Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Wah, Angelina Sondakh Hamil?


Terdakwa kasus suap kepengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahraga, Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. FOTO:
Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE

Rumor tentang kehamilan politisi Partai Demokrat, Angelina
Sondakh yang terlilit kasus
dugaan suap itu, kini ramai
dibicarakan di media sosial, bahkan sempat diberitakan dalam tayangan infotainment tv swasta nasional. Benarkah?
Baca lebih lanjut

24 Oktober 2012 Posted by | hukum | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Anas & Andi Jadi Tersangka Bukan Lagi Isu

Kabar bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum serta Menpora Andi Mallarangeng, akan ditetapkan sebagai tersangka bakal segera terwujud. Baca lebih lanjut

22 Oktober 2012 Posted by | hukum, politik | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Menggantung Anas di Monas

MONUMEN Nasional (Monas) sudah lama menjadi ikon Jakarta. Monumen yang dibangun Presiden Soekarno itu dikenal luas masyarakat Indonesia hingga jauh ke pelosok negeri. Tempat itu pun menjadi pusat hiburan masyarakat kecil di Ibu Kota.
Baca lebih lanjut

13 Maret 2012 Posted by | hukum, politik, Tipikor | , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Menelusuri Jejak Anas Urbaningrum

Dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus Wisma Atlet SEA Games, saat ini terkesan kian menguat, sekalipun dalam berbagai kesempatan mantan ketua HMI ini selalu menyangkal.
Baca lebih lanjut

8 Februari 2012 Posted by | hukum | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Menkominfo: Kepolisian Sudah Mengetahui Keberadaan Nazaruddin


Kapolri Timur Pradopo

Spekulasi keberadaan tersangka suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin terus merebak pasca diwawancarai dua stasiun TV, Metro TV dan tvOne. Baca lebih lanjut

21 Juli 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Benny Didukung Jabat Jaksa Agung


Benny K Harman (Foto: Koran SI)

JAKARTA – Ketua Komisi III DPR Benny K Harman dinilai pantas menduduki kursi jabatan jaksa agung yang ditinggalkan Hendarman.

Baca lebih lanjut

26 September 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Anas Terpilih Berkat HMI


Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum menyatakan keberhasilannya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat merupakan hasil kerja keras selama lima tahun. Kemenangannya dalam pemilihan suara di Kongres II Partai Demokrat di Bandung kemarin menunjukkan bahwa dukungan tidak bisa didapat secara instan. Baca lebih lanjut

24 Mei 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

KONGRES DEMOKRAT: Mallarangeng Gagal Manfaatkan Dukungan Cikeas – Anas Raja Tanpa Mahkota?

JAKARTA -Kekalahan Andi Mallarangeng dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres II Partai Demokrat karena dia gagal memanfaatkan dukungan Cikeas (keluarga Susilo Bambang Yudhoyono).
Sementara itu, Anas Urbaningrum, meski terpilih sebagai ketua umum, bukan tidak mungkin dia ibarat raja tanpa mahkota, dalam arti tak bisa penuh mengendalikan Partai Demokrat.
Baca lebih lanjut

24 Mei 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , | 1 Komentar

Heboh Kedua, “Download” Membongkar Gurita Cikeas

Setelah buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” nyaris tak ditemukan lagi di Indonesia, mendadak naskah awal karya George Aditjondro tersebut marak di internet. Baca lebih lanjut

31 Desember 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Dibilang Fitnah, George Junus Aditjondro Tantang SBY Berdebat


George Junus Aditjondro selaku penulis buku Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century mengatakan, apabila kontroversi terkait isi bukunya itu semakin panjang, maka dia bersedia melakukan debat publik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Baca lebih lanjut

29 Desember 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

SBY Berjudi? Atau Berpolitik?


Benarkah SBY berjudi ketika dulu memilih Boediono untuk jabatan wakil presiden? Jangan-jangan beban Boediono dalam kasus Bank Century bisa menyeret kemenangan satu babak SBY ke lembah kekalahan.

Baca lebih lanjut

7 Desember 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Idrus Marham Jadi Ketua Pansus Angket dipandang Sebagai Konspirasi Busuk


Jakarta – Seperti yang sudah diprediksi, akhirnya Idrus Marham terpilih menjadi Ketua Pansus Hak Angket Century. Politisi Golkar itu dipilih melalui mekanisme voting tertutup dengan meraih 19 suara. Sementara inisiator hak angket, Gayus Lumbuun cuma mendapatkan 7 suara, sedangkan Mahfud Siddiq, politisi PKS mendapat 3 suara.
Usai dipilih, Baca lebih lanjut

5 Desember 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Osama hampir tertangkap


Militer Amerika pernah hampir menangkap Osama bin Laden di Afghanistan akhir tahun 2001, demikian sebuah laporan Senat Amerika Serikat.
Dikatakan bahwa permintaan bantuan pasukan saat itu ditolak, membuat pimpinan Al Qaida itu lolos dan menghilang di wilayah kesukuan Pakistan yang tak bertuan.

Laporan tersebut dibuat oleh Komite Hubungan Internasional Partai Demokrat. Baca lebih lanjut

30 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Hak Angket Century Berbuntut Potong Kuping?

Jakarta – Ruhut Sitompul bikin kejutan. Dia menawarkan memotong kupingnya jika ada aliran dana Century ke Partai Demokrat atau Kubu SBY-Boediono. Keberanian atau sekadar guyonan? Baca lebih lanjut

22 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 3 Komentar

Niat Terus Berkuasa, Benarkah SBY Punya Rencana Tersembunyi Yang Berbahaya?


JAKARTA – Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai ada rencana tersembunyi yang berbahaya terkait pemilihan orang-orang yang kontroversial dalam kabinet 2009-2014. Rencana itu menurut Boni, bisa terkait dengan pencitraan SBY setelah 2014.
Baca lebih lanjut

22 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , | Tinggalkan komentar

Mega Menang di Antara Kekalahan

Kegigihan Megawati untuk menempatkan PDIP berada di luar pemerintahan SBY-Boediono berimplikasi luas. Bak Simalakama, ini suatu pilihan yang sulit, setidaknya bagi beberapa petinggi PDIP, mungkin seperti itu gambarannya, terlebih yang mendapat lambaian tangan SBY. Baca lebih lanjut

21 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 1 Komentar

Tak Jadi Oposisi, PDIP Mungkin Ditinggal Massa?

MENJADI oposisi selama lima tahun ini tidak membuat perolehan suara PDIP dalam Pemilu 2009 terdongkrak. Itulah salah satu pertimbangan sederhana yang menyebabkan sebagian elite PDIP merasa ragu terus bertahan sebagai partai di luar pemerintahan. Tapi, apabila bergabung ke kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), adakah jaminan bahwa masa depan PDIP lebih cerah? Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latief berpandangan Baca lebih lanjut

17 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Mega dan Taufik Bertentangan Lagi

Perbedaan pendapat antara Taufik Kiemas dengan Megawati Soekarnoputri berkepanjangan.
Dulu mereka konon sudah berbeda pendapat untuk menggandeng Prabowo Subiyanto dalam pilpres lalu.
Sekarang “konflik” suami isteri ini berkenaan dengan keikutsertaan dalam kabinet SBY. Baca lebih lanjut

15 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 1 Komentar

Maklumat Jakarta untuk Penyihir!

Oleh
Indra J. Piliang (Bukan Penyihir)

Tukang sihir, mengapa singgah di Jakarta?
Mengapa kau ganggu presidenku, SBY?
Apa karena SBY ingin menjadi presiden lagi?
Kenapa kau tidak menetap di negerimu, di dunia Harry Potter itu? Ataukah karena serialnya sudah habis, hingga kau ingin memasuki episode: Harry Potter ala Indonesia?

Mau berapa seri? Cukuplah satu seri saja, karena raja-raja sihir telah datang kemari. Satu seri, lima tahun, telah membuat banyak pesolek tiba-tiba terlihat bagai pangeran. Lihat, mereka mulai membangun patung-patung untuk orang hidup di negeri ini.

Para penyihir, mengapa kalian datang ketika pilpres digelar.

Lihat kelakuanmu: kau sihir masyarakat dengan angka-angka statistic. Seolah, semuanya berjalan normal.

Jangan-jangan, kalian juga yang menyihir perdamaian di banyak daerah yang dilakukan oleh org lain, eh, kini dikampanyekan sebagai kerja orang lain.

Jangan-jangan, kalian juga yang menyihir angka-angka pooling menjadi seragam, bukan hanya di lembaga survei, tetapi juga via sms. Unik sekali sihirmu.

Lembaga penyelenggara pemilu juga seperti bekerja laksana robot: bergerak dengan alat-alat sosialisasi hanya untuk satu orang. Kenapa kalian ikut menyihirnya juga?

Tidakkah kau tahu, sihirmu telah menjadi lelakon kuno di alam modern. Mosok demokrasi ada sihirnya? Mosok internet juga dipenuhi penyihir? Mosok jalanan di kota kami penuh sihir juga, ketika debat capres menjelang? Mosok sihirmu tidak mempan di depan televise, ketika presiden kami terdesak oleh pertanyaan kritis penantangnya? Apa itu juga sihirmu?

Pergilah kamu, para penyihir. Adakan pilpres sendiri. Libatkan Ki Gendeng Pamungkas, Mama Laurent, Deddy Corbuzer, Ki Joko Bodo, dan semua orang yang bisa menetralkanmu. Bukan sihir, bukan sulap, para penyihir, silakan tidur lelap.

Kalau presiden kami saja percaya padamu, ketika ia ingin menjadi presiden untuk kedua kalinya, bagaimana nanti kalau ia terpilih? Apakah ia akan berkata bahwa seluruh kritik adalah comberan, seluruh protes adalah sihir? Ataukah akan banyak penyihir masuk istana, sebagaimana Istana Firaun, lalu memamerkan tongkat-tongkatnya untuk menakuti rakyat yang dicambuk dan disiksa?

Ketika sihir berkuasa, maka Musa akan hadir. Kami butuh Musa, wahai para penyihir, bukan Firaun. Firaun telah tenggelam dalam tsunami di laut tengah. Kalau ada reinkarnasinya di republic ini, enyahlah dia.

Karena ini Jakarta, pergilah kalian ke negeri asal. Kami tidak ingin kalian membuat demokrasi kami menjadi ajaib, ghaib dan penuh dengan mantera.

Jakarta bukan Samarkand. “Ajebus, ajebuum!”

Kami sedang pilpres, para penyihir, bukan kontes tongkat. Janganlah kau hadir, hanya untuk membuat dusta di negeri ini muncul laksana kilat: menakutkan, tetapi segera hilang.

Jakarta, 4 Juli 2009, ketika hari kemerdekaan Amerika membuat arransemen lagu Indonesia Raya menjadi mirip Star Spangled Banner.
Lintas berita

5 Juli 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , | 7 Komentar

Dituduh Penyihir Oleh SBY, Lawannya Berbalik mengolok.

“Ini musim pemilu, musim pilpres, banyak yang menggunakan ilmu sihir. Luar biasa, ini betul dan saya merasakan dengan keluarga,” kata Susilo Bambang Yudhoyono meyakinkan saat memberikan sambutan pada acara dzikir bersama di kediamanya, Puri Cikeas, Bogor, Jumat (03/07).
Ucapan SBY yang dikutip Tempo ini lantas menjadi pemberitaan serius dibeberapa media di tanah air, yang akhirnya mendapat tanggapan sindiran dari beberapa lawan politiknya.
Permadi, misalnya, merasa aneh dengan SBY yang bergelar doktor namun masih mempercayai hal-hal seperti sihir.
“Masa seorang doktor percaya pada sihir. Apalagi dia bicara di depan kiai, diketawain sama kiai SBY percaya sihir,” kata mantan orang penting Mega itu kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009). Lelaki yang juga dikenal sebagai paranormal yang saat ini duduk dalam Dewan Penasihat Partai Gerindra itu lantas mengatakan bahwa SBY mesti membuktikan ucapannya itu jika tidak maka SBY dianggap memfitnah.
” kenapa dia bilang musuh-musuhnya pakai sihir? Sangat aneh! Jangan-jangan yang pakai sihir SBY,” kata Permadi heran.
Sementara Ali Mochtar Ngabalin dari tim JK tidak merasa heran dengan ucapan SBY tentang serangan sihir oleh lawan-lawan politiknya itu.
“Ya dia punya jimat,” lantas politisi PBB ini mengisahkan, dirinya tahu soal jimat ini karena pada kampanye Pilpres 2004 dirinya sering ikut SBY. Bahkan dia juga ikut dalam kunjungan ke sejumlah makam raja-raja yang dikunjungi SBY.
“Dia datangi arwah-arwah dan meminta keselamatan. Tidak terhitung jumlahnya, tidak siang tidak malam,” ungkap Ketua Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) ini. Seterusnya dikatakan bahwa dia pernah menegur SBY karena kebiasaannya ini saat kampanye pilpres 2004 lalu, namun bukannya didengar malah dia lalu tidak diikutkan pada perjalana-perjalanan SBY selanjutnya.
Sedangkan Sekjen PDI Perjuangan yang juga Penasihat Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Pramono Anung mengatakan, pernyataan tersebut di luar konteks pemilu dan itu jauh dari pemikiran pihaknya.
“Soal sihir, saya haqqul yakin, calon itu bukan Mega-Prabowo atau JK-Wiranto. Dalam politik modern, praktik sihir jauh dari pemikiran kita. Kalau ada yang bilang dapat sihir, itu adalah out of context dan tidak sepantasnya seperti itu. Yang penting jangan sampai hal-hal di luar norma demokrasi,” ujarnya yang dikutip Kompas dari Semarang.

Sumber Tempo, Detik, Kompas

4 Juli 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | 46 Komentar