Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Anas & Andi Jadi Tersangka Bukan Lagi Isu

Kabar bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum serta Menpora Andi Mallarangeng, akan ditetapkan sebagai tersangka bakal segera terwujud. Baca lebih lanjut

22 Oktober 2012 Posted by | hukum, politik | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Menelusuri Jejak Anas Urbaningrum

Dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus Wisma Atlet SEA Games, saat ini terkesan kian menguat, sekalipun dalam berbagai kesempatan mantan ketua HMI ini selalu menyangkal.
Baca lebih lanjut

8 Februari 2012 Posted by | hukum | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kader Partai Dakwah PKS Nonton Video Porno, Sinkronisasi Dengan Dunia Arab?

Jakarta, Kader partai dakwa PKS, yang juga merupakan anggota DPR-RI, Arifinto berupaya membela dirinya bila video porno yang ditontonnya -yang berhasil ditangkap kamerawan Media Indonesia, M Irvan- adalah merupakan kiriman email.
“Saya rasa, kan saya biasa buka e-mail pada waktu rapat, membantu pekerjaan tidak ada masalah,” katanya.
Arifin dalam jumpa persnya pada Jumat (8/4) di DPR
Dengan demikian dia ingin memberi kesan bahwa tampak “menonton” seperti yang ditangkap kamera M Irvan tersebut merupakan suatu ketidak sengajaan belaka. Hal ini bisa saja dialami oleh siapa saja karena orang toh sebenar belum tau apa isi email yang sebenarnya.
Namun, M Irvan tak mau kalah dengan apa yang ingin dia ungkapkan, bahwa politikus PKS itu memang sedang asyik membuka folder dari tablet pc-nya. Kepada wartawan Irvan ingin menunjukan bukti itu, “Saya punya 60 frame yang sudah saya kirim ke kantor,” sebut dia, seperti yang dilansir detikcom, Sabtu (9/4/2011) malam.
“Silakan diklik di MIcom (mediaindonesia.com) ada semua di situ,” lanjutnya.

Arifinto sang kader PKS itu memang tengah sial, disaat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011, dia justru kepergok tengah asik menonton tayangan porno. Padahal partainya, PKS, selama ini dikenal perbagai partai yang ekstrim dalam pemberantasan hal-hal yang dianggap maksiat sesuai dengan apa yang diyakini partai itu dalam Islam.
Kasus ini memang memunculkan pandangan sinis orang-orang luar terhadap partai dakwah merobebs Islam yang belakangan telah menyatakan diri sebagai partai terbuka itu. Atau harus dimaklumi bila, mungkin, kasus ini sebagai pembuktian dari sinkronisasinya partai tersebut dengan dunia Arab yang begitu ketatnya penerapan hukum terhadap hal-hal yang berbau tubuh wanita demi menghormati wanitanya, namun sudah menjadi rahasia umum dunia, bila bangsa yang ketat dalam penerapan syariah Islam itu paling doyan memerkosa PRT, terutama dari Indonesia?

Atau perlu juga didengar elakan Arifinto, “Pada waktu saya membuka e-mail, beberapa detik saya membuka, saya dijepret. Seolah-olah sampai kiamat saya nonton”
Atau mungkin ini sebuah pesan sinis terhadap sepak terjang partainya sendiri karena begitu ekstrimnya partai tersebut dalam pemberantasan -dengan apa yang mereka pandang sebagai- pornografi serta pornoaksi?

Bila seperti itu, kita juga menunggu pesan “sinis” berikutnya dari Arifinto yang pernah aktif menolak film seksi Julia Perez “Arwah Goyang Karawang” itu, soal, hal yang sering didengung-dengungkan pihak-pihak minoritas, ketika hak-hak azasi mereka diperkosa tanpa perasaan bersalah, bahwa soal moralitas bukan hanya soal terlihatnya betis atau leher wanita yang terbuka, tetapi juga menyangkut bisa atau tidaknya kita melihat orang lain memiliki rumah ibadah serta menjalankan ritual kepercayaannya dimana pun di bumi ini.

10 April 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pemilu 2014, Dinasti Politik Pasang Kuda-kuda


Suasana pemilu di Indonesia

Pemilu masih jauh, tapi para politisi mulai pasang kuda-kuda. Sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai calon presiden 2014.

Baca lebih lanjut

10 Maret 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

19 Anggota DPRD Kota Kupang Adukan Ketuanya ke Polisi

KUPANG-Setidaknya 19 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (5/3), melaporkan ketuanya, Viktor Lerik, ke polisi, terkait kasus pencemaran nama baik terhadap mereka.
Baca lebih lanjut

6 Maret 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Mubarak Pergi – Mesir Toreh Sejarah Baru


Di Mesir, sebuah era berakhir. Setelah 30 tahun berkuasa, Hosni Mubarak akhirnya tak berdaya menghadapi keinginan besar rakyatnya, dan mundur. Mesir lega dan bersuka ria. Presiden AS Obama sambut baik turunnya Mubarak.

Baca lebih lanjut

12 Februari 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Akbar Tanjung: Maju Terus Hak Angket!

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tanjung menyerukan agar para penandatangan hak angket pajak dan partai-partai pengusungnya untuk maju terus.
Baca lebih lanjut

1 Februari 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 5 Komentar

Selingkuh, Anggota DPRD Maluku Digerebek Istri bersama Polisi

JAKARTA -Nailah Ibrahim sudah tidak tahan
dengan perselingkuhan
yang dilakukan suaminya
, Yusri Arifin (50), anggota DPRD Maluku dari
Fraksi Golkar.
Baca lebih lanjut

28 Mei 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Anas Terpilih Berkat HMI


Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum menyatakan keberhasilannya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat merupakan hasil kerja keras selama lima tahun. Kemenangannya dalam pemilihan suara di Kongres II Partai Demokrat di Bandung kemarin menunjukkan bahwa dukungan tidak bisa didapat secara instan. Baca lebih lanjut

24 Mei 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kritis Dihajar Massa, Anggota Dewan kedapatan Bersama Pasangan Mesum

LANGSA -Seorang anggota DPRK Aceh Timur dari Partai Aceh (PA), berinisial MY, kritis dihajar massa setelah ditangkap dalam satu rumah diduga bermesum dengan seorang wanita berinisial San (25). Baca lebih lanjut

24 Mei 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 2 Komentar

Misteri Tidur Gus Dur


Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: daylife.com)

JAKARTA- Sosok yang misterius. Predikat itu sangat lekat pada Gus Dur, selain banyak predikat lainnya seperti kontroversial, demokratis, dan lain-lain.
Bahkan almarhum Nurcholis Madjid atau Cak Nur setengah bercanda pernah mengatakan, “Hal yang misterius dan hanya Allah yang tahu, selain jodoh, maut, dan rezeki, adalah Gus Dur”. Baca lebih lanjut

1 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 2 Komentar

Jelang Musda Medah Menguat Pimpin Golkar NTT

KUPANG – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar NTT, Jumat (20/11), belum ada calon yang tampil secara terbuka menyatakan kesiapan. Sejauh ini dukungan baru dialamatkan kepada Ketua DPD I Golkar NTT, Ibrahim Agustinus Medah untuk memimpin partai ini lima tahun lagi ke depan. Baca lebih lanjut

19 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Wow, Mobil Dinas Gubernur Rp 4 Miliar Lebih!

PEKANBARU – Meskipun Gubernur Riau HM Rusli Zainal sudah mendapatkan mobil dinas Toyota Crown Majesta 3.000 cc seharga Rp 1,8 miliar, ia kembali akan mendapatkan mobil dinas jenis jip seharga Rp 2,3 miliar. Baca lebih lanjut

31 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Cecak vs Buaya: Ada Kekuatan Yang Halang-halangi Pembukaan Rekaman Pembicaraan

JAKARTA – Kuasa hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah menilai ada kekuatan untuk menghalang-halangi rencana pembukaan rekaman pembicaraan dalam sidang Mahkamah Konstitusi, pekan depan.
“Itu sebuah strategi. Baca lebih lanjut

31 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Niat Terus Berkuasa, Benarkah SBY Punya Rencana Tersembunyi Yang Berbahaya?


JAKARTA – Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai ada rencana tersembunyi yang berbahaya terkait pemilihan orang-orang yang kontroversial dalam kabinet 2009-2014. Rencana itu menurut Boni, bisa terkait dengan pencitraan SBY setelah 2014.
Baca lebih lanjut

22 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , | Tinggalkan komentar

Mega dan Taufik Bertentangan Lagi

Perbedaan pendapat antara Taufik Kiemas dengan Megawati Soekarnoputri berkepanjangan.
Dulu mereka konon sudah berbeda pendapat untuk menggandeng Prabowo Subiyanto dalam pilpres lalu.
Sekarang “konflik” suami isteri ini berkenaan dengan keikutsertaan dalam kabinet SBY. Baca lebih lanjut

15 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 1 Komentar

Anggota DPR Berkelahi Gara-gara RUU Rahasia Negara Ditunda

Mungkin tidak salah atau berlebihan ketika saat menjadi presiden Gus Dur pernah menyindir para anggota legislatif di Senayan sebagai kumpulan anak-anak TK, seperti news Surya ini: Baca lebih lanjut

18 September 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Guy Campos Pergi Senator Australia Berang

Senator oposisi Australia marah tatkala mendengar seorang pria Timor Timur yang dituduh melakukan kejahatan perang telah meninggalkan Australia.
Pria itu, Gui Campos, diberitakan meninggalkan Australia hari Senin kemarin Baca lebih lanjut

15 September 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

DPR Ingin Mematikan KPK

Indra Subagja

DPR dinilai mempunyai rencana sistematis untuk mematikan kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sikap DPR dalam rapat dengar pendapat (RDP), Komisi III dan KPK dinilai sebagai buktinya. “PB HMI menilai DPR melakukan upaya sistematis dan bersama-sama untuk untuk mematikan KPK dan tidak beritikad baik dalam pemberantasan korupsi. Usaha-usaha DPR harus dilawan oleh seluruh elemen masyarakat,” kata Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Syahrul E Dasopang dalam siaran pers, Jumat (8/5/2009). Menurut dia KPK harus mengabaikan tekanan DPR dan diminta untuk tetap menjalankan tugas dan wewenangnya, meskipun ada tekanan dari DPR. Dan juga memberikan dukungan moral sepenuhnya kepada KPK untuk terus berjuang melakukan pemberantasan korupsi. “Penetapan Antasari Azhar sebagai tersangka dalam kasus hukum yang menimpanya jangan sampai membuat KPK berhenti untuk melakukanperang terhadap korupsi di negeri ini. Perang terhadap korupsi harus terus dilanjutkan dan KPK tidak boleh terganggu kinerjanya,” jelas Syahrul.Dia menegaskan kasus hukum yang menimpa Antasari jangan sampai melemahkan KPK dan menyurutkan upaya pemberantasan korupsi yang selama ini telah dijalankan. “Ketiadaan Antasari justru harus memicu 4 pimpinan KPK yang ada untuk bekerja lebih keras guna menjalankan tugas dan wewenang KPK untuk terus menangani berbagai kasus korupsi yang telah menjadi penyakit di negeri ini,” tutupnya.(ndr/gah)

Todung: 4 Pimpinan KPK Konstitusional

Aprizal Rahmatullah
Pasca penetapan Antasari Azhar sebagai tersangka, pimpinan KPK tinggal menyisakan empat orang. Keempat pimpinan tersebut sah menurut hukum dalam memimpin KPK.”Empat pemimpin itu sah secara konstisional,” ujar Koordinator TII Todung Mulya Lubis.Todung mengatakan itu usai memberi dukungan kepada KPK pasca musibah yang menimpa Antasari di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (6/5/2009). Pasca penonaktifan Antasari, muncul wacana kepemimpinan KPK sekarang tidak sah. Menurut Todung, pendapat justru tidak mendasar.”Itu adalah kesimpulan yang terlalu dipaksakan,” tegasnya.Todung menilai KPK pasti mampu melewati ujian ini. Ini terlihat usai dirinya bertemu dengan pimpinan KPK. “Saya yakin KPK akan bisa melewati ini, ini hanyalah gempa kecil bagi KPK,” pungkasnya.(ape/ndr)

detikcom

9 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Topeng Politik dan Kaburnya Ideologi

Masykur Arief Rachman

Meski pengumuman hasil pemilu belum selesai, kini sudah dapat ditebak siapa kira-kira yang menang dalam pemilu saat ini. Dari hasil penghitungan sementara yang diekspos berbagai media, baik elektro maupun surat kabar, Partai Demokrat (PD) yang paling unggul dalam perolehan suara jika dibandingkan dengan partai-partai yang lain. Kemudian, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, dan seterusnya.Setelah melihat tren hasil suara seperti itu, sekarang seluruh partai sibuk berkoalisi demi masa depan partai tersebut (berkuasa). Selain itu, koalisi partai tersebut dilakukan untuk mengegolkan capres dan cawapres.Para elite politik pada saat ini sibuk mencari siapa yang pantas menjadi temannya dan siapa yang akan ”dimusuhinya”. Pada titik ini, dalam dunia politik, persahabatan dan permusuhan dalam waktu sesaat menjadi sangat rentan terjadi. Itu dibuktikan Partai Golkar yang pada awalnya diramalkan tetap berkoalisi dengan PD, namun dalam waktu relatif singkat Golkar memutuskan hubungan dengan PD. Kemudian, Golkar sibuk mencari teman partai lain yang bisa diajak koalisi.Dalam kondisi seperti itu, partai bisa berkoalisi dengan partai yang sebelumnya dimusuhi, misalnya Golkar bisa berkoalisi denganPDIP yang sebelumnya menjadi oposisi pemerintah.Fenomena koalisi yang tak menentu dan serbamungkin pada saat ini akan mendekonstruksi nilai-nilai idealitas dalam ideologi yang diusung partai. Nilai-nilai ideologis menjadi kabur, program-program yang didagangkan partai-partai pada saat kampanye menjadi tak jelas, semuanya ingin dilampaui dalam koalisi. Tentu semua itu demi mencapai kekuasaan.Dari sini muncul topeng-topeng politik yang banyak dipakai para elite partai politik untuk mencapai kekuasaan. Suara rakyat yangbermuatan ideologis dan harapan dibengkokkan, ditarik ke sana kemari oleh para elite partai untuk mencapai kekuasaan. Konsekuensinya, suara rakyat kehilangan muatan dan esensi. Suara rakyat hanya dijadikan dagangan oleh elite partai untuk mencapai kekuasaan yang akan mereka nikmati.Dengan demikian, secara tidak langsung elite partai telah membohongi dan menyakiti rakyat yang memberikan kepercayaan kepada partai untuk membawakan aspirasi, ideologi, dan harapan mereka.Kini para elite partai yang ingin berkuasa dan memakai topeng dalam rangka mencari teman untuk berkoalisi demi mencapai kekuasaan, menggunakan intrik-intrik, strategi ilmu politik bertopeng. Dalam ilmu komunikasi politik bertopeng, pertemuan antarsesama elite politik bisa saja memasang muka yang ramah, penuh dengan senyum dan tawa, namun menyimpan duri sekaligus madu yang akan diejewantahkan pada saat mereka berpisah.Dalam waktu singkat, bisa saja tampang ramah itu akan hilang karena pada saat pertemuan tidak menghasilkan kesepakatan untuk berkoalisi. Di sini, topeng akan dipakai dalam waktu sesaat, namun bisa saja dipakai selamanya bila memungkinkan. Tentu semua itu dimainkan untuk mencapai kekuasaan.Dalam ilmu politik bertopeng tersebut, yang menjadi motivasi hanyalah hasrat untuk mencapai kesenangan dalam kekuasaan. Para elite politik yang seperti ini, menurut Soren Kierkegaard (1813-1855), hanya menggunakan nilai-nilai estetikus dan melupakan nilai-nilai etis dan religius.Nilai-nilai estetikus itu bisa diejewantahkan lewat bentuk tingkah laku bertopeng untuk mengelabui orang-orang lain agar bisa diperalat untuk dijadikan tangga mencapai kekuasaan. Topeng tersebut bisa berbentuk wajah yang manis, panuh senyum dan tawa, janjiyang menggiurkan, dan seabrek tingkah laku yang sebenarnya palsu dan membohongi diri sendiri serta orang lain.Orang yang memakai topeng demi tujuan politik oportunis itu sebenarnya telah menghilangkan eksistensi dan mengaburkan ideologinya. Kehilangan eksistensi dan mangaburnya ideologi akan menjadikan manusia hipokrit yang tidak mau bertanggung jawab atas apa yang diembannya dan menjadikan dirinya teralienasi dari dirinya yang sebenarnya.Nilai-nilai etis yang berupa hubungan dengan orang lain mereka buang, dan parahnya, orang seperti ini akan juga kehilangan kepercayaan atau keyakinan (religiusitas) terhadap dirinya sendiri dan apa yang telah dibangunnya (baca: ideologi).Orang yang berada dalam ranah estetis, menurut Kirkegaard, adalah manusia paling rendah yang sangat pragmatis. Teori filsafat eksistensialis sepeti ini tak ubahnya teori psikologi yang diusung Sigmund Freud, di mana jiwa manusia itu terdiri atas id, ego, dan superego.Orang yang hidup dalam kategori estetikusnya Kirkegaard sama dengan hidup dalam dunia id-nya Freud. Mereka yang hidup dalam dunia estetikus atau id itu adalah mereka yang hanya menuruti hawa nafsunya dan melupakan rasionalisasi (ego) yang menjadi polisis sebuah keinginan dan nilai-nilai yang dibangun dari pengetahuan agama, ideologi, tradisi, adat, pemikiran, dan lain-lain yang datang dari luar (superego).Sebagian besar elite politik pada saat ini telah terperangkap dalam dunia estetikus Kierkegaard dan id Freud. Demi kekuasaan, mereka lupa terhadap eksistensinya dan ideologi yang dibangun bersama dengan masyarakat yang menaruh harapan dan kepercayaan besarkepadanya.Para elite politik telah menjerumuskan dirinya dalam jurang kemanusiaan yang paling rendah dan mengaburkan eksistensinya. Alih-alih ingin mengaktualisasikan diri dalam kekuasaan, sebenarnya mereka telah menenggelamkan diri mereka dalam lumpur hawa nafsu serakah yang hina. Sebab, yang tampak adalah bagaimana mereka bisa duduk di kursi kekuasaan meski dengan memakai topeng kemunafikan.

JawaPos.com

8 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar