Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Cerita Duka

Duka Panjang Dalam Cerita Luka Sahabat-Mu

Tres, akhirnya kamu pun pergi meninggalkan kami.
Padahal aku pingin bertemu kamu untuk menceriterakan banyak hal kepada kamu.
Memang aku tau kamu lagi sakit dari teman kerja kamu dari dua bulanan yang lalu, katanya kamu sakit parah, masuk rumah sakit, lalu entah mengapa kamu keluar, apakah kamu kurang biaya? Bukankah ada program pemerintah untuk masyarakat miskin sehingga kamu tidak perlu kuatir tentang biaya?
Aku memang sedih dan selalu berdoa buat kesembuhan kamu, karena sekali lagi, aku butuh kamu, aku percaya kamu bisa memahami apa yang aku alami tentang hubungan aku dengan kakak kamu. Aku selalu merasa kamu akan menjadi adek kami yang baik.
Saat ini sebenarnya aku menyesal tidak selalu hubungi kamu lewat handphone, padahal aku pingin sekali untuk itu, juga ingin mengetahui kampung kita serta semua keluarga kita disana.
Saat jumpa kamu, tiga bulan yang lalu, aku tidak menemukan kejanggalan padamu, kamu bahkan terlihat riang, seperti memang sudah menjadi pembawaanmu.
Saat itu kamu bertanya aku mau ke kampung atau tidak, karena itu bertepatan dengan bapak kamu yang hendak membayar belis karena selama pernikahan yang belasan tahun ini kewajiban adat itu belum terlunaskan. Sebenarnya aku pingin datang melihat prosesi adat itu selain juga rindu bapak serta mama Frans, tapi terpaksa aku jawab tidak sebab ada persoalan yang membuat aku enggan kesana.
Sebenarnya itu pula yang akan aku katakan ke kamu.
Tres, sekalipun Evodini dusun dari desa Ikan Tuanbes, kecamatan Sasi Tamean itu bukanlah tempat kelahiranku, bahkan bukan pula sukuku, tapi disana aku mengalami banyak hal, suka maupun duka.
Kamu tau aku bahagia karena disana terukir sayangku buat Ria, yang akhirnya sangat membuatku berduka karena kepergiannya yang begitu cepat diusia balitanya. Disaat dia lagi lucu-lucunya, cantik dan pintar.
Kamu pasti tau seperti juga semua orang-orang di kampung sana, bahwa aku teramat menyayangi Ria, keponakanmu itu.
Bahkan satu alasan yang paling dominan yang membuatku selalu kerasan di kampung adalah karena selalu pingin dekat sikembar Ria dan Rio.
Kamu tau kan, keduanya lucu banget!
Dan akhirnya Ria pergi, dan kejadian-kejadian berikutnya membuat aku tak lagi kesana. Kamu mesti tau, itu semuanya membuat aku down, termasuk akibat dari perbuatan beberapa orang disana yang kurang bermoral watak serta tingkah lakunya, kamu tau itu.
Belum berakhir baik keadaan, justru aku dengar kabar dari sopir atasannya bapak Piet, saat aku mencari ke kantornya, bahwa bapak Piet lagi tidak masuk karena kepala dinasnya ke Kupang. Dia menambahkan kalo sebelumnya bapak Piet juga beberapa minggu tidak masuk kantor karena kenarian anak piaranya yang sebelumya sakit berat. Aku terhenyak, siapa lagi kalo itu bukan kamu, Tres? Apalagi aku dengar seminggu yang lalu bahwa kamu sudah sulit tertolong, O2 bahkan akan dilepas.
Aduh, Tres, aku sedih, belum dua tahun aku kehilangan Ria, kini malah kamu juga kepergianmu ini semakin menambah panjang duka hatiku.
Tres, kepergian Ria belum bisa aku lupakan sedikitpun, tapi mengapa kamu pun lalu pergi? Kepada siapa lagi aku menceritakan perasaan gundah hati ini tentang orang-orang di kampung kita?
Tres, rasakah kamu kalo dari jauh aku selalu membisiki kata-kata semangat maupun doa buat kamu?
Dengarkah kamu kalo aku selalu membisiki dari sini, kamu sakit apa?
Tres, kamu pasti dengar permintaanku agar kamu bertahan lalu sembuh agar kamu bisa mendengar panjangnya cerita dukaku di Kampung kita.

18 Komentar »

  1. jagan hanya mempedulikanyang kaya tapi lihatlah yang miskin dan melarat di belusebab mereka juga manusia yang butuh perhatian.

    Komentar oleh octovianus manek | 13 September 2009 | Balas

  2. Tres itu siapa buat kamu? Dia kerja apa, dimana? Dia sakit apa? Ria-Rio itu apanya kamu?

    Komentar oleh Herry Bria | 14 September 2009 | Balas

  3. kamu sekarang ada di mana

    Komentar oleh dwiky | 23 Oktober 2009 | Balas

  4. Klau aq bleh tau tres t skit paan?

    Komentar oleh Diana | 14 November 2009 | Balas

  5. Te ngarti ah…

    Komentar oleh Lin | 4 Desember 2009 | Balas

  6. MUNGKIN FILM INI JANGAN DITAYANGKAN KARNA MEMBUAT DUNIA INI RESAH TIDAK KARUAN

    Komentar oleh NADYA | 14 Desember 2009 | Balas

  7. 2012 ITU MASIH LAMA AGAR SHOLAT&MENGAJINYA HARUS RAJIN AGAR ORANG ISLAM BANYAK PAHALA

    Komentar oleh NADYA | 14 Desember 2009 | Balas

  8. W LG BETE NICH, PCR W LG MARAH MA W,W JD PUSING,GMN W BIAR BISA D TLPN & D XMX LG MA DIA .W KOQ JD MARAH SENDIRI SICH?PADAHAL KAN TU SLH W,PA W MNT MAAF JA MA DIA .SMG W DIMAAFIN MA DIA DOAIN Y SMG LNCR!KL CARA NIH G BRSL TLNG CARIIN IDE YG KREATIF !KOQ W JD CURHAT Y MAAF KL GANGU

    SALAM HANGAT DARI NADYA MUACHHHHH……….??????

    DAH JNGN KANGEN MA CURHATAN W KPN2 W CURHAT LG DEAH!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh NADYA | 15 Desember 2009 | Balas

  9. kepada bpk bupati belu yang terhormat tlg…n tlg…perhatikan masyrakat bagian utara jln masi rusak peneragan masi minim di mana perhatian bpk slama ini n tlg perhatikan kecamtan lasiolat tu jagan hanya tutup mata saja…seorang yang berpendidikan kok hanya muluk dengan janji-janji palsunya..klo ke utara dari wedomu sampe marae,klo bpk kesana mandin tidur aja,ato minum CTM biar tida sadar klo bpk sadar pasti kaget karna liat jln an yang bagus..biar badan tidak sakit.makasi putra lhurus.

    Komentar oleh sevrin m | 12 Januari 2010 | Balas

  10. bpk bupati belu yang bidiman yang sagat dihormati mana janji-janji buat orang lahurus su terbukti blm…..

    Komentar oleh sevrin m | 12 Januari 2010 | Balas

  11. Janjinya apa? Biar aku tanyakan ke beliaunya ya.

    Komentar oleh erensdh | 12 Januari 2010 | Balas

  12. Permintaan rakyat smoga Bpk Bupati mengeluarkan anggaran untuk jln kwr dri wedomu menuju Builalu tu bsa di perbaiki sebab dah pada lobang2…..Trimakasih. Jakarta,30 januari 2010

    Komentar oleh M@lly @sueman/Bubuluku'Purlolo | 30 Januari 2010 | Balas

  13. punk sedih lai cerita diatas….rasa rasa penulis ju mo ikut mati.
    om penulis yang sabar eee.
    kalo om penulis butuh cerita (berhubung tres su meninggal) hubungi beta sa. beta punk kampung ju di sasitamean.
    tapi sekarang beta bukan di sasitamean jadi lain kali sa.
    makasi om penulis. salam pramuka. hehehe

    Komentar oleh vita | 8 Juli 2010 | Balas

  14. segala sesuatu yg hilang dari kita ntah itu barang,nth itu teman,ntah itu adik or kk, atwpun org tua kita hanya tuhan yg tau apa maksud dan tujuan nya.
    dan tuhan itu berhak karna kt semua akn kmbali kpdanya uga.
    kita sebagai mnusia hnya bs bersabar dan bnyak2 tawakal.

    Komentar oleh namharahtir ritharachman | 15 November 2011 | Balas

  15. cerita nya .OJP. ora jelas pisan..

    Komentar oleh ceritanya gk jelas | 30 Juli 2012 | Balas

  16. Nasibmu hampir sama dgnku,

    Komentar oleh Anonim | 9 Januari 2013 | Balas

    • Buat kota kefamenanu. Buat saya kota kefamenenu adalah kota yang sagat luara biasa juga banyak perubahan. Kalo pake bahasa dawan artinya au um nau ko. Kota kefa kota tercinta kota kelahiran ku.

      Komentar oleh agustinus kefi | 12 Januari 2013 | Balas

    • Kata. Ini begitu menyakit kan. Umur ku 21 tahun. Kata cinta. Cinta itu kadang menyakit kan. Cinta datang bagaikan hujan pergi seperti angin hanya sekejap saja. Bagai mana kita harus menjaga agar cinta itu tak pergi ya mungkin kita harus saling memperyayain satu sama lain. Cinta itu bukanlah hanya sebuah kata2 yang indah tapi cinta itu adalah sebuah tindakan tanpa kata2 itulah yang membuat pasangan kita bangga dan bahagia memiliki mu .( • • )

      Komentar oleh agustinus kefi | 12 Januari 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: