Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

TKW Indonesia Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

“Saya takut, tidak punya
pilihan kecuali melayani
ketiga polisi itu.”

Seorang tenaga kerja wanita asal Indonesia mengaku diperkosa oleh tiga polisi Malaysia. TKW berusia 25 tahun itu mengaku pemerkosaan berlangsung di kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia.

Seperti dilaporkan New Strait Times, Sabtu 10 November 2012,TKW itu mengisahkan bagaimana mulainya terjadi. Diceritakan saat itu pukul
06.20 pagi (waktu setempat). dia melintas di wilayah Prai, dimana ia dihentikan oleh dua polisi.

“Mereka meminta saya menunjukkan dokumen identitas, tapi waktu itu saya hanya punya fotokopi paspor dan polisi meminta saya ikut mereka ke kantor polisi,” kata perempuan yang tidak disebutkan namanya itu.

Perempuan itu lebih lanjut mengatakan dia lalu disekap disebuah ruangan sebelum kemudian dia dibawa ke sebuah ruangan lain dimana dia lalu diperlakukan secara tak senonoh oleh para polisi tersebut.

“Saya takut dan tidak punya pilihan lain kecuali melayani ketiga polisi itu,” kata perempuan itu.

Usai diperkosa, TKW itu lalu dibawa oleh dua polisi
lain ke Taman Impian di Alma
sebelum akhirnya dia membuat
laporan pada pukul 15.00 waktu
setempat. Setelah membuat
laporan, perempuan yang masih disembunyikan identitas ini
dibawa ke Rumah Sakit Seberang Jaya untuk menjalani
pemeriksaan.

Kepala Polisi Datuk Abdul Rahim Hanafi saat dikonfirmasi mengakui laporan pemerkosaan itu, mengatakan, penyelidikan kasus ini tengah berjalan. “Kami akan memastikan bahwa polisi tidak akan melindungi (anggota) jika tuduhan itu ternyata benar,” kata Abdul Rahim, Sabtu kemarin.

Dia menambahkan, ketiga polisi
yang dilaporkan itu telah diskors selama sepekan sejak Jumat.

11 November 2012 - Posted by | internasional, Kriminalitas | , , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Mohon di adakan alat buat share ke fb dong :(

    Komentar oleh Bang Uddin | 11 November 2012 | Balas

  2. Pesan Untuk Polisi
    saya penduduk kota medan, di medan polisi seperti setan. kenapa ? di sini, halal bagi polisi langgar lampu merah. disini halal bagi polisi mengancam mau menambrak kendaraan sepeda motor yang berjalan di sebelah kiri/bukan jalur mendahului. dengan baju kepolisian coklat dengan mobil senia putih tanpa lampu sirene, mungkin mobil pribadi datang terburu-buru jam 10 pagi mungkin kapolda atau kapolri datang mendadak ternyata anggotanya kocar-kacir di jalan. di medan anda bisa menemui harga tilang tanpa helm 20 ribu, jika dua orang jadi 40 ribu. hanya dimedan anda juga dapat menawar dari 40 ribu jadi 20 ribu. di medan anda akan sulit bedakan mana pohon palem dengan polisi sembunyi. karena disimpang jalan juanda polisi sembunyi & mengintip di belakang pohon palem. di medan, anda akan melihat rakyat biasa ditilang sedangkan kawannya pakaian polisi yang tanpa helm lewat hanya modal klekson dibiarkan lewat. atau hanya di medan anda bisa menemukan jam 6 sore polisi lalulintas sudah pulang sedangkan lalulintas sangat macet, muncullah pahlawan sekitar, preman polisi 100, hanya yang bayar uang yang dilewatkannya, kemana polisi lalulintas. lalu hanya di medan anda akan temukan ketika pejabat setingkat kepala bagian lewat, lampu trafik lalulintas diputus oleh polisi lalulintas, ketika rombongan lewat lampu merah kembali dihidupkan. tepatnya di simpang juanda-polonia. hanya di medan, ketika ada orang yang ditilang diajak ke belakang pos polisi, disana tawar menawar terjadi. kejadian itu di simpang jalan s parman & jalan sudirman. lalu anda juga akan melihat polisi bergerombolan duduk di kedai tuak, daerah itu namanya selambo, tiap hati ada mobil patroli polisi parkir di depan kedai tuak, kadang dari pagi anggota polisi sudah minum tuak di medan. atau hanya di medan, ketika anak anggota DPD mengurus SIM kami warga biasa dilangkahi, inisial anggota DPD itu R S, dari sumatera utara. orang ini lumayan terkenal & punya aset banyak. kami rakyat medan hanya jadi sapi perah dari puluhan jebakan tilang. lalu dimanakan PROPAM, inilah kisahku yang ku alami hidup di medan menghadapi polisi dengan seribu jebakan. di medan , aku sulit bedakan mana preman & polisi. karena sama-sama kasar & suka palaki orang dengan tilangnya. di medan ketika kami protes maka polisi akan mengajak kami ke rambu lalulintas yang dilanggar dengan terlebih dahulu menggeser daun dari pepohonan yang menutupi rambu lalulintas itu, kejadian itu bisa anda dapatkan di jalan pandu-jalan cirebon, ada rambu dilarang belok kiri yang tertutup pohon, sedangkan di balik jalan anda akan menemukan 2 atau 3 orang polisi mengintip anda, waspadalah. atau dengan kesadaran tinggi ada masyarakat yang memasang rambu jalan dilarang berbelok dengan spidol & karton di jalan sm raja menuju jalan juanda, pasti orang ini sudah pernah kena hisap vampire jebakan. karena di seberang jalan ada 4 orang polisi duduk-duduk disekitar pos polisi menanti kesalahan yang membawa rezeki. atau hanya di medan rombongan pawai produk dikawal polisi sedangkan anggota pawai tidak pakai helm di dilindungi & diberi jalan terlebih dahulu sama polisi, atau mobil vorrider atau sepeda motor vorrider sekarang jadi buka bisnis iring-iringan mobil pengantin, untuk inikah saya bayar pajak kepada pemerintah, untuk berhenti/menepi menunggu iringan vorrider membawa mobil penganti lewat atau rombongan karyawan swasta yang studi tour lewat. inilah wajah polisi kota medan, bagaimana dengan kota anda ?
    namaku yohannes, tiap hari aku dikutipin pajak sama pemerintah tapi inilah hasil kelakuan aparat polisi yang ku terima.

    Komentar oleh yohannes | 13 November 2012 | Balas

  3. Hai, bleh gc kta gabng

    Komentar oleh Rian javar | 22 November 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: