.”
Baca lebih lanjut

11 November 2012 Posted by | internasional, Kriminalitas | , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Heboh Video Mesum Pelajar Belu di Peti Es kan Polisi

Kasus video porno yang menghebohkan masyrakat Belu, Nusa Tenggara Timur, sejak Juni 2012 dengan dugaan keterlibatan siswi salahsatu SMP di Belu hingga kini ternyata masih terus meresahkan masyrakat Belu, terutama keluarga sang siswi yang terbilang masih dibawah umur tersebut. Pasalnya pengaduan keluarga yang menganggap siswi disebut sebagai korban video mesum itu, hingga kini belum juga diproses polisi.

Baca lebih lanjut

8 September 2012 Posted by | hukum, Seksualitas | , , , , , , , , , , | 5 Komentar

Ustadz Mengerayangi Puluhan Payudara Santriwati Diamankan di Sidoarjo

Sidoarjo – Warga Sidoarjo geger lantaran ustadz yang mestinya menjadi pelindung serta mengajarkan kebaikan moral terhadap para santrinya, justru berkelakuan bejat. Hal ini terungkap setelah beberapa santriwati yang mengaku digerayangi payudaranya melaporkan sang ustadz, guru mereka, ke Polsek Jabon yang segera
dilimpahkan ke Polres Sidoarjo.
Baca lebih lanjut

6 Juli 2012 Posted by | hukum, Kriminalitas | , , , , , , , , , , | 42 Komentar

Geng Motor Makassar Serang Gereja

MAKASSAR- Belasan orang yang diduga anggota geng motor menyerang sebuah rumah ibadah di Jalan Latimojong, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/4/12), dini hari tadi.
Baca lebih lanjut

7 Mei 2012 Posted by | hukum, Kriminal, terorisme | , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Beredar, Video Mesum Pelajar Gowa

GOWA – Satu lagi, video mesum diperani ABG yang masih berstatus pelajar -baru-baru ini- muncul menghebohkan masyrakat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Baca lebih lanjut

19 April 2012 Posted by | abg mesum, Pelajar, Seksualitas | , , , , , , , , , | 3 Komentar

NTT, Tahanan Remaja Disuruh Kabur setelah Diperkosa Oknum Polisi


Kefamenanu, NM alias YM (16), tersangka sejumlah kasus pencurian, yang sebelumnya dinyatakan kabur dengan menjebol plafon sel tahanan Mapolres Timor Tengah Utara (TTU), NTT, pada Sabtu (17/03/12) ternyata tidak demikian ceritanya. Temuan ini terungkap menyusul tertangkapnya kembali NM pada Selasa (20/03/12) pagi, di kediaman kerabatnya di bilangan Km 7 Kefamenanu arah Atambua. NM kemudian bernyanyi soal pelariannya yang menghebohkan, lantaran pelarian itu sendiri diduga direkayasa oleh oknum polisi, yang terlebih dahulu menggagahinya.
Baca lebih lanjut

26 Maret 2012 Posted by | hukum, Kriminalitas | , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Birahi di Balik Jubah Habib

Berkedok agama,
Hasan bin Jafar
Assegaf, pemimpin sebuah majelis pengajian, yang
menggelari dirinya habib, diduga telah mencabuli anggota jemaahnya sejak sembilan tahun lalu. Bagaimana kisahnya?

Reporter KBR68H, Nur Azizah, berhasil menemui dan mewawancarai sejumlah korban dan keluarga mereka yang terus mengupayakan keadilan.

Berikut reportasenya, beberapa nama dalam cerita ini sengaja disamarkan untuk keamanan.

November lalu, Kadar, Sanwani, Somad dan
sejumlah anak lainnya memberanikan diri
melapor ke polisi atas ulah cabul guru agama mereka. Langkah ini ditempuh
menyusul gagalnya upaya penyelesaian
kekeluargaan.

Kisah para Korban
“Dulu saya masih
menganggap dia guru. Dia maksa sampe meluk-meluk saya. Trus ngomong gini, anggap saja Habib ini perempuan,” cerita
Sanwani, remaja bekas anggota majelis pengajian Nurul Musthofa. Ia salah satu korban aksi cabul Hasan bin Jafar Assegaf, pemimpin majelis itu.

“Dia juga sering minta kirimin foto kelamin saya.
Sering banget. Tapi saya ngirimnya cuma sekali. Dia nyuruh datang, cuma saya lagi di luar kota. Gantinya dia minta kirimin foto. Saya lagi di sekolah, dia nyuruh saya maksa ke kamar mandi sampai nelpon-nelpon gitu. Saya gak mau, sampai akhirnya ngambek.”

Perlakuan serupa dialami Kadar. “Saya disuruh oral.
Saya bilang ama dia, Bib bau, nggak kuat. Ya udah, selesai. Saya mikir langsung, nggak deh. Gua sama cewek gua enggak sampe gini-gini amat. Dia bukan cewek gua, bukan apa gua, dia laki, gua harus ngelakuin kaya gitu, enggak banget. Nah saya langsung mikir. Apa sih guru sampah kaya gini.”

Obyek seksual
Sudah enam tahun Kadar menjadi obyek seksual Hasan bin Jafar Assegaf.
Habib cabul itu sudah
mengenal keluarga Kadar sejak ia masih kelas 2 SD.
Kadar bergabung dengan majelis pengajian Nurul Musthofa sejak duduk di kelas 2 SMP, tujuh tahun lalu.
Tahun-tahun berikutnya menjadi kenangan buruk baginya.

Aksi bejat habib cabul itu juga menimpa Somad.
“Bulan puasa setelah sholat Subuh. Waktu pertama sih cuma cium, dia pegang kemaluan saya. Saya nggak mau gitu, saya alasan, ya halus lah. Bilangnya saya itu mau dicariin orangtua. Dalam hati kok kayak gini ajarannya.”

Somad berani menceritakan pengalaman buruk ini setelah berkomunikasi dengan korban lainnya. Bersama Kadar, Sanwani dan belasan korban lainnya, mereka sering berkumpul untuk saling menguatkan.

Buat Pengaduan
Orangtua Kadar sudah mengenal Hasan bin Jafar Assegaf sejak ia baru datang dari Bogor, Jawa Barat.
Hasan menumpang
di rumah orangtua Kadar selama bertahun-tahun.

Ida, sang ibu, sebelumnya tak pernah berburuk sangka, hingga dia sendiri menyaksikan ulah cabul Hasan di kota Mekkah.

“Bersama keluarga saya, berlima, saya bertiga. Nah setelah itu pulang umroh, karena di sana saya ngelihat dia si Kadar sama si Hasan lagi dipangku-pangku di kamar. Nah dari situ deh saya mulai kurang nggak percaya sama dia.”

Ida meneruskan, suatu hari Kadar mengaku tertekan karena ulah Hasan.
“Padahal curhatnya nggak banyak, cuman begini doang. Ma, apa bener Sayidina Ali sama Rosululloh begituan. Saya kan nggak paham. Begituan apaan sih, Dar?
Itu, Sayidina Ali sama Rosululloh katanya begini-begini. Saya paham. Ya kagak mungkin lah itu kan Nabi. Iya mah, dibilang begitu ama Hasan kemarin. Kata dia jangan diomongin sama mama, kalau diomongin sama mama, nggak dapat syafaat. Itu baru omongan itu, tapi belum pelecehan.”

Ida menanyakan hal itu ke Hasan.
“Apa bener Habib nyampein, Rasululloh sama Sayidina Ali itu seperti begini-begini.
Ah nggak bu Haji saya mah ngomong begituan buat becandaan sama Haidar. Itu rahatnya saya. Rahatnya saya begitu.
Lha nggak bisa begitu Bib, itu Sayidina Ali sama Rasululloh nggak bisa dibecandai kayak begitu, apalagi sama anak kecil.
Saya langsung diusir sama dia. Udah bu Haji ke dalam, emang di dalam nggak ada urusan lain.”

FPI
Tak puas, Ida pun berkunjung menemui petinggi Front Pembela Islam, mencari solusi.
Organisasi ini memiliki
hubungan dekat dengan majelis Nurul Musthofa.

“Habib Rizieq paling pertama yang saya kasih aduan. Waktu itu saya datang ke sana sama semua korban, sama saksi semua. Itu saya diterima di sana. Kata Habib Rizieq, ya udah itu gampang nanti saya yang ngomongin lagi ke Hasannya. Dari pihak dia, dia dipanggil lebih dulu. Habis dia, baru saya. Tapi nggak ada tanggapan apa-apa.”
Ida bersama keluarga
korban lainnya mengadu ke sidang Habib. Hasilnya serupa, nihil. Saban malam tak lelap tidur, memaksa Ida melapor ke polisi.

Siapa sebenarnya Hasan bin Jafar Assegaf?
Bagaimana proses hukum kasus pencabulan belasan santri Nurul Musthofa?

Habib itu tak tersentuh
Empat petugas keamanan tak mengizinkan KBR68H menemui Hasan bin Jafar Assegaf di rumahnya.

Anggota majelis pengajian biasa menyebut rumah Hasan sebagai istana.
Istana Hasan menjadi pusat kegiatan majelis.
Terletak di Kampung Sila Ciganjur Jakarta Selatan.
Saban harinya belasan remaja laki-laki tinggal di sana.
Di istana itu pula laki-laki berusia 35 tahun itu diduga mencabuli jemaah laki-lakinya.

Hasan bin Jafar Assegaf adalah pemimpin majelis taklim berbendera Nurul Musthofa. Acaranya rutin digelar tiap Sabtu malam dan Senin malam. Saat taklim digelar di Utan Kayu Jakarta Timur, ribuan jemaahnya menutup jalan utama.
Koordinator Majelis Nurul Musthofa Abdurrahman mengaku, majelis itu kerap didekati pejabat.
Bahkan Presiden Yudhoyono pernah hadir di acara majelis ini, lanjut Abdurahman, orang dekat Hasan.

“Nah pada waktu itu dia mau bikin event besar, salah satunya di Masjid Istiqlal. Kebetulan orang-orangnya Syeih Kabbani ini orang-orang elit. Kru mereka mengundang SBY, bukan kita yang ngundang, bukan pula Habib Hasan dekat dengan SBY. Bukan. Sampailah mereka ketemu di situ, bukan dekat, cuma hanya silaturahim.”

Memohon dukungan
Pada taklim yang digelar dua pekan lalu di Cipayung Jakarta Selatan, hadir pula Ketua Umum DPD Partai Demokrat Jakarta Nachrowi Ramli, sosok yang maju dalam Pilkada DKI 2012. Sebelum mengakhiri ceramahnya, Habib Hasan memohon dukungan jemaahnya.

“Oleh karena itu walaupun Nurul Mushtofa dihadang kanan dihadang kiri, dicaci kanan, dicaci kiri, saya tidak akan mundur dan semua yang hadir mau mundur atau tidak? Tidak. Ucapkan yang kenceng, mau mundur atau tidak? Tidak.”

Hingga lepas tiga bulan belum ada kabar baik dari hasil penyelidikan polisi.
Penyidik belum juga
menyerahkan Surat Pengembangan Penyidikan. Juru Kepolisian Jakarta Rikwanto mengklaim, polisi sedang menunggu ahli kejiwaan untuk memeriksa korban.

“Kita lagi menunggu dari Departemen Sosial untuk menyampaikan waktu kapan diadakan pemeriksaan psikologis. Kita sudah menyurati mereka, kita minta tenaga ahlinya bidang psikologi agar supaya waktu ditentukan kemudian ahli diberikan dan kita panggil para korban untuk diperiksa secara psikologis. Ini tahap kita yang sedang kita laksanakan tahap ini.”

Pengertian sesama ibu
Ida, ibu Kadar, menyiapkan sepucuk surat untuk istri Hasan. Memohon pengertian sesama ibu. Sementara Kadar, Sanwani dan
Somad ingin terus menuntut keadilan.

“Saya tu pengennya dia dipenjara trus dia
mengakui di depan umum, di depan murid-muridnya biar muridnya tahu, yang salah itu siapa, yang benar itu siapa,” kata Sanwani.

“Kalau misalnya dipenjara otomatis orang-orang pada tahulah. Mana yang bener. Ngaku aja deh. Ngaku aja udah sukur. Kalau minta maaf ya udah, urusan dia,” sambung Kadar.

“Kalau bisa dihukum yang setimpal. Bukan cuma setimpal, ya. Ini kan bukan buat diri saya doang, ini kan juga masih, kasihan juga teman-
teman yang masih di
sana,” tutup Somad.
(RNW)

15 Maret 2012 Posted by | Agama, hukum, Kriminalitas | , , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar

Penculikan Anak Bantaeng Selalu Rusaki Alat Vital Korbannya

BANTAENG – Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan,
tengah berupaya keras mengungkap serangkaian kasus penculikan disertai
kekerasan seksual terhadap para korban bocah perempuan di pesisir pantai kabupaten Bantaeng. Tercatat tujuh anak yang diculik selalu mendapat kekerasan seksual
dengan kerusakan pada alat vital.
Baca lebih lanjut

13 Maret 2012 Posted by | Kriminalitas | , , , , , | 1 Komentar

Heboh, Pekerja Seks Komersial di Kupang Tewas Digorok

Nur Aeni (48), perempuan penjaja seks komersial disebuah pusat lokalisasi pekerja seks terkenal di Kupang, Karang Dempel (KD), ditemukan tewas dengan leher yang nyaris putus pada Sabtu (25/2),.
Baca lebih lanjut

26 Februari 2012 Posted by | hukum, Kriminalitas | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Dianggap Rancu Dan Kurang Jelas, Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Obaja

KUPANG – Kejaksaan Tinggi NTT telah mengembalikan berkas kasus dugaan pembunuhan Bripka Obaja Nakmofa, anggota Buser Satreskrim Polres Kupang Kota ke pihak Polda Nusa Tenggara Timur, dengan tersangka utama Brigpol Robinson Dapawole.
Alasan pengembalian disebutkan karena berkas yang dikirim oleh penyidik Polda NTT dinyatakan belum lengkap.
Baca lebih lanjut

14 Februari 2012 Posted by | hukum, Kriminal | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Dianggap Rancu Dan Kurang Jelas, Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Obaja

KUPANG – Kejaksaan Tinggi NTT telah mengembalikan berkas kasus dugaan pembunuhan Bripka Obaja Nakmofa, anggota Buser Satreskrim Polres Kupang Kota ke pihak Polda Nusa Tenggara Timur, dengan tersangka utama Brigpol Robinson Dapawole.
Alasan pengembalian disebutkan karena berkas yang dikirim oleh penyidik Polda NTT dinyatakan belum lengkap.
Baca lebih lanjut

14 Februari 2012 Posted by | hukum, Kriminal | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Heboh, ABG Lahat Rekam Adegan Mesum Dalam Mobil

PALEMBANG -Dalam sepekan ini warga Kikim Barat, Lahat,
dihebohkan oleh kemunculan video mesum ABG, yang menyebar luas melalui perangkat ponsel ke ponsel.
Rekaman video layak sensor tersebut -kebanyakan tersebar di Lahat- berdurasi 2 menit 10 detik, diduga para pemerannya merupakan ABG asal daera setempat.
Baca lebih lanjut

14 Februari 2012 Posted by | hukum, Kriminalitas, Seksualitas | , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Aldi Ancam Keluarkan Foto Senggama Zumi Zola dan Farnita

Aduan Bernaldi Kadir Djemat soal perzinaan istrinya Farnita dan Zumi Zola -seperti diberitakan berbagai media- telah dimentahkan pihak kepolisian yang beralasan kurang bukti. Pihak Aldi pun tak mau patah arang, mereka mengancam akan mengeluarkan foto Zumi Zola dan Farnita sedang
bersenggama. Wow!

Baca lebih lanjut

11 Februari 2012 Posted by | hukum | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Menelusuri Jejak Anas Urbaningrum

Dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus Wisma Atlet SEA Games, saat ini terkesan kian menguat, sekalipun dalam berbagai kesempatan mantan ketua HMI ini selalu menyangkal.
Baca lebih lanjut

8 Februari 2012 Posted by | hukum | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Video Geng Nero Bali Diunggah untuk Permalukan Korban


Kiki Ariyani, 15, remaja yang jadi korban dalam video kekerasan oleh kelompok geng motor di Bali menyebut, video kekerasan itu diunggah dan disebarkan kawan-kawannya dalam satu geng motor di jejaring sosial dengan tujuan mempermalukan dirinya. Namun ternyata, kemudian justru membuat kasus ini terungkap.

Seperti di jampis Kompas, saat bertandang ke rumahnya, Selasa (7/2/12)
“Kalau yang ambil gambar
kan RN, trus kapan itu MR
yang pakai baju hijau yang
mukul aku minta videonya
ke RN,” ujar Kiki. “MR bilang, sini mau tak sebarin videonya, mo tak bikin malu dia (Kiki),” jelasKiki.
Baca lebih lanjut

8 Februari 2012 Posted by | hukum, Kriminalitas | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Di Bone, ABG Diperkosa Sepuluh Pemuda Termasuk Kekasihnya.

Aksi bejat pemerkosaan anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini di Kabupaten Bone, Sulawesi
Selatan. Gadis berumur 14
tahun diperkosa sepuluh
pemuda, termasuk pacarnya.
Baca lebih lanjut

24 Januari 2012 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Foto Pengemudi Xenia Maut Sedang Pesta Sabu Beredar di Twitter


Foto pengemudi Daihatsu Xenia, Apriani Susanti (29) diduga sedang berpesta sabu beredar di situs mikroblogging twitter.

Foto tersebut beredar sejak Senin (23/1/2012) pagi, kini jadi pembicaraan hangat tweeps. Ini sinkron dengan keterangan pihak kepolisian yang juga telah memastikan Apriani
terbukti positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes
urine.
Baca lebih lanjut

23 Januari 2012 Posted by | Uncategorized | , , , , | 1 Komentar