Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Televisi Bukan Alat Hiburan utama Remaja

Sebuah hasil survey baru-baru ini mendapati kaum remaja kini tidak lagi menempatkan televisi
sebagai alat hiburan utama mereka.

Baca lebih lanjut

25 Oktober 2012 Posted by | lingkungan | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Lowongan Kerja di VOA

Anda lancar berbahasa Indonesia serta memahami dengan baik bahasa Inggris secara lisan maupun tertulis?
Mungkin ini kesempatan anda untuk bekerja pada Suara Amerika (VOA).
VOA menawarkan beberapa tipe posisi pekerjaan:
1. Pekerja Tetap – Regular Full-time Employee (FTE)
2. Pekerja Kontraktor -Purchase Order Vendors (POV)
3. Pekerja Magang – Intern
4. Pekerja Reporter Lepas -Stringer
5. Pekerja Beasiswa – PPIA dan VOA Broadcasting
Ada beberapa cara untuk dapat bekerja di Voice of Amerika Seksi Indonesia, antara lain adalah silahkan mengunjungi Web site http://www.usajobs.comatau http://www.opm.gov.
1. Regular Full-Time Employee
International Broadcaster (IB)
Deskripsi Pekerjaan:
IB melakukan banyak peran/tugas penting dalam proses siaran. Tugas-tugas itu adalah sebagai reporter, penulis naskah, penterjemah, moderator, produser, dan juga penyiar. Tugas itu juga meliputi sebagai supervisor dan mengepalai tim, memberikan motivasi dan memimpin karyawan lainnya.
Status:
IB adalah pegawai pemerintah federal yang bekerja untuk International Broadcasting Bureau (IBB). Sebagai IB, karyawan mendapat berbagai tunjangan dari pemerintah, antara lain: asuransi kesehatan, liburan dan cuti sakit, pensiun, dsb.
Visa dan Ijin Kerja:
IB harus memiliki visa dan ijin kerja yang sah untuk bekerja di Amerika Serikat (bagi yang bukan warganegara Amerika). Dalam hal tertentu, VOA akan mensponsori pemberian visa J-1 kepada mereka yang bukan warganegara Amerika dan terpilih/terseleksi menjadi IB.
Persyaratan:
silahkan anda klik ini untuk baca lebih lanjut

12 Juli 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 1 Komentar

Mengapa 3 Stasiun TV Kompak Tolak Iklan Pemilu Mega-Pro?


Pepih Nugraha

Saya menyaksikan iklan pemilu dari capres/cawapres Megawati Soekarnoputri – Prabowo Subianto (MEGA-PRO) di Youtube yang disebut-sebut ditolak penayangannya secara kompak oleh sembilan stasiun televisi dan saya merasa tidak ada sesuatu yang “berbahaya” dan “ancaman” dari penayangan iklan pemilu itu. Saya tidak tahu siapa yang merasa terancam, apakah stasiun televisi, pemerintah, KPU, Bawaslu, atau para pemilik stasiun televisi itu atas nama “kepentingan”? Lantas hak pemirsa untuk melihat tayangan iklan pemilu itu dikemanakan? Bukankah lebih baik ditayangkan dulu lalu kemudian dilarang jika terbukti berbahaya dan mengancam?

Iklan pemilu yang saya lihat di Youtube berjudul Harga itu menggambarkan kehidupan sehari-hari rakyat kecil. Namun di sana terselip sekuel angka-angka yang saling berganti. Konon, ada empat seri iklan pemilu MEGA-PRO yang ditolak oleh sembilan stasiun televisi itu, yakni iklan pemilu berjudul: Bangkrut, Mencintai, Pekerjaan, dan Harga. Sementara tiga materi iklan pemilu lainnya berjudul Persatuan, Maju dan Tim, bisa diterima semua stasiun televisi.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh, iklan pemilu Bangkrut hanya diterima Indosiar, sementara stasiun lain menolaknya. Iklan Mencintai ditolak antara lain oleh RCTI, Global, Trans, dan Trans7. Iklan Harga dan Pekerjaan ditolak antara lain oleh SCTV, Trans dan Trans7.

Iklan Harga menggambarkan uang yang tersimpan di dompet, uang itu cepat berubah dari nilai Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, sampai tinggal Rp 1.000 dan lalu menghilang di dompet. Untuk harga-harga nilai uang digambarkan cepat meroket naik. Cabai dari Rp 7.500 naik menjadi Rp 11.000, mintak goreng naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 10.000. Orang menuang bensin ke tangki motor, belum lagi tangki penuh bensin sudah habis kering kerontang. Transportasi rakyat digambarkan menghilang, bahkan sajian makanan di meja makan keluarga pun cepat menghilang.

Ada penggambaran Istana Merdeka, lalu diganti dengan gambaran seorang ibu yang harus membayar tabung gas 3 kiloan berwarna hijau, padahal seharusnya tabung gas itu gratis. Digambarkan pula rakyat yang menderita (mungkin akibat bencana) nasional yang kerap menerpa, digambarkan orang susah dimana-mana, sampai kemudian datanglah sosok MEGA-PRO menyapa rakyat petani, anak-anak sekolah, dan pedagang di pasar. Iklan pemilu ditutup dengan tulisan “MEGA-PRO” nomor urut “1″ dengan tanda “contrengan” (v).

Lantas yang menjadi pertanyaan saya: mengapa sembilan stasiun televisi begitu kompak tidak bersedia menayangkan iklan pemilu MEGA-PRO yang konon berdasar data dan angka-angka dari BPS yang berarti real dan bukan angka jadi-jadian itu? Bukannya selama ini stasiun televisi manapun sangat lapar akan kue iklan yang lezat yang berasal dari pundi-pundi capres/cawapres? Kalau stasiun-stasiun televisi begitu kompak menolak, siapa kiranya yang meminta kesembilan stasiun televisi itu untuk kompak menolak iklan pemilu MEGA-PRO? Pemerintahkah? Bawaslukah? KPU-kah? atau Siapa? Atau itu tadi, swasensor pemiliknya sendiri karena rasa takut atau atas nama “kepentingan” lain?

Harus ada penjelasan kepada publik mengenai hal ini! Kita tahu, unsur pemerintah dalam hal ini (kalau benar pihak yang meminta sembilan stasiun televisi untuk kompak menolak) adalah incumbent. Incumbent tidak lain Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK). Nah, apakah SBY dan JK sebagai incumbent merasa keberatan dengan iklan yang mungkin dianggap “mendiskreditkan” kinerja pemerintah mereka saat sebagai presiden/wapres?

Sebagai hasil kreativitas, apapun bentuk dan medianya, saya pribadi sangat menyayangkan adanya pelarangan iklan pemilu itu kalau benar itu terjadi. Mengapa, sebab hasil keativitas itu harus dibunuh justru sebelum dilahirkan. Bukankah lebih baik dinilai dulu baru kemudian diambil tindakan? Bolehlah Bawaslu bekerja setelah penayangan ini. Jika sebelum ditayangkan sudah harus dilarang, bukankah berarti sensor namanya dan setiap sensor bisa diartikan sebagai diktator atau sewenang-wenang!?

Jika sampai persoalan ini mencuat ke permukaan dan publik tahu siapa pihak yang melarang-larang iklan pemilu MEGA-PRO, besar kemungkinan orang itu (kalau dia capres/cawapres), akan mengundang antipati publik karena menggambarkan paranoid dan ketakutan berlebihan yang tidak beralasan. Meminjam istilah catur, tepat rasanya jika dibilang sebagai “blunder” besar. Sebaliknya, MEGA-PRO akan menangguk simpatik publik karena dianggap pihak yang dirugikan akibat kreativitas dan idenya diberangus oleh sembilan stasiun televisi.

Saya menduga-duga, jangan-jangan pihak-pihak yang melarang iklan pemilu MEGA-PRO itu masih trauma atas nyelonongnya Si Butet Yogya (disingkat SBY juga, kan?) saat Deklarasi Pemilu Damai tempo hari. Kita tahu SBY yang satu ini menelanjangi pemerintah dan KPU secara terang-terangan dan terduga di depan SBY yang incumbent. Apakah KPU, Bawaslu dan juga pemerintah takut aksi Si Butet Yogya ini terulang kembali melalui iklan pemilu MEGA-PRO?

Ah, rasanya nggak perlu separno itu deh!
Sumber: kompasiana.com

Iklan tentang harga naik yang ditolak penayangannya oleh beberapa stasiun TV swasta bisa klik di Youtube:

18 Juni 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar

3 Kebiasaan Utama Presenter Andal

Presenter TV merupakan pekerjaan yang menjanjikan popularitas,
kepuasan
kerja dan peluang jaringan yang amat luas. Pekerjaan presenter TV
tidak
hanya menyampaikan informasi tetapi mereka juga harus mampu
meng”entertain”
pemirsanya. Selain itu presenter TV sekarang bukan hanya terlibat
dalam
memandu acara, mengenalkan dan menginterview bintang tamu tapi lebih
dari
itu mereka juga dituntut memiliki keahlian pada saat merencanakan,
meneliti,
dan menulis script yang mereka bawakan sebelum disiarkan. Kompleksitas
keahlian yang harus dimiliki seorang presenter TV dimulai dengan 3
habit
utama seorang presenter :

1. Berlatihlah sebanyak mungkin,

Jangan pernah merasa puas dengan performa yang anda miliki sekarang.
Berlatihlah menulis script anda sendiri dan berlatihlah didepan
cermin.
Tidak ada salahnya anda mengajak teman anda untuk diinterview juga
didepan
cermin. Jika anda merasa telah mahir tidak ada salahnya anda
memberikan
keahlian anda secara gratis kepada lembaga sosial yang membutuhkan
anda
untuk presentasi secara gratis. Anggap saja anda telah dibayar dengan
kesempatan yang penting buat anda. Ingat “practice makes perfect”

2. Bekerja keras dan jangan pernah menyerah

Pekerjaan menjadi presenter TV melibatkan emosi dan perasaan bukan
hanya
pada saat membawakan acara tetapi sebelum running acara dan evaluasi
setelah
acara dibawakan. Seringkali presenter TV harus mengurangi waktu tidur
mereka
untuk melihat berbagai jenis acara sebagai inspirasi ataupun
benchmarking
buat acara mereka.

3. Ciptakan image anda sendiri

Jangan pernah meniru orang lain, jadilah diri anda sendiri pada saat
membawakan suatu acara. Pencitraan ini amat penting bagi seorang TV
presenter.

Selamat mencoba menjadi TV presenter, Good Luck

IBSC TV Presenter mulai 7 Januari 09 pindah ke

Jln Pengadengan Timur Raya no 4 Jakarta Selatan 12770

T 021.9373 3943 / 0856 8607709
http://www.ibsctvpresenter.com

9 Februari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , | 1 Komentar

Media Internet siap-siap menjadi media Terdepan

Mungkin anda sependapat dengan judul artikel Kompas seperti yang saya kutip berikut ini?

Media Cetak Kalah Populer dari Televisi dan Internet

media cetak

London, Rabu – Perkembangan teknologi yang begitu pesat dan melejit,
terutama penggunaan internet, membuat media cetak atau surat kabar
kini berada dalam posisi kurang menguntungkan dalam segi pemberitaan
olahraga, terutama sepak bola.

Dalam survei terhadap pendukung EPL (Liga Inggris) di seluruh dunia,
sebanyak 92 persen menempatkan televisi sebagai media terunggul dalam
menikmati pertandingan sepak bola.

Di urutan kedua, sebanyak 82 persen responden menunjuk internet
sebagai media tempat mereka bisa mengakses hasil dan pengetahuan
tentang sepak bola. Adapun surat kabar ada di posisi ketiga dengan 55
persen responden menganggap sebagai bacaan yang dapat memberikan
pengetahuan tentang sepak bola.

Survei itu disponsori oleh sponsor utama Liga Inggris, Barclays, dan
dilakukan terhadap 32.000 fans sepak bola dari 185 negara. Mereka yang
terlibat dalam survei ini kebanyakan adalah penggila sepak bola Liga
Inggris.

Untuk klub, Manchester United masih menduduki posisi pertama sebagai
tim yang memiliki banyak sekali penggemar di dunia. Akan tetapi,
keunggulan MU ini mulai dibayangi Liverpool.

Dalam tiga tahun terakhir, Liverpool telah melaju mendekati
popularitas MU di dunia. Ini berkat hadirnya Fernando Torres dan
semakin menggeliatnya permainan Steven Gerrard.

Cristiano Ronaldo mungkin saja berpeluang merebut gelar Pemain Terbaik
Eropa tahun ini setelah sukses membawa MU menjuarai Liga Champions dan
Liga Inggris. Namun, di mata penggila Liga Inggris, Ronaldo masih
berada di belakang kemasyhuran Torres dan Gerrard.

Hal menarik lainnya, dan ini di luar Liga Inggris, hasil survei
memperlihatkan pencandu bola di Afrika Selatan masih menganggap Eric
Cantona sebagai “raja” bagi penggemar sepak bola.

MU menjadi tim yang sangat populer di Asia karena penyerang sayap asal
Korea Selatan (Korsel), Park Ji-sung, selalu menjadi starter di Old
Trafford.

Chelsea—yang juga memiliki sejumlah pemain bintang dunia— ternyata
kurang digemari. Klub dari London bagian barat ini hanya mendapat 10
persen suara dari para penggemar, masih jauh di bawah Arsenal yang
memperoleh 15 persen.

Apa pengaruh sepak bola bagi para fans ini? Sebagian besar dari mereka
menganggap isu sepak bola lebih penting dari urusan pekerjaan di
kantor, masalah keluarga, dan hubungan persahabatan. (REUTERS/YES)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/11/02063265/media.cetak.kalah.populer.dari.televisi.dan.internet

13 Desember 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 1 Komentar