Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Mendownload Video Mesum Siswi SMP YKPP Dumai, Riau

Dumai – Dunia pendidikan di Dumai kembali dihebohkan dengan kemunculan video mesum yang dilakoni oleh para siswa-siswi baru-baru ini.
Baca lebih lanjut

8 November 2012 Posted by | hukum, Kriminalitas, Pendidikan | , , , , , , , , , | 3 Komentar

Wow, Foto Mesum Anggota DPRD Riau Beredar di Jalanan


Foto mesum diduga anggota DPRD dan gadis PNS honorer

Satu lagi prestasi mengagumkan dari anggota dewan, kali ini datang dari seorang anggota DPRD Kabupaten Meranti, Riau.

Seperti diberitakan Vivanews, anggota dewan yang disebutkan dengan inisial AC, baru-baru ini membuat heboh, lantaran foto-foto mesumnya tersebar luas di sejumlah lokasi umum di Riau, seperti di pelabuhan, tiang listrik, dan sejumlah tempat umum lainnya, bahkan ada yang dikirim ke kantor dewan Meranti.
Baca lebih lanjut

4 Oktober 2011 Posted by | pornografi | , , , , , , | 2 Komentar

Dianiaya, 9 Pekerja NTT Datangi Polisi Batam


BATAM – Sembilan warga Nusa Tenggara Timur mendatangi Kepolisian Sektor Lubuk Baja di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/6/2011), malam. Mereka melaporkan perusahaan penyalur tenaga kerja, PT Tugas Mulia, terkait dugaan penganiayaan dan eksploitasi. Baca lebih lanjut

23 Juni 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Dari Malaysia, 60 Ton Bahan Peledak Diselundupkan ke Indonesia

JAKARTA – Bahan peledak berupa amonium nitrat seberat 60 ton ditemukan akan diselundupkan ke wilayah pabean Indonesia. Beruntung, aparat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menghalanginya dan langsung menyita barang yang tergolong berbahaya ini. Baca lebih lanjut

18 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Usai Dipaksan Melayani Teman Suaminya, Nur Malah Digilir 3 Pria Lain

PEKANBARU -Kasus suami paksa istrinya melayani nafsu seksual temannya sendiri ternyata terus berkembang. Sebelumnya diberitakan SW (26) telah memaksa, bahkan hingga memukul istrinya, Nur (21) untuk disetubuhi temannya RB, usai memoton film seks bertiga. Persetubuhan itu lantas dilakukan didepan SW. Baca lebih lanjut

20 Februari 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 2 Komentar

Gila..! Suami Paksa Istri Bersetubuh dengan Temannya

PEKANBARU -Sang istri bukannya dijaga, malah dipaksa berhubungan seks dengan lelaki lain dihadapannya.

Tersebutlan, SW, 26 tahun mengajak RB, temannya untuk menonton vcd porno bersama dirumahnya. Tidak hanya mengajak temannya, SW yang belum memiliki anak dari perkawinannya bersama Nur (21) ini pun juga memaksa istrinya sendiri untuk menonton film porno tersebut.
Usai menonton film yang mempertontonkan hubungan seks itu, SW lalu mengajak istri beserta temannya itu ke kamar tidur mereka. Nah, dikamar itulah terjadi sesuatu yang tak lazim, Baca lebih lanjut

19 Februari 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 8 Komentar

Irjen Ito Sumardi, Kabereskrim Pengganti Susno Pernah Membacking Judi?


Terpilihnya Irjen Ito Sumardi menjadi Kabereskrim menggantikan Komjen Susno Duadji cukup mengejutkan dan menjadi kontroversi di kalangan kepolisian dan masyarakat.
Betapa tidak! Ito yang pernah menjadi Dirlantas Polda Metro Jaya ini dinilai tidak pas dan kurang berpengalaman dengan jabatan barunya yang sangat strategis. Ito yang juga teman satu angkatan dengan Susno di Akademik Kepolisian angkatan 1977 ini lebih banyak bertugas di bidang lalulintas dibandingkan reserse.
Selain itu Ito pernah terbelit masalah saat menjadi Kapolda Riau dan Sumatera Selatan. Ito pernah diperiksa Inspektorat Pengawasan Umum serta Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2008, karena diduga menjadi backing judi saat menjadi Kapolda Riau. Baca lebih lanjut

25 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Korban Dumai Ekspres 10 Bertambah, Tujuh Tewas Ditemukan


Korban kapal tenggelam Dumai Ekspres 10, di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Minggu, 22 November 2009, terus bertambah. Hingga pukul 18.00, Tim Polair Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dibantu Polair Polda Riau dan Tim SAR kembali menemukan tujuh orang korban tewas. Baca lebih lanjut

22 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , | Tinggalkan komentar

Dua Wartawan Asing ditangkap Polisi Riau

PEKAN BARU – Sikap arogansi Kepolisian kembali ditunjukan dengan menangkap dua orang jurnalis asing yang tengah melakukan tugas peliputan tentang kerusakan lingkungan di Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (16/11). Baca lebih lanjut

17 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 2 Komentar

Wow, Mobil Dinas Gubernur Rp 4 Miliar Lebih!

PEKANBARU – Meskipun Gubernur Riau HM Rusli Zainal sudah mendapatkan mobil dinas Toyota Crown Majesta 3.000 cc seharga Rp 1,8 miliar, ia kembali akan mendapatkan mobil dinas jenis jip seharga Rp 2,3 miliar. Baca lebih lanjut

31 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bejat! Bocah 7 Tahun Digilir 3 Siswa SMP

Banda Haruddin Tanjung

PEKANBARU- Perilaku tak bermoral tak hanya bisa lakukan orang dewasa. Tiga siswa yang masih duduk dikelas 2 SMP di Pekanbaru, Riau, pun bisa melakukannya. Mereka nekat memperkosa secara bergantian anak berusia 7 tahun. Tiga remaja itu masing-masing RD, ME dan RB yang semuanya masih berusia 15 tahun, pelajar pada salah satu SMP di Desa Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kirihilir, Kabupaten Kampar, Riau. Ketiganya tega memperkosa Bunga (bukan nama sebenarnya), setelah tak kuasa menahan hasrat nafsu bejadnya usai menyaksikan adegan dalam sebuah film porno. Mereka pun akhirnya digeladang aparat kepolian, setelah orangtua Bunga melaporkan kejadian yang menimpa anaknya yang mengaku diperkosa ketiganya. “Tiga pelajar yang memperkosa itu telah kita tangkap dan sekarang kasusnya ditangani Polsek Kampar Kiri,” ungkap Kapolres Kampar, AKBP MZ Mutaqqin padaokezone, Sabtu (9/5/2009). Muttaqin mengatakan, kasus pemerkosaan itu dilakukan ketiganya saat Bunga berada di rumahnya yang tidak jauh dari rumah salah satu tersangka.Saat orang tua Bunga pergi ke kebun dan Bunga sendirian di rumah, ketiga anak ingusan ini memulai aksinya. Di rumah itulah ketiganya melucuti pakaian Bunga, dan bergantian memperkosa bocah yang masih di bawah umur itu. Saat memberi keterangan di kantor polisi, tiga pelajar SMP ini bahkan mengaku sudah tiga kali memperkosa Bunga. Aksi mereka terbongkar setelah orang tua Bunga membujuk anaknya yang belakangan sering murung untuk berterus terang. “Walau mereka masih dibawah umur mereka tetap kita tahan, menunggu proses hukum  selanjutnya,” kata Muttaqin.(ded) okezone.com

9 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

11 Caleg Top Score Perolehan Suara; Ibas, Puan dan Tantowi Yahya diantaranya

Shohib Masykur

Sebelas caleg hampir dipastikan melenggang ke Senayan dengan perolehan suara di atas bilangan pembagi pemilih (BPP). Peringkatpertama diraih oleh Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang juga putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dari data perkiraan perolehan kursi yang dibuat oleh Center for Electoral Reform (Cetro) dan didasarkan pada rekapitulasi manual KPU per Jumat (8/5/2009), Edhie meraih top score dengan perolehan suara 327,097. Angka ini setara dengan 177,06 persen BPP di dapil Edhie, Jatim VII, sebesar 184.739.Posisi kedua diraih oleh caleg dari PDIP untuk dapil Kalimantan Barat, Karolin Margaret Natasa P. Karolin meraup suara 222.021 atau setara dengan 151,79 BPP yang bernilai 146.273 suara.Di posisi ketiga nangkring caleg Golkar untuk dapil Papua, Paskalis Kossay, dengan perolehan suara 179.595 (151,29 persen BPP). Disusul putra mantan Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin, Dodi Reza Alex Noerdin, yang meraup suara 218.991 (145,26 BPP) di dapil Sumel I. Posisi kelima ditempati caleg Demokrat di dapil Sumut I, Abdul Wahab Dalimunthe. Wahab memperoleh suara 192.716 (140.63 persen BPP). Selanjutnya duduk di posisi keenam presenter kondang Tantowi Yahya. Caleg Golkar di dapil Sumsel II ini berhasil mengumpulkan 209.044 suara (130.71 persen BPP).Bertengger di posisi ketujuh putri kesayangan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. Penerus dinasti politik PDIP ini meraup 242.504 suara atau setara dengan 128,90 persen BPP di dapil Jateng V. Suaranya jauh mengungguli rivalnya sedapil, mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid, yang pada Pemilu 2004 lalu menjadi 1 dari 2 caleg yang tembus BPP bersama eks Gubernur Riau Saleh Jasit. Duduk di peringkat delapan caleg dari PDIP Wayan Koster. Wayan yang berdapil di basis banteng, Bali, memperoleh suara 185.901 atau setara dengan 114,72 persen BPP. Disusul caleg dari Demokrat untuk dapil NTB, Nanang Samodra, yang memperoleh suara 139.737 (107.58 persen BPP). Caleg Demokrat untuk dapil NAD I, Teuku Riefky Harsa L, nongkrong di nomor 10 dengan suara 118.417 (106.75 persen BPP). Urutan buncit ditempati caleg PAN untuk dapil Jambi, Ratu Munawarah Zulkifli, dengan suara 157.651 (106.69 persen BPP). Penghitungan tersebut dilakukan Cetro atas 76 dapil tanpa mengikutsertakan Maluku Utara. Hingga malam ini dapil Malut masih dalam proses rekapitulasi oleh KPU.( sho / ndr ) detikcom

9 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Dua Desa Terancam Musnah. Stop Tambang Pasir Besi di Pesisir Seluma

Siaran Pers JATAM – WALHI – KIARA – WALHI Bengkulu

Dua Desa Terancam Musnah. Stop Tambang Pasir Besi di Pesisir Seluma

Desa Penago Baru dan Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma,
Propinsi Bengkulu terancam musnah, akibat pengerukan pasir besi
besar-besaran yang dilakukan PT. Famiaterdio sejak tahun 2005 silam.

Perusahaan ini merupakan kontraktor pertambangan Fine Wealthy Ltd. asal
Hongkong yang mendapatkan Kuasa Pertambangan (KP) dari Bupati Seluma No
35 Tahun 2005 seluas 3.645 ha, yang berada di tiga Blok pertambangan,
masing-masing; Blok I (450 ha) yang berada di kawasan padat huni, Blok
II (143 ha) di Sempadan Pantai, dan Blok III (3.250 ha).

Akibatnya kawasan pantai yang dahulunya rimbun dengan hijau hutan bakau,
seluas 10 ha, dan merupakan kawasan Cagar Alam Pasar Talo, kini nyaris
ludes. Sepanjang garis pantai, dalam tiga tahun terakhir terancam abrasi
akut. Angin besar kerap menerpa pemukiman penduduk yang hanya berjarak
50 m dari bibir pantai. Mayoritas masyarakat yang semula menggantungkan
hidupnya dari hasil laut kini gigit jari.

Perempuan pesisir yang sebelumnya memiliki tradisi mencari Kerang di
bibir pantai, tak lagi dapat menjalankan aktivitasnya. Kerang-kerang
laut banyak ditemui di pasir pantai, sejak kehadiran perusahaan tak
kelihatan lagi, akibat rusaknya kawasan pesisir.

Warga yang tinggal di sekitar operasi pengerukan, sejak 2006 sudah mulai
merasakan perubahan rasa air tanah menjadi keasin-asinan. Di wilayah
daratan warga yang saban hari menggantungkan hidupnya dari hasil sawah
kerap gagal panen. Sekitar 100 ha lahan basah sekitar mengalami
kesulitan irigasi, akibat pembendungan Sungai Tebat Batang yang
dialirkan untuk kebutuhan pertambangan.

Pembangunan bendungan itu bahkan telah merendam 5 ha kebun Kelapa Sawit
warga. Sementara limbah pertambangan terus mengancam kesehatan mereka.
Tak hanya itu, proses pengerukan pasir besi ini turut memicu konflik
horizontal antar warga yang mayoritas menolak tambang, dan warga lain
yang mendukung pertambangan, dengan sejumlah uang imbalan.

Bila pertambangan ini tak segera dihentikan, dalam jangka panjang dua
desa di atas dipastikan akan tenggelam, akibat dari daya rusak
pertambangan yang mengepung dari berbagai penjuru.

Kekhawatiran itu memicu reaksi dan sejumlah demosntrasi yang kerap
dilakukan warga sekitar. Berulang-ulang sejak 20 Agustus 2008, lebih
dari 800 warga mendatangi kantor DPRD Provinsi Bengkulu menuntut
penghentian proses pertambangan. Pada tanggal 23 Desember 2008 seribu
lebih warga kembali melakukan aksi penolakan, dengan mendatangi Kantor
Bupati Seluma, meminta Bupati memperhatikan keselamatan 2500 jiwa warga
yang terancam proses pertambangan. Pada tanggal 28-30 Januari 2009,
lebih dari 2000 warga kembali mendatangi kantor Bupati, dan bahkan
melakukan pendudukan selama 3 hari. Alih-alih memenuhi tuntutan warga,
Bupati Seluma bahkan membiarkan kantor pemda nyaris tanpa aktivitas saat
pendudukan warga terjadi, dengan tanpa merubah prinsipnya, tak bersedia
menemui warga.

"Kami sudah sering melakukan aksi. Bahkan demonstrasi terakhir yang kami
lakukan, malah ditanggapi sinis oleh Bupati. Dia bilang, walaupun rakyat
menangis darah. Pertambangan tak akan pernah dihentikan", ungkap Andi
Wijaya, Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma.

Menurut Andi demonstrasi besar-besaran tidak saja dipicu oleh rusaknya
fisiologis sekitar dan keterancaman jiwa warga, tetapi proses perijinan
yang dikantongi perusahaan dirasa sangat ganjil.

Fakta ini setidaknya dapat dilihat sejak pemberian KP yang nyaris tak
dilakukan melalui pengkajian terjaminnya layanan alam sekitar. KP
perusahaan berada di wilayah yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai
kawasan Cagar Alam, Pemukiman penduduk, daerah kelola nelayan
tradiosional, dan kawasan Peruntukan pariwisata, sebagaimana yang
ditegaskan dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) Provinsi Bengkulu. Bahkan proses eksploitasi pasir 2005-2006
(blok 1) dilakukan jauh hari sebelum dokumen Amdal disahkan Komisi Amdal
Propinsi, eksploitasi di awal sampai pertengahan 2008 yang merusak
sempadan pantai juga belum melalui proses pengkajian AMDAL.

"Sekalipun PT. Fmiaterdio Nagar tak pernah melaporan perkembangan
pertambangan dan pementauan lingkugan pada badan Lingkungan Hidup, ESDM
dan Pemerintah daerah Seluma, namun proses pertambangan terus berjalan.
Pemerintah seoalah hanya menunggu Royalti sebesar Rp. 250.juta pertahun,
dengan terus bersikap abai pada 2500 nasib warganya" ungkapnya.

Menanggapi daya rusak proses penambangan pasir besi pesisir Seluma
Bengkulu, Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Siti Maemunah
mengaku prihatin atas daya rusak dan ketidaksanggupan pemerintah dalam
menjaga kelestarian kawasan pesisir.

"Masalah yang diakibatkan perusahaan sangat banyak, seharusnya Bupati
berani menghentikan kegiatan pertambangan dan memaksa perusahan
melakukan reklamasi", ungkap Siti Maimunah, Koordinator JATAM.

"Sebagai kawasan pasang surut yang memiliki kemiringan rendah seharusnya
tidak layak untuk ditambang. Fakta ini semakin menegaskan, bahwa rakyat
sekitar lebih peduli pada keberlanjutan fisiologi pesisir, dibanding
pemerintah Indonesia yang dua bulan mendatang bakal menjadi tuan rumah
konferensi Kelautan Dunia di Manado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei 2009",
ujar Riza Damanik, Sekjen KIARA.[ ]

Kontak Media : Luluk Uliyah 0815 9480 246

26 Maret 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 2 Komentar