Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

MUI Mengancam Eyang Subur Untuk Ceraikan Istri-istrinya?

Majelis Ulama Indonesia (MUI), akhirnya menerbitkan fatwa terhadap ‘kasus’ perkawinan Eyang Subur, sebagai suatu penyimpangan karena memiliki lebih dari empat istri. Sekalipun demikian, pihak MUI, seperti diungkapkan ketua MUI juga tidak akan memaksakan Eyang Subur untuk menceraikan empat dari kedelapan istrinya.

“Kalau dia menolak, itu hak dia. MUI tidak akan memaksa, MUI hanya mengingatkan kepada pak Subur,” ujar Ketua MUI, Umar Shihab seperti yang dilansir DetikHOT, pada Kamis (02/05/13)

Umar Shihab beralasan dalam pelaksanaan agama tidak ada unsur paksaan. “Dalam melakukan pelaksanaan agama kan juga tidak ada unsur paksaan, masa kita mau paksa seseorang untuk salat atau bagaimana. Itu semua urusan dia sama Allah” terangnya.

Namun, apakah fatwa MUI itu akan dibiarkan begutu saja, dengan asumsi, lembaga yang tak jarang dituding oleh beberapa elemen masyrakat sebagai lembaga yang kerab menimbulkan ketidakharmonisan kehidupan umat beragama di Indonesia akibat fatwa-fatwa ‘intoleransi’nya akan semakin disepelekan?

Beberapa pihak menyebutkan, MUI tidak ‘lepas tangan’ begitu saja. Ada lobi-lobi serius dibalik itu., antara pihak MUI dan orang-orang dekat Eyang Subur. Tentu saja loby-loby dimaksudkan agar lembaga agama terkemuka Indonesia itu tidak kehilangan muka.

Ini bukannya tidak berhasil. Kabar-kabarin pun menyusul, kasus kepemilikan banyak istri oleh Eyang Subur yang mencuat menyusul pengaduan Adi Bing Slamet kepada media dan belakangan ke pihak Polda Metro Jaya akibat perampasan istrinya itu, mengabarkan Eyang Subur bersedia untuk mengikuti fatwa yang dikeluarkan MUI.

Kabar tunduknya Eyang Subur itu mencuat dari Umar Shihab sendiri yang mengungkapkan kalau pengacara Subur sempat mengatakan kepada pihaknya kalau ia bersedia untuk mengikuti fatwa MUI.

“Pengacaranya kan bilang sendiri pak Subur siap ikuti fatwa MUI. Kami sendiri bersedia berikan tuntunan ajaran agama, itu pun kalau dia mau,” ujarnya.

Lantas apakah persoalan tunduknya Eyang Subur terhadap fatwa MUI, yang mungkin saja sekaligus membebaskannya dari tindak kekerasan jalanan pihak-pihak tertentu atas nama agama, itu segera menjadi happy ending?

Kemarin, Rabu (1/5/2013), beberapa media yang getol menyampaikan berbagai demo protes ribuan buruh dibeberapa lokasi di Indonesia, juga sempat menyampaikan protesnya para istri Eyang Subur yang sepertinya menjadi bagian yang disepelekan layaknya ban mobil yang bila dianggap tidak laik pakai boleh dilepas buang begitu saja tanpa masalah. Mereka, para istri Eyang Subur melalui kuasa hukumnya, nyatakan kecewa dengan MUI yang mengfatwakan suaminya hanya boleh menikah dengan 4 orang istri.

Seperti dilaporkan media, melalui kuasa hukumnya, para istri Subur ini mengatakani, fatwa MUI yang menekan suami mereka, Subur agar menceraikan empat dari seluruh istrinya itu tak memiliki landasan hukum yang baku sesuai undang-undang negara.

“Kalau hukum sudah memutuskan untuk bercerai, tidak ada warga negara yang bisa melanggarnya. Tapi jika hanya fatwa, itu bisa dipertanyakan,” ujar Made Rahman, kuasa hukum para istri Subur.

Menurut Made, para istri Subur telah meminta pertimbangan lebih lanjut sehubungan fatwa itu, namun MUI tak menanggapinya, dengan alasan fatwa tersebut sudah final.

Kini, istri-istri Subur, langsung dipimpin oleh istri pertama Heri Mahwati, dikabarkan berniat menggugat MUI. Adakah sesuatu ancaman serius disana yang perlu dipikirkan sehubungan dengan fatwa MUI itu, sementara menurut kuasa hukum para istri Subur juga telah menyatakan kalau hukum (negara, red) sudah memutuskan untuk bercerai, tidak ada warga negara yang bisa melanggarnya. Tapi jika hanya fatwa, itu bisa dipertanyakan, apakah ada ketakutan oleh suatu ancaman-ancaman disana, seperti selama ini adanya kekerasan-kekerasan oleh ormas-ormas agama tertentu akibat pelanggaran-pelanggaran fatwa-fatwa semacam itu? Apakah ucapan ketua MUI bahwa dalam melakukan pelaksanaan agama tidak ada unsur paksaan? Masa mau paksa seseorang untuk salat? Lebih lanjut lagi Umar Shihab, mengatakan itu semua urusan dia sama Allah. Apakah hanya sekedar asal bunyi doang?

2 Mei 2013 - Posted by | Agama, hukum, humaniora | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: