Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

MUI Sumut Bahas Fatwa Larangan Merokok

MEDAN, KAMIS — Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan secepatnya membahas
fatwa tentang larangan merokok, yang rencananya diselenggarakan di
Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, 24 Januari 2009.

“Mengenai fatwa itu akan secepatnya dikeluarkan, ini sudah cukup lama
dibahas dan dibicarakan para alim ulama di Indonesia,” kata Ketua Umum
MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah, MA di Medan, Kamis (8/1). Hal
tersebut dikatakannya ketika ditanya mengenai pembahasan akhir fatwa
dari MUI tentang larangan merokok itu.

Dalam pertemuan tersebut akan berkumpul para Ketua MUI seluruh
provinsi dan instansi terkait lainnya untuk membicarakan masalah fatwa
itu dan penyelesaiannya. Akan dibahas juga isu-isu mengenai perkawinan
usia dini, pornografi dan pornoaksi, ketentuan penyaluran zakat fitrah
dan masalah lainnya yang dianggap penting.

“MUI akan mengeluarkan fatwa-fatwa yang dianggap perlu, ini tujuannya
adalah untuk kepentingan masyarakat,” ujar Abdullah Syah yang juga
Guru Besar IAIN Sumut.

Ia menjelaskan, dalam pembahasan fatwa larangan merokok perlu
dilakukan secara teliti serta arif karena masalah ini menyangkut
kepentingan orang banyak, jangan ada orang yang merasa dirugikan
dengan dikeluarkannya fatwa itu.

“Sebelum adanya fatwa itu, sudah banyak orang yang merasa keberatan.
Hal ini lah yang harus kita jaga setelah keluarnya fatwa larangan
merokok,” kata Abdullah Syah.

wsn
Sumber : Ant
ara

9 Januari 2009 Posted by | Agama, Islam, katolik, muslim, pornoaksi, pornografi, syariah | , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Korban Tewas di Gaza Meningkat Menjadi 763

KOTA GAZA, KAMIS – Jumlah korban tewas akibat ofensif Israel di Jalur
Gaza meningkat menjadi 763, Kamis, setelah serangan-serangan baru,
sementara puluhan mayat ditemukan selama penghentian sesaat pemboman
Israel, kata beberapa petugas medis.

Sekitar 20 orang, banyak diantaranya wanita dan anak-anak, tewas dalam
serangan
baru militer Israel pada Kamis, kata Mouawiya Hassanein, kepala badan
pelayanan darurat Gaza.

Petugas penyelamat juga menemukan banyak mayat di antara puing-puing
ketika mereka melakukan pencarian selama penghentian perang tiga jam
di Gaza antara pukul 11.00 GMT
(pukul 18.00 WIB) dan pukul 14.00 GMT (pukul 21.00 WIB), katanya.

Jumlah kematian akibat serangan Israel telah melampaui 700 pada Rabu
malam, namun Hassanein mengatakan kepada AFP, “Jumlah kematian telah
meningkat lagi menjadi 763 setelah penemuan banyak mayat di zona-zona
yang tidak bisa kami jangkau sebelumnya,” khususnya di sekitar
Jabaliya dan Atatra di wilayah utara dan Zeitoun di Kota Gaza.

Sementara itu, Kamis, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menuduh
Israel tidak membantu korban-korban yang cedera di sebuah daerah Gaza
dimana petugas penyelamat menemukan empat anak kecil berkumpul di
sekitar mayat ibu mereka, terlalu lemah untuk berdiri.

Militer Israel “telah gagal memenuhi kewajibannya menurut hukum
kemanusiaan internasional untuk merawat dan mengangkut korban-korban
yang terluka”, kata ICRC dalam sebuah pernyataannya.

Mereka mengatakan, pasukan Israel berusaha mengusir petugas penyelamat
ketika
mereka akhirnya menjangkau lokasi mengerikan di daerah Zeitun yang
dihancurkan di Kota Gaza pada Rabu, empat hari setelah jalur aman
diminta dibuka.

Penundaan membuka akses bagi petugas penyelamat itu merupakan tindakan
yang “tidak bisa diterima”, kata ICRC.

Kekerasan di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata
enam bulan berakhir pada 19 Desember.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi
tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan
darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan
kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun lalu setelah
mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud
Abbas dalam pertempuran mematikan
selama beberapa hari.

Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.
Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah — Jalur Gaza yang
dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi
teroris.

Ehud Olmert yang akan mengakhiri tugas sebagai PM Israel telah
memperingatkan mengenai konfrontasi yang akan segera terjadi dengan
Hamas meski gencatan senjata yang ditengahi Mesir diberlakukan pada 19
Juni

Sumber : Antara, Kopas

9 Januari 2009 Posted by | Agama, Islam, katolik | , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar