Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Penculikan Anak Bantaeng Selalu Rusaki Alat Vital Korbannya

BANTAENG – Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan,
tengah berupaya keras mengungkap serangkaian kasus penculikan disertai
kekerasan seksual terhadap para korban bocah perempuan di pesisir pantai kabupaten Bantaeng. Tercatat tujuh anak yang diculik selalu mendapat kekerasan seksual
dengan kerusakan pada alat vital.

Umumnya, modus penculikan pelaku membawa kabur para korban dengan cara menculik dari sisi orangtua mereka selagi tidur. Dari tujuh kasus, penculikan terjadi di atas pukul 00.10 Wita – 05.00 Wita. Secara keseluruhan juga, para korban adalah warga yang tingggal di pesisir pantai.

Seperti pemberitaan media, dengan kesamaan kasus-kasus tersebut, polisi memastikan pelakunya sama, namun berdasarkan keterangan para korban, ciri-ciri penculik mereka, antara satu dengan yang lainnya justru berbeda.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Dodik Susianto, Senin (12/3/2012), yang mengaku kesulitan itu datang karena yang melihat pelaku hanyalah korban, sehingga pembuktiannya masih lemah. Sekalipun demikian Dodik memastikan modus penculikan dan pemerkosaan seperti yang dialami ND (korban terakhir) sama dari kasus sebelumnya.

Untuk diketahui, kasus penculikan terakhir yang menimpa seorang bocah berinisial ND (8), warga Kelurahan Lamalaka, Kecamatan/Kabupaten Bantaeng, pada Minggu dini hari kemarin, polisi sempat mengamankan tiga orang. Namun ketiganya dilepaskan setelah dipertemukan dengan korban yang mengaku tidak mengenali
mereka.

Untuk kasus terakhir, ND,terjadi pada Minggu dini hari. Korban ditemukan sekira pukul 02.30 Wita di lokasi yang berjarak sekira satu kilometer dari rumahnya. Kepada petugas ND mengaku diancam akan
dijual ke Makassar jika tidak mau diperkosa.

Direktur RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, Syafrudin Nudrdin, mengatakan ND yang saat masih dirawat, berdasarkan hasil pemeriksaan mereka, mengalami luka pada alat vitalnya.
Hal ini dikuatkan oleh pengakuan ibu korban, menyebutkan putrinya yang
masih duduk di bangku kelas
2 SD tersebut masih sering menangis kesakitan.

13 Maret 2012 - Posted by | Kriminalitas | , , , , ,

1 Komentar »

  1. saya sebagai orang bantaeng mengharapkan agar polisi bantaeng jangan lalai dan terlalu banyak tidur karna jangan sampai masyarakat bertindak main hakimm sendiri hingga ujung2nya masyarakat yang disalahkan

    Komentar oleh Anonim | 11 April 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: