Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Heboh Video Mesum Pelajar Belu di Peti Es kan Polisi

Kasus video porno yang menghebohkan masyrakat Belu, Nusa Tenggara Timur, sejak Juni 2012 dengan dugaan keterlibatan siswi salahsatu SMP di Belu hingga kini ternyata masih terus meresahkan masyrakat Belu, terutama keluarga sang siswi yang terbilang masih dibawah umur tersebut. Pasalnya pengaduan keluarga yang menganggap siswi disebut sebagai korban video mesum itu, hingga kini belum juga diproses polisi.

Baca lebih lanjut

8 September 2012 Posted by | hukum, Seksualitas | , , , , , , , , , , | 5 Komentar

Lagi Korban Human Trafficking


Korban Trafficking?

Gadis tamatan sekolah dasar asal desa Ikan Tuanbeis Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Belu, NTT, yang belum genap berusia 16 tahun ini menghilang dari rumah (20/6/11) saat seluruh keluarganya pergi. Beberapa kesaksian mengatakan dia dijemput teman seusianya yang berdomisili di Kupang, yang menjanjikan dia bekerja ke Hongkong. Kemungkinan ia masuk perangkap dari sebuah jaringan human trafficking?

24 Juni 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 2 Komentar

Dianiaya, 9 Pekerja NTT Datangi Polisi Batam


BATAM – Sembilan warga Nusa Tenggara Timur mendatangi Kepolisian Sektor Lubuk Baja di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/6/2011), malam. Mereka melaporkan perusahaan penyalur tenaga kerja, PT Tugas Mulia, terkait dugaan penganiayaan dan eksploitasi. Baca lebih lanjut

23 Juni 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Banjir Kiriman Rendam Belasan Desa di Belu

Belu – Banjir kiriman akibat hujan terus menerus akhir-akhir ini kembali merendam 12 desa di Kecamatan Malaka Barat, Belu, Nusa Tenggara Timur, baru-baru ini. Baca lebih lanjut

9 April 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Massa Ancam Bakar PN dan Kejari Atambua

“Saya pernah ditodong dengan senjata api pada 11 Agustus 2010 oleh oknum kejaksaan bernama Bagoes Raditya pada saat mengklarifikasi perihal tuntutan JPU yang hanya menuntut terdakwa satu bulan penjara”

Baca lebih lanjut

31 Agustus 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Kasus HIV/AIDS Meningkat Tajam

Kasus HIV/ AIDS di Indonesia, terutama di kota-kota tertentu terus meningkat tajam. Jakarta Pusat misalnya, jumlahnya kini menembus 400 penderita. Ini jauh melesat dibanding pada 2009 yang baru mencapai 145 kasus.

Baca lebih lanjut

27 Juli 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Muat Mangan Tanpa Dokumen Kapal Asing Ditahan Polda NTT


Foto: Erens.
Kapal asing Thai Long sedang memuat batu mangan di pelabuhan Wini, TTU, Sabtu (12/12/2009)

KUPANG -Thai Long, kapal barang asal Vietnam, yang mengangkut batu mangan dari pelabuhan Atapupu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, ditahan Kepolisian Daerah (Polda) NTT, karena tidak memiliki dokumen, untuk mengangkut mangan, sebagaimana amanat dari UU Nomor 4 tahun 2009, tentang tambang batu bara dan mineral.
Kapal tersebut ditahan, saat Polair Mabes Polri, sedang melakukan patroli di perairan NTT, sekitar selat Ombay, 48 mil dari pelabuhan Atapupu. Baca lebih lanjut

12 Juli 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

3.816 Rumah Warga Belu diterjang Bandang

ATAMBUA -Banjir bandang dari sungai Benenain kembali menerjang serta merendam setidaknya 3.816 buah rumah warga pada lima kecamatan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kelima kecamatan tersebut yakni Malaka Barat, Malaka Tengah, Kobalima, Kobalima Timur dan Kecamatan Weliman. Data terakhir dari Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Senin (05/07/10), yang diungkapkan Sekretaris dinas tersebut, Egidius Nurak mengungkapkan, dari lima kecamatan tersebut, Kobalima merupakan kecamatan yang paling parah kondisinya, dengan 10 rumah warga hanyut tersapu banjir, lima rumah rusak berat dan 28 rumah rusak ringan.
Baca lebih lanjut

5 Juli 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 1 Komentar

‘Tanah Air Beta’ Diputar Lewat Layar Tancap di Atambua


Masyrakat Atambua dan sekitarnya bakal disuguhi film garapan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, ‘Tanah Air Beta’. Film tersebut direncanakan akan diputar secara gratis ibukota di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada HUT RI, 17 Agustus mendatang di lapangan terbuka setempat.
Baca lebih lanjut

2 Juli 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Polda NTT Bekuk 9 Pemakai Narkoba

Sebulan terakhir, ada sembilan pelaku narkoba berhasil dibekuk aparat Dit Narkoba Polda NTT. Terakhir, tiga pelaku diamankan Rabu (4/11) dan Kamis (5/11) lalu. Dengan diamankannya Yosep da Costa alias Ellyas Yosep Rassy, 31, Lexy Mesakh, 32 dan Mighelis L. Sabat Amalo, 38, pertanda NTT tidak lagi nyaman alias rawan terhadap kasus penyalahgunaan narkoba. Baca lebih lanjut

10 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Pembebasan Martenus Bere, PM Xanana Gusmao Lolos Dari Mosi Tidak Percaya


PM Xanana Gusmao berhasil bertahan menghadapi mosi tidak percaya dalam parlemen mengenai keputusannya membebaskan pemimpin milisi Indonesia yang dituduh melanggar HAM.
Angota-anggota oposisi partai Fretilin dan sekutu-sekutunya menuduh pemerintah PM Xanana Gusmao melanggar hukum Baca lebih lanjut

13 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Sidak Distamben Belu, 10 Ton Mangan Ilegal Diamankan

ATAMBUA – Potensi Sumber Daya Alam (SDA) batu mangan memicu penambangan liar tanpa mengantongi ijin. Terbukti, Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Belu, sejak akhir September-Oktober 2009, berhasil mengamankan 10,5 ton batu mangan tanpa Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Baca lebih lanjut

11 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | 2 Komentar

M. Bere, Duri Hubungan Indonesia – Timor Leste

Oleh Aboeprijadi Santoso

Martenus Bere, pemimpin milisi Laksaur yang memimpin pembantaian di Gereja Suai pada tahun 1999, mengguncang politik di Dili di balik persahabatan yang hangat antara Indonesia dan Timor Leste.
Keputusan PM Xanana Gusmao melepas Bere atas desakan Indonesia membuat berbagai pihak, termasuk kalangan PBB, marah-marah.
Mengapa pemerintah Indonesia perlu membela seorang Wakil Camat Belu, NTT, Nusa Tenggara Timur, yang sudah didakwa aparat hukum PBB sebagai penjahat kemanusiaan? Baca lebih lanjut

12 September 2009 Posted by | kemanusiaan | , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Pria Afganistan Berhasil Kabur Setelah Ditangkap di Perbatasan Timor Leste

ATAMBUA – Seorang pria asal Afghanistan, Jumat (04/09) lalu, sekitar pukul 15.00 Wita, berhasil diamankan oleh satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL, ketika hendak menyeberang ke wilayah Timor Leste. Baca lebih lanjut

6 September 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | 1 Komentar

Berkampanye, Caleg DPR Pusat Memabukan Masyrakak Dengan Miras

Saat ini saya tengah berada di Desa Ikan Tuanbes, Kecamatan Io Kufeu, kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ada hal menarik ketika saya tiba di desa yang terpencil ini (saya butuh 4 jam dari Atambua untuk tiba disini) beberapa anggota masyarakat telah menceritakan kepada saya bahwa beberapa hari yang lalu di kecamatan mereka ini telah kedatangan salah satu caleg DPR Pusat dari salah satu partai besar.
“Kami pesta dari sore sampai pagi” kata salah satu warga disini “Dia beli kasih kami babi, laru (sejenis miras kadar alkohol rendah dari pohon enau) dan sopi (miras setempat yang secara tradisi telah difermentasikan dari bahan utama air nira-mengandung kadar alkohol tingi). Kami mabuk sampai pagi!”, lanjut lainnya dengan bangga.
Saya belum bisa mengkonfirmasikan ini pada aparat camat maupun desa setempat, termasuk caleg tersebut.

Desa ini termasuk desa tertinggal, dan terisolasi. Penduduknya tergantung dari pertanian tradisional, dengan makanan sehari-hari adalah jagung. Sepanjang tahun desa ini selalu mengalami kematian anak-anak oleh diare akibat kesulitan memperoleh layanan kesehatan. Walaupun ada Polindes, namun petugasnya sering berulah, memaksakan masyrakat untuk membayar walaupun tercatat sebagai peserta askeskin maupun meninggalkan tugas hingga berminggu-minggu, bahkan bulan!
Beberapa hari yang lalu masyrakat dihebohkan dengan kedatangan beberapa paramedis lalu memberi suntikan pada hampir semua warga desa. Kehebohan itu terjadi karena setelah disuntik hampir semua warga mengalami pusing-pusing lalu tidur ditempat layanan. Bahkan ada yang mengalami kelumpuhan beberapa hari, baik anak-anak maupun orang dewasa.

6 April 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Pilkada Belu: Kamis Putusan MK, Gregorius Maubili Fernandez Siap Bila Kalah

“Saya tahu saya belum dewasa dan belum boleh memilih. Tapi saya ikut mencoblos karena sudah dikasih uang,” ungkap Andrianus seorang pemilih dibawah umur dalam sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Belu di Gedung MK, pada Rabu (7/1) lalu.
Adrianus adalah salah dari 250 anak dibawah umur lainnya yang diajukan sebagai saksi dalam pelanggaran Pilkada Kabupaten Belu pada tanggal 11 Desember 2008 lalu, yang diajukan pasangan pemohon drg. Gregorius Maubili Fernandez DDPH & Drs. Berchamans Mau Bria M.Sc (pasangan Gemar).

Dalam keterangannya, Adrianus mengakui bahwa ia telah diberi uang sebesar 5 ribu rupiah dengan perintah untuk mencoblos pasangan tertentu, “Ayah menyuruh saya mencoblos nomor 4,” akunya.
Diungkapkan juga bahwa hari pemilihan itu seseorang telah datang menemui ayahnya lalu memberikan uang sebesar 100 ribu rupiah pada pagi harinya.
Menurut pengakuan Adrianus yang ikut mencoblos di TPS II Tunamalai, selain dia juga masih ada 9 orang lainnya yang sebaya dia. Adrianus merupakan pelajar kelas satu disalah satu SMP setempat.
Pada putaran II itu pasangan Joachim Lopez & Lodofikus Taolin (Jalin) mendapat suara sebesar 84.061 suara.
Sidang Mahkama Konstitusi yang dimulai pada 30 Desember dengan beberapa point pelanggaran yang oleh pasangan drg. Gregorius Maubili Fernandez DDPH & Drs. Berchamans Mau Bria M.Sc (pasangan Gemar) itu dinilai cukup positif dari para hakim Mahkama Konstitusi sehingga Gregorius Maubili Fernandez sebagai penggugat telah meminta kepada kuasa hukumnya untuk segera menyusun gugatan akhir menjelang putusan MK yang dijadwalkan pada Kamis ini (15/1).Kepada wartawan Gregorius Maubili Fernandez yang sempat mengungkapkan rasa keprihatinannya sehubungan dengan perencanaan pelantikan bupati terpilih 9 Januari lalu oleh panitia dengan anggaran sebesar 900 juta, yang dikatakan sebagai pemborosan ditengah keprihatinan hidup masyarakat Belu yang miskin itu, mengatakan ia siap menerima kekalahan dengan lapang dada bila MK ternyata memutuskan kekalahan bagi kubunya. Namun bathinnya terpuaskan dengan apa yang ia katakan sebagai pembelajaran politik dalam berdemokrasi yang ia tunjukan kepada rakyat Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu.
Sumber: Media Indonesia, MK

12 Januari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | 15 Komentar

Judi di Belu Marak, Mungkinkah Bisa di Berantas?

Ketika aku beberapa saat di Atambua, hal yang paling menonjol dalam pengamatanku adalah perjudian.

Bila dilihat dari faktanya Perjudian seperti sudah mapan atau berbudaya di Kabupaten Belu.

Umumnya ketika ada kematian warganya, maka tidak sedikit orang-orang kesana hanya untuk berjudi atau sekedar menonton permainan judi yang biasanya spontan dilaksanakan pada malam hari, itu berlangsung selama tiga malam berturut-turut, yakni saat malam pertama kematian hingga malam ketiganya.

Tempat atau rumah duka tersebut diistilahkan dengan sebutan ‘tempat mete’.

Disana kita akan menemukan beberapa permainan judi yang sangat populer, antara lain: Kuru-kuru yang memanfaatkan tiga dadu sekaligus serta bentangan kain hitam dengan simbol-simbol mata dadu dengan beberapa kombinasi, lalu bola guling yang memanfaatkan sebuah bola dan meja berukuran sekitar 1m X 1m, yang berisikan lubang-lubang cekungan sebagai jebakan bola yang tertera angka-angka.

Adakah Polisi setempat berusaha memberantasnya? Nampaknya tidak juga sebab perhelatan itu dilaksanakan diruangan atau halaman terbuka.

Ketika anda jalan-jalan, ke terminal bus misalnya, tidak aneh bila anda bisa saja melihat pemandangan berupa kerumunan orang-orang ‘lalepo’ di lantai yang lagi bermain judi kartu poker.
Jangan pula kaget bila tampak diantara kerumunan itu anak-anak maupun ibu-ibu.

Berikut ini foto sekerumunan orang, ada anak-anak maupun ibu-ibu, yang ku ambil secara tersembunyi,

25 November 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 39 Komentar

Guru Besar Mulai Terima Tunjangan, Buruh Duluan Terima SKB 4 Menteri

Kompas pada Jumat (21/11), kemarin, melansir berita berjudul “Guru Besar Mulai Terima Tunjangan Profesi”
Tentu saja ini sangat menggembirakan bagi para penerimanya, dimana saat dunia tengah dalam resesi, mereka justru beruntung, kontras dengan nasib ribuan buruh pabrik yang justru di phk. Sementar ribuan buruh lainnya, di Indonesia terpaksa turun ke jalan-jalan untuk menuntut pembatalan SKB empat menteri yang memberi kewenangan kepada perusahaan untuk menekan gaji karyawannya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui 4 menteri telah megeluarkan Surat Keputsan Bersama (SKB) yang melibatkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Perindustrian, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan.
Terbitan SKB 4 Menteri dimaksudkan untuk pemeliharaan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dalam mengantisipasi perkembangan perekonomian global, maka pemerintah antara lain, pada ketetapan tersebut, menetapkan upah minimum buruh tidak lagi ditentukan pemerintah, selanjutnya pemerintah mengarahkan kepada pihak perusahaan dan buruh untuk mengaturnya secara langsung (bipartit).
Oleh banyak kalangan, terutama pekerja SKB 4 Menteri ini berpotensi merugikan kaum buruh yang lemah posisi tawar menawarnya.

Sekedar gambaran upah buruh rata-rata pramuniaga dan pembantu rumah tangga pada Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, saat awal kerja adalah Rp. 100 ribu hingga Rp. 150 ribu upah itu akan mencapai Rp. 200 ribu hingga Rp. 350 ribu setelah bekerja 3 hingga 5 tahun terus-menerus.
Bahkan tidak sedikit yang bekerja hingga belasan tahun dengan gaji cuma Rp. 350 ribu per bulan ( Kabar Indonesia
Korban Kecelakaan Kerja Lebih 18 Tahun Bekerja Cuma Digaji Rp. 350 ribu ).

Gambaran seberapa besar pendapatan dosen, pada artikel Kompas tsb, Rektor Institut Teknologi Bandung Djoko Santoso, kepada Kompas, menggambarkan, untuk lektor
kepala pendapatannya Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per bulan. Dengan
tambahan satu kali gaji pokok, penghasilan mereka naik mencapai Rp 7
juta-Rp 8 juta per bulan.

Lebih jauh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengungkapkan, pemerintah
menyertifikasi langsung atau tanpa ujian 3.300 guru besar.

” Selain itu, telah dilaksanakan uji sertifikasi bagi 8.700 dosen
perguruan tinggi negeri yang hasilnya diperkirakan akan keluar
Desember mendatang,” kata Fasli Jalal.

Secara terpisah, Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Lukman Hakim, selaku Ketua Tim Penilai Peneliti Pusat, mengatakan,
Presiden menjanjikan kenaikan tunjangan peneliti dan profesor riset.
Diharapkan tunjangan tersebut bisa diwujudkan Januari 2009.

Para Buruh, kacian deh lo…

22 November 2008 Posted by | Tak Berkategori | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Pilkada Belu Putaran Dua Dimundurkan Dua Hari


Komisi Pemilhan Umum (KPU) Belu kemarin, Kamis (20/11), melalui rapat plenonya memutuskan untuk menjadwal ulang kembali hari pencoblosan yang semula telah mereka ditetapkan pada Selasa (9/12), menjadi Kamis (11/12). Dengan demikian ada pemunduran dua hari dari semula.

“Setelah melakukan evaluasi, maka penjadwalan kembali itu terpaksa diambil untuk memberi ruang waktu yang memadai bagi KPU dalam menyiapkan barang dan jasa, serta masalah teknis lain-lainnya”, jelas Ketua KPU, Marthin Bara Lay, saat kami temui di ruang kerjanya siang tadi.

Marthin juga menjelaskan bahwa dalam rangka mengakomodir pemilih pemula yang akan mencapai usia hak memilih dari 23 Oktober hingga 11 Desember mendatang, maka KPU tengah melakukan pendataan sejak 8 November lalu, Hingga 23 November lusa. pendataan dimaksud dilakukan oleh Ketua Panitia Pemilih Setempat (KPPS).

Bara Lay juga mengklarivikasi soal adanya undangan (C6) kepada pemilih yang hanya difoto copy, yang sempat diprotes oleh salah satu kandidat calon Bupati, drg. Gregorius Maubili. Fernandez, sesaat setelah usai rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara, Rabu (29/10) di Gedung Wanita Bete Lalennok pada putaran pertama lalu.

“Kami akui memang ada foto copy undangan format C6 itu, tapi itu hanya sekitar 4 sampai 6 lembar” katanya.
Tapi itu syah, sebab ditandatangani serta cap basah oleh KPPS,” lanjutnya. Selanjutnya dikatakan bahwa kekurangan beberapa lembar cetakan undangan C6 tersebut dikarenakan mengakomodir pemilih tambahan yang mencapai 6 ribuan, lebih tingi dari dugaan semula, yang menyebabkan kekurangan beberapa lembar itu.

21 November 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 13 Komentar

Pilkada Belu: Gemar, Brita & Sera Siap Menahan Jalin Dengan ‘Gembira’

Upaya paket Gemar untuk menghimpun kekuatan dalam Pilkada Kabupaten Belu tidaklah sia-sia setelah Senin (10/11), secara resmi ketua Brita Center, Marthin Bria Seran serta JT Ose Luan, kandidat bupati putaran pertama pada paket Sera menggabungkan diri untuk mendukung Gemar yang akan bertarung pada putaran kedua.
Mereka, kedua paket tersebut, memberi alasan penggabungan adalah dikarenakan kesamaan visi dan misi, serta mengikuti kemauan akar rumput pendukung mereka pada putaran pertama. Alasan lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah bahwa paket Gemar bisa mengakomodir kepentingan mereka.
Gregorius Mau Bili Fernandez pada kesempatan itu mengharapkan agar mereka segera merapatkan barisan agar solid menghadapi pilbup putaran kedua nanti. Selanjutnya koalisi ini mereka akan sosialisasikan dengan nama Gembira sebagai wujud persatuan, sekalipun yang nantinya akan dikenal KPU adalah Gemar.
“Silahkan saja menggunakan nama koalisi Gembira, yang terdiri atas Gemar, Brita dan Sera,” ungkap Greg kepada media.
Seperti diberitakan, KPU Kabupaten Belu telah menyelenggarakan rentetan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diikuti empat paket kandidat Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang memasuki masa pencoblosan pada Rabu (22/10) lalu.
Selanjutnya berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan secara manual pada Rabu (29/10) melalui rapat pleno terbuka, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu memastikan dua paket melaju keputaran dua, yakni pasangan Paket 4 (Jalin),
Drs. Joachim Lopez & Ludovikus Taolin BA. Yang meraih pemilih sebanyak 48.519 (29.179 persen).
Paket lainnya adalah Paket 1 (Gemar)
drg. Gregorius Mau Bili. F, DDPH & Drs. Berchmans Mau Bria, Msc, yang meraup suara 44.473 (26.746 persen).

11 November 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 26 Komentar