Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Menelusuri Jejak Anas Urbaningrum

Dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus Wisma Atlet SEA Games, saat ini terkesan kian menguat, sekalipun dalam berbagai kesempatan mantan ketua HMI ini selalu menyangkal.

Dugaan keterlibatan Anas itu dimulai dari pernyataan-pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin saat dia melakukan ‘pelarian’ ke luar negeri.
Ketika tertangkap, Nazaruddin yang sejak semula tidak mau dikorbankan begitu saja, kian berani mengungkapkan keterlibatan Anas. Pada masa persidangan pengadilan, Nazaruddin bahkan mengancam akan membuka kasus-kasus Anas lainnya, bila amunisi yang dia ledakan guna melumpuhkan Anas itu gagal.

Secara umum, masyrakat yang dikorbankan namu hanya punya hal sebagai pemoton pasif, yang jadi penonton dagelan para politisi Senayan pilihan masyrakat ini, melihat fakta-fakta persidangan pengadilan yang mengarahkan pada sosok Anas, mulai disebutkan sebagai ‘bos besar’, menggunakan uang dalam kasus Wisma Atlet untuk pemenangan Anas menjadi Ketua Umum di Kongres Partai Demokrat, mengatur pertemuan untuk proyek Stadion Hambalang, sampai menerima gaji dari fee proyek tersebut. Bahkan, istri Anas pun, Athiyyah Laila, diduga terlibat menjadi pengurus di salah satu anak usaha yang menerima biaya proyek, keterlibatan ketua umum Demokrat ini sebenarnya cukup kuat untuk ditetapkannya Anas sebagai TSK seperti yang dilakukan KPK terhadap Anggelina Sondakh. Namun, penetapan itu seperti terhalang-halangi sebuah bayangan hitam dalam kasus ini.

Siapa sebenarnya Anas Urbaningrum? Bagaimana dia bisa sampai di pucuk pimpinan Partai Demokrat?

Menurut situs resmi pribadinya, bunganas.com, Anas lahir di Blitar 15 Juli 1969 dan mengambil studi Ilmu Politik di Universitas Airlangga pada 1992. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Sains Ilmu Politik di Universitas Indonesia pada 2000.

Pada 1997-1999, ia menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI. Posisi ini melibatkannya dalam aktivisme mahasiswa pada 1998 dan membuatnya menjadi anggota Tim Revisi UU Politik pada 1998, dan anggota tim seleksi parpol peserta Pemilu pada 1999. Anas kemudian menjadi salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum pada 2001-2005. KPU inilah yang berhasil menggelar pemilu pada 2004 dan memilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu.

Sayangnya, kesuksesan KPU
menggelar Pemilu 2004 harus ternodai dengan kasus korupsi pengadaan barang dan jasa serta penyuapan anggota BPK. Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, terungkap berbagai aliran dana yang mengalir ke beberapa anggota KPU, dari rekanan pengadaan tinta Pemilu, pelaksana distribusi surat suara, sampai kotak suara.

Anas Urbaningrum sempat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 2005. Di tengah-tengah proses itu, pada 8 Juni 2005, Anas menggelar konferensi pers didampingi Wakil Ketua Komisi Pemilihan Umum Ramlan Surbakti dan anggota KPU Valina Sinka Subekti, untuk
menyatakan pengunduran dirinya dari KPU. Tujuan selanjutnya?
Menjadi salah satu ketua bidang politik DPP Partai Demokrat.

Keterlibatan Anas dalam kasus korupsi di KPU yang melibatkan beberapa anggota saat itu tak pernah berlanjut, meski kesaksian di persidangan sudah menyatakan Anas ikut menerima dana. Pada 2009, Anas terpilih menjadi
anggota DPR dan menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, sebelum kemudian berhenti ketika terpilih menjadi Ketua Umum
Partai Demokrat Periode 2010-2015.

Selain di Partai Demokrat, situs bunganas.com juga mencatat dia sebagai Pimpinan Kolektif Nasional
KAHMI sejak 2009 dan Ketua Yayasan Wakaf Paramadina dari 2006.

Pada Desember 2008, televisi menayangkan iklan Partai Demokrat yang menampilkan beberapa kadernya, seperti Edhie Baskoro Yudhoyono, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, dan tentu saja, Anas Urbaningrum, dalam pesan antikorupsi. Seperti iklan tersebut, benarkah Anas Urbaningrum bisa mengabaikan rayuan dan mengatakan tidak pada korupsi? (tulis ulang dari Yahoo)

8 Februari 2012 - Posted by | hukum | , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: