Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Selingkuh, Ayah Tembak Mati Anaknya Dihadapan Ratusan Penduduk Desa

Di depan sekitar 300 pasang mata penduduk desa, seorang ayah yang menggenggam senjata AK-47 memberondong anak perempuannya sendiri yang sebelumnya disuruh membelakanginya.
Baca lebih lanjut

4 Mei 2013 Posted by | Islam, Kriminalitas | , , , , , , , , , , | 5 Komentar

TKW Indonesia Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

“Saya takut, tidak punya
pilihan kecuali melayani
ketiga polisi itu.”
Baca lebih lanjut

11 November 2012 Posted by | internasional, Kriminalitas | , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Pengusaha Dermawan Muslim Tewas Diperkosa Lima Istrinya

Seorang pengusaha muslim kaya serta dikenal dermawan yang
memiliki enam istri tewas setelah dipaksa berhubungan seks secara
maraton oleh kelima istrinya. Baca lebih lanjut

27 Juli 2012 Posted by | Seksualitas. Hukum | , , , , , , , | 1 Komentar

Birahi di Balik Jubah Habib

Berkedok agama,
Hasan bin Jafar
Assegaf, pemimpin sebuah majelis pengajian, yang
menggelari dirinya habib, diduga telah mencabuli anggota jemaahnya sejak sembilan tahun lalu. Bagaimana kisahnya?

Reporter KBR68H, Nur Azizah, berhasil menemui dan mewawancarai sejumlah korban dan keluarga mereka yang terus mengupayakan keadilan.

Berikut reportasenya, beberapa nama dalam cerita ini sengaja disamarkan untuk keamanan.

November lalu, Kadar, Sanwani, Somad dan
sejumlah anak lainnya memberanikan diri
melapor ke polisi atas ulah cabul guru agama mereka. Langkah ini ditempuh
menyusul gagalnya upaya penyelesaian
kekeluargaan.

Kisah para Korban
“Dulu saya masih
menganggap dia guru. Dia maksa sampe meluk-meluk saya. Trus ngomong gini, anggap saja Habib ini perempuan,” cerita
Sanwani, remaja bekas anggota majelis pengajian Nurul Musthofa. Ia salah satu korban aksi cabul Hasan bin Jafar Assegaf, pemimpin majelis itu.

“Dia juga sering minta kirimin foto kelamin saya.
Sering banget. Tapi saya ngirimnya cuma sekali. Dia nyuruh datang, cuma saya lagi di luar kota. Gantinya dia minta kirimin foto. Saya lagi di sekolah, dia nyuruh saya maksa ke kamar mandi sampai nelpon-nelpon gitu. Saya gak mau, sampai akhirnya ngambek.”

Perlakuan serupa dialami Kadar. “Saya disuruh oral.
Saya bilang ama dia, Bib bau, nggak kuat. Ya udah, selesai. Saya mikir langsung, nggak deh. Gua sama cewek gua enggak sampe gini-gini amat. Dia bukan cewek gua, bukan apa gua, dia laki, gua harus ngelakuin kaya gitu, enggak banget. Nah saya langsung mikir. Apa sih guru sampah kaya gini.”

Obyek seksual
Sudah enam tahun Kadar menjadi obyek seksual Hasan bin Jafar Assegaf.
Habib cabul itu sudah
mengenal keluarga Kadar sejak ia masih kelas 2 SD.
Kadar bergabung dengan majelis pengajian Nurul Musthofa sejak duduk di kelas 2 SMP, tujuh tahun lalu.
Tahun-tahun berikutnya menjadi kenangan buruk baginya.

Aksi bejat habib cabul itu juga menimpa Somad.
“Bulan puasa setelah sholat Subuh. Waktu pertama sih cuma cium, dia pegang kemaluan saya. Saya nggak mau gitu, saya alasan, ya halus lah. Bilangnya saya itu mau dicariin orangtua. Dalam hati kok kayak gini ajarannya.”

Somad berani menceritakan pengalaman buruk ini setelah berkomunikasi dengan korban lainnya. Bersama Kadar, Sanwani dan belasan korban lainnya, mereka sering berkumpul untuk saling menguatkan.

Buat Pengaduan
Orangtua Kadar sudah mengenal Hasan bin Jafar Assegaf sejak ia baru datang dari Bogor, Jawa Barat.
Hasan menumpang
di rumah orangtua Kadar selama bertahun-tahun.

Ida, sang ibu, sebelumnya tak pernah berburuk sangka, hingga dia sendiri menyaksikan ulah cabul Hasan di kota Mekkah.

“Bersama keluarga saya, berlima, saya bertiga. Nah setelah itu pulang umroh, karena di sana saya ngelihat dia si Kadar sama si Hasan lagi dipangku-pangku di kamar. Nah dari situ deh saya mulai kurang nggak percaya sama dia.”

Ida meneruskan, suatu hari Kadar mengaku tertekan karena ulah Hasan.
“Padahal curhatnya nggak banyak, cuman begini doang. Ma, apa bener Sayidina Ali sama Rosululloh begituan. Saya kan nggak paham. Begituan apaan sih, Dar?
Itu, Sayidina Ali sama Rosululloh katanya begini-begini. Saya paham. Ya kagak mungkin lah itu kan Nabi. Iya mah, dibilang begitu ama Hasan kemarin. Kata dia jangan diomongin sama mama, kalau diomongin sama mama, nggak dapat syafaat. Itu baru omongan itu, tapi belum pelecehan.”

Ida menanyakan hal itu ke Hasan.
“Apa bener Habib nyampein, Rasululloh sama Sayidina Ali itu seperti begini-begini.
Ah nggak bu Haji saya mah ngomong begituan buat becandaan sama Haidar. Itu rahatnya saya. Rahatnya saya begitu.
Lha nggak bisa begitu Bib, itu Sayidina Ali sama Rasululloh nggak bisa dibecandai kayak begitu, apalagi sama anak kecil.
Saya langsung diusir sama dia. Udah bu Haji ke dalam, emang di dalam nggak ada urusan lain.”

FPI
Tak puas, Ida pun berkunjung menemui petinggi Front Pembela Islam, mencari solusi.
Organisasi ini memiliki
hubungan dekat dengan majelis Nurul Musthofa.

“Habib Rizieq paling pertama yang saya kasih aduan. Waktu itu saya datang ke sana sama semua korban, sama saksi semua. Itu saya diterima di sana. Kata Habib Rizieq, ya udah itu gampang nanti saya yang ngomongin lagi ke Hasannya. Dari pihak dia, dia dipanggil lebih dulu. Habis dia, baru saya. Tapi nggak ada tanggapan apa-apa.”
Ida bersama keluarga
korban lainnya mengadu ke sidang Habib. Hasilnya serupa, nihil. Saban malam tak lelap tidur, memaksa Ida melapor ke polisi.

Siapa sebenarnya Hasan bin Jafar Assegaf?
Bagaimana proses hukum kasus pencabulan belasan santri Nurul Musthofa?

Habib itu tak tersentuh
Empat petugas keamanan tak mengizinkan KBR68H menemui Hasan bin Jafar Assegaf di rumahnya.

Anggota majelis pengajian biasa menyebut rumah Hasan sebagai istana.
Istana Hasan menjadi pusat kegiatan majelis.
Terletak di Kampung Sila Ciganjur Jakarta Selatan.
Saban harinya belasan remaja laki-laki tinggal di sana.
Di istana itu pula laki-laki berusia 35 tahun itu diduga mencabuli jemaah laki-lakinya.

Hasan bin Jafar Assegaf adalah pemimpin majelis taklim berbendera Nurul Musthofa. Acaranya rutin digelar tiap Sabtu malam dan Senin malam. Saat taklim digelar di Utan Kayu Jakarta Timur, ribuan jemaahnya menutup jalan utama.
Koordinator Majelis Nurul Musthofa Abdurrahman mengaku, majelis itu kerap didekati pejabat.
Bahkan Presiden Yudhoyono pernah hadir di acara majelis ini, lanjut Abdurahman, orang dekat Hasan.

“Nah pada waktu itu dia mau bikin event besar, salah satunya di Masjid Istiqlal. Kebetulan orang-orangnya Syeih Kabbani ini orang-orang elit. Kru mereka mengundang SBY, bukan kita yang ngundang, bukan pula Habib Hasan dekat dengan SBY. Bukan. Sampailah mereka ketemu di situ, bukan dekat, cuma hanya silaturahim.”

Memohon dukungan
Pada taklim yang digelar dua pekan lalu di Cipayung Jakarta Selatan, hadir pula Ketua Umum DPD Partai Demokrat Jakarta Nachrowi Ramli, sosok yang maju dalam Pilkada DKI 2012. Sebelum mengakhiri ceramahnya, Habib Hasan memohon dukungan jemaahnya.

“Oleh karena itu walaupun Nurul Mushtofa dihadang kanan dihadang kiri, dicaci kanan, dicaci kiri, saya tidak akan mundur dan semua yang hadir mau mundur atau tidak? Tidak. Ucapkan yang kenceng, mau mundur atau tidak? Tidak.”

Hingga lepas tiga bulan belum ada kabar baik dari hasil penyelidikan polisi.
Penyidik belum juga
menyerahkan Surat Pengembangan Penyidikan. Juru Kepolisian Jakarta Rikwanto mengklaim, polisi sedang menunggu ahli kejiwaan untuk memeriksa korban.

“Kita lagi menunggu dari Departemen Sosial untuk menyampaikan waktu kapan diadakan pemeriksaan psikologis. Kita sudah menyurati mereka, kita minta tenaga ahlinya bidang psikologi agar supaya waktu ditentukan kemudian ahli diberikan dan kita panggil para korban untuk diperiksa secara psikologis. Ini tahap kita yang sedang kita laksanakan tahap ini.”

Pengertian sesama ibu
Ida, ibu Kadar, menyiapkan sepucuk surat untuk istri Hasan. Memohon pengertian sesama ibu. Sementara Kadar, Sanwani dan
Somad ingin terus menuntut keadilan.

“Saya tu pengennya dia dipenjara trus dia
mengakui di depan umum, di depan murid-muridnya biar muridnya tahu, yang salah itu siapa, yang benar itu siapa,” kata Sanwani.

“Kalau misalnya dipenjara otomatis orang-orang pada tahulah. Mana yang bener. Ngaku aja deh. Ngaku aja udah sukur. Kalau minta maaf ya udah, urusan dia,” sambung Kadar.

“Kalau bisa dihukum yang setimpal. Bukan cuma setimpal, ya. Ini kan bukan buat diri saya doang, ini kan juga masih, kasihan juga teman-
teman yang masih di
sana,” tutup Somad.
(RNW)

15 Maret 2012 Posted by | Agama, hukum, Kriminalitas | , , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar

Sunat Perempuan, Kontrol Atas Tubuh dan Legalisasi Negara

Seruan itu datang dari Amnesty Internasional bertepatan dengan
hari Perempuan Sedunia yang jatuh, kemarin. Organisasi Hak Asasi Manusia itu meminta Indonesia mencabut Peraturan Pemerintah tentang sunat perempuan. Menurut Amnesty,
aturan itu merupakan
kemunduran dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan.
Baca lebih lanjut

9 Maret 2012 Posted by | humaniora, kemanusiaan | , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Simpati Untuk Sakineh


Hukum terhadap perempuan Iran, Sakineh Mohammadi Ashtiani, yang dijatuhkan lembaga peradilan Republik Islam Iran saat ini mendapat perhatian yang luas dari dunia internasional.

Baca lebih lanjut

6 September 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tak Kenakan Jilbab, Sakineh di cambuk 99 kali


sakineh Seorang wanita Iran yang dijatuhi hukuman rajam sekarang akan dicambuk karena berfoto dengan tidak mengenakan jilbab.

Baca lebih lanjut

5 September 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 3 Komentar

Iran: Ibu Negara Perancis “Pantas Mati”

Setelah melontarkan kata-kata menghina terhadap Ibu Negara Prancis, Carla Bruni sebagai seorang pelacur pada hari Sabtu baru-baru ini, Harian Kayhan, Iran, kembali melontarkan kata-kata itu kembali dengan tambahan “sudah sepantasnya mati” bagi First Lady Prancis itu, setelah ia mengecam hukuman rajam bagi wanita Iran, Sakineh Ashtiani.


Ibu negara Perancis, Carla Bruni- Sarkozy

seperti disiarkan VOA, media pemerintah Iran hari Selasa mengatakan ibu negara Perancis Carla Bruni-Sarkozy sudah sepantasnya mati setelah ia mengecam keputusan Iran untuk menghukum rajam seorang perempuan karena berzinah.

Surat kabar garis keras Kayhan mulanya mencap Bruni seorang pelacur pada hari Sabtu setelah ibu negara itu menandatangani petisi yang menghimbau pembebasan Sakineh Mohamadi Ashtiani.

Sementara itu televisi pemerintah Iran juga menuduh Bruni tidak “bermoral”, dan sekali lagi pada hari Selasa, media yang dikuasai pemerintah Iran mengulang sebutan pelacur itu.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Iran sebelumnya mengungkapkan Pemerintah Republik Islam itu tidak mendukung kecaman-kecaman media itu, namun sejauh ini media-media massa negara itu tidak pernah lepas dari kehendak pemerintah.

Kecaman itu muncul setelah Bruni dan beberapa selebriti Perancis lainnya menulis surat terbuka kepada Ashtiani menjanjikan dukungan mereka.

Wanita Iran itu dijatuhi hukuman rajam setelah dinyatakan bersalah melakukan hubungan tidak sah dengan dua laki-laki setelah sebelumnya ditinggal mati suaminya.

1 September 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kapolri: FPI melakukan banyak aksi kekerasan

Kapolri menyatakan Front Pembela Islam (FPI) termasuk ormas yang melakukan banyak aksi kekerasan tahun 2007-2010.

Baca lebih lanjut

30 Agustus 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

Operasi Perawan Kian Marak Bagi Wanita Arab

Banyak wanita Arab menghadapi bahaya kalau sudah tidak perawan

Baca lebih lanjut

28 April 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Belanda Buka Toko Seks Online untuk Muslim

Sebuah situs internet yang menjual bahan-bahan pemuas kebutuhan seksual untuk kaum muslim diluncurkan di Belanda. Situs toko seksual online tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan erotis tanpa melanggar hukum Syariah. Baca lebih lanjut

31 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tiga Polisi Syariah Aceh Menahan Lalu Setubuhi Paksa Mahasiswi Hukum

Langsa -Malang benar nasib seorang mahasiswi Fakultas Hukum sebuah perguruan tinggi di Langsa, saat berpergian bersama kekasihnya, dia malah ditahan lalu diperkosa oleh tiga orang polisi Syariah, Langsa, Nangroe Aceh Darussalam. Baca lebih lanjut

16 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Ratu Elizabeth Diminta Pindah Islam


London – Seorang Ulama Inggris, Anjem Choudary berulah, dia minta Ratu Elizabeth dari Inggris agar segera memeluk agama Islam. Baca lebih lanjut

20 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Debat Penerapan Hukum Syariah di Belanda

Siapa bilang hanya di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim saja yang memperdebatkan kemungkinan untuk menerapkan hukum-hukum Islam?

Ternyata debat sengit pun bisa terjadi di negara-negara mayoritas non muslim, bahkan di Eropa sekali pun itu diperdebatkan!
Baca lebih lanjut

4 September 2009 Posted by | Agama | , , , , , , , , , , , , | 7 Komentar

Penyunat Gadis Dimejahijaukan

Kota Haarlem menggelar
proses pengadilan yang unik, Kamis 3 September: untuk pertama kalinya di Belanda seseorang diseret ke meja hijau karena penyunatan gadis.
Baca lebih lanjut

4 September 2009 Posted by | Agama | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Hukum cambuk Kartika ditunda


Hukum cambuk atas Kartika Sari Dewi Shukarno yang mestinya dilakukan pekan ini karena minum bir ditunda hingga setelah bulan Ramadhan, demikian pejabat urusan Islam Malaysia mengatakan.

Baca lebih lanjut

25 Agustus 2009 Posted by | Agama, hukum | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Petugas Prancis Diadili Dengan Hukum Syariah

Dua petugas keamanan Prancis yang diculik oleh pemberontak Somalia Senin lalu, akan segera diadili berdasarkan hukum syariah islam. Demikian dikatakan pejabat milisi islam radikal, al-Shabaab. Baca lebih lanjut

19 Juli 2009 Posted by | Agama, hukum | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Ponari, dukun (?) di era fesbuk

By Budi Dharma

Selama sepekan
belakangan ini, wajah utama program berita tv tak lain soal gambar
kerumunan
orang yang tengah antre di sebuah desa. Bukan soal BLT, kelangkaan
minyak
tanah, apalagi nyari gas elpiji. Rata2 mereka yang antre tuch
terkesima dengan
rumor kehebatan Ponari, si dukun cilik yang justru tenar gara2
diliput terus
media massa. Dukun ? Bukankah itu profesi yang sering dikonotasikan
dengan
musyrik ? Tapi tampaknya suara pemuka agama kalah bunyi dalam
menyikapi
keirasionalitasan masyarakat saat ini. Bagaimana mungkin hanya
sekedar air yang
dicelupkan dengan perantaraan batu bisa diklaim menyembuhkan banyak
penyakit ?

Di tengah
keramaian tersebut secara tak langsung sebenarnya menampar muka
pemerintah
dalam hal pelayanan kesehatan bagi rakyat. Bukannya petugas puskesmas
atau
pejabat kelurahan membuka pos pendaftaran kartu askeskin, eh malah
aparat
keamanan yang didatangkan. Lha gimana sich, orang pengen sembuh, tapi
yang
disodorkan malah petugas hukum. Nggak nyambung.

Jangan percaya
mistik, begitu kata MetroTV. Tokh pekerjaan sebagai paranormal dengan
leluasanya beriklan di media massa, bahkan beberapa diantaranya
menjadi
"selebritis infotainment". Beberapa tempat "alam gaib"
seperti di Gunung Kawi
bukannya ditutup dengan alasan musyrik tadi, eh malah dibiarkan
dengan alasan
sebagai lumbung pendapatan asli daerah.

Wah, seandainya
serial "The X-files" masih ada, mungkin kisah Ponari ini bisa
jadi bahan cerita
yang bagus. Benarkah karena kesamber petir bisa menghasilkan efek
mujizat yang
tak terjelaskan dunia medis ? Terus sugesti apa yang menyebabkan
orang2 jadi
kalap dengan mengambil tanah maupun air di sekitar rumah Ponari yang
gubuk itu
? Btw, selama ini kok orang yang mengaku sembuh karena praktek
"pengobatan"
seperti itu tidak ada yang bersaksi di depan publik atau ini semata
omong
kosong doank ?

Kliping : Forum Pembaca Kompas

17 Februari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

TEMANGGUNG: Pemkab Fasilitasi Petani Tolak Fatwa MUI

TEMANGGUNG, Menanggapi kegelisahan kalangan petani tembakau terhadap munculnya
fatwa dilarang merokok oleh MUI Pusat, Pemkab Temanggung berbaik
hati. Pemkab berjanji akan memfasilitasi penolakan kalangan petani
tembakau setempat terhadap fatwa MUI soal rokok. Sebab, perekonomian
daerah ini bergantung pada tembakau.
Komitmen tersebut merupakan hasil dari pertemuan antara Asosiasi
Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung dan Bupati Hasyim
Affandi kemarin. Fasilitasi tersebut guna menyatukan langkah dan
persepsi stakehorder, sehingga pemkab bisa menyikapi fatwa MUI.
“Bentuknya antara lain, bupati akan memfasilitasi APTI bertemu para
stakeholder, seperti asosiasi buruh dan para ulama di Temanggung.
Pelaksanaannya dalam waktu dekat ini,” kata Sekjen APTI Temanggung
Nurtantio Wisnubrata, kemarin.
Setelah itu, lanjut Wisnu, pihaknya akan menggelar “Rapat Akbar
Petani Tembakau Temanggung”. “Waktunya dalam jangka tidak lebih dari
14 hari ke depan. Yang jelas dalam waktu dekat. Rapat ini akan
diikuti lebih dari 10 ribu petani tembakau. Sedang tempatnya, kami
masih berkoordinasi dengan pihak keamanan,” katanya.
Untuk memuluskan langkahnya ini, Wisnu mengaku telah mendatangi
Ketua MUI Temanggung KH Yakub Mubarok. “Pak Yakub sudah mendukung
langkah kami yang menolak fatwa MUI meski beliau juga ketua MUI
disini,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Temanggung Tomy Eka Kartika,
menyatakan, baru akan menyikapi fatwa MUI setelah MUI mengirim surat
ke pihaknya terkait keluarnya fatwa tersebut. Untuk sementara
dirinya selaku pi-hak dewan belum mau berkomentar le-bih jauh.
“Dewan pasti akan mendengarkan aspirasi petani tembakau,” janjinya.
her-skh

8 Februari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Guru Agama Tes Keperawanan Pakai Jimat

PAMEKASAN, RABU — Dunia pendidikan kembali tercoreng. Delapan wali
murid siswa kelas III SMPN 6 Pamekasan, Selasa (27/1), memprotes
tindakan Thalib, guru pendidikan agama, yang dinilai mengarah pada
pelecehan seksual terhadap muridnya.

Tindakan tak senonoh itu dilakukan Thalib dengan cara memanggil satu
demi satu siswi ke ruang usaha kesehatan sekolah (UKS) untuk dites
keperawanannya dengan menggunakan jimat.

Kedatangan wali murid ke sekolah itu membuat kaget Kepala Sekolah
(Kasek) SMPN 6 Budi Trianto. “Kami ke sini ingin bertemu Pak Thalib,
tolong hadirkan segera,” kata Hasim, salah seorang wali murid dengan
nada tinggi.

Menurut pengakuan sejumlah wali murid, anak-anak mereka belakangan ini
terlihat sedih. Mereka mengaku takut kala bertemu Thalib, setelah
dipanggil dan ditanya status keperawanannya.

Sebagai guru agama, tindakan itu tidak pantas dilakukan kepada anak
didiknya, apalagi tindakannya mengarah pada pelecehan seksual.
Persoalan perawan atau tidak bukan urusan guru, apalagi anak-anak
mereka masih perawan.

Mendengar cerita wali murid, Budi Trianto hanya terdiam. Ia pun
menyuruh guru lain memanggil Thalib. Saat menemui wali murid, Thalib
membantah tudingan melakukan pelecehan seksual dengan jimat kepada
muridnya.

“Semua itu tidak benar. Saya hanya menanyakan secara baik-baik kepada
anak-anak. Tidak ada maksud tertentu, kecuali saya ingin memperbaiki
akhlak anak-anak. Itu saja tujuan saya,” kilah Thalib.

Kemudian, delapan siswi yang diduga menjadi korban percobaan pelecehan
seksual dipertemukan dengan Thalib. Salah seorang siswi, sebut saja
Bunga (nama samaran), mengungkapkan, beberapa waktu lalu ia dipanggil
Thalib ke ruang UKS dan ditanyai apakah sudah pacaran atau belum dan
apa pernah berhubungan badan dengan laki-laki.

Merasa dirinya tidak pernah berhubungan badan dengan laki-laki, siswi
itu menjawab dirinya masih perawan. Namun, Thalib tidak percaya dan
mengeluarkan sebuah benda persegi empat yang diakui sebagai jimat,
alat untuk mengetes keperawanan seseorang.

“Saat itu saya disuruh memegang jimat itu. Lalu, kaki kanan Pak Thalib
beberapa kali disentuhkan ke paha saya. Apa maksud dari semua itu,
saya tidak mengerti. Sejak kejadian itu, saya jadi takut pada Pak
Thalib,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Melati (nama samaran), siswi lainnya.
Pertanyaan yang diajukan kepada Melati sama seperti kepada siswi
lainnya. Hanya, Melati pernah ditawari Thalib diajak berhubungan
badan, tetapi dengan halus Melati menolaknya.

“Azimat-nya itu ditempelkan ke perut kanan saya. Karena saya
betul-betul masih perawan, saya tidak takut dites,” kata Melati, yang
juga diakui siswi lainnya.

Seusai mendengarkan pengakuan beberapa siswinya, Thalib mengakui jika
dirinya pernah memanggil sejumlah siswinya ke ruang UKS. Pemanggilan
itu semata-mata ingin mendidik siswinya agar tidak terjerumus pada
pergaulan bebas.

Thalib juga mengaku, ajakan berhubungan badan dengan siswinya sekadar
bergurau saja. Sebagai guru agama, yang sudah memiliki tiga anak,
tidak mungkin melakukan tindakan amoral dengan anak didik sendiri.

Namun, sewaktu didesak wali murid untuk mengeluarkan jimatnya, Thalib
menolak dengan alasan tidak memiliki jimat. Karena penjelasan Thalib
dianggap tidak memuaskan, wali murid sepakat melaporkan kasus itu ke
polisi. “Kami sepakat menyelesaikan kasus ini lewat jalur hukum saja,”
papar salah seorang wali murid.

Sementara itu, Kasek SMPN 6 Budi Trianto saat dikonfirmasi mengatakan,
pihaknya masih belum menentukan langkah terkait laporan wali murid.
“Sekarang kami mau rapat dulu membahas masalah ini. Kami harap
persoalan ini tidak usah dibawa ke polisi, tetapi secara
kekeluargaan,” ujarnya.

Kliping: kompas.com

28 Januari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 3 Komentar