Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

10 Kabupaten NTT Ini Serempak Laksanakan Pilkada Tahun 2013

Tahun 2013 menjadi tahun tersibuk bagi Nusa Tenggara Timur (NTT) pasalnya selain Pemilihan Gubernur (Pilgub), juga ada Pemilihan Bupati (Pilbup) di 10 kabupaten.
Baca lebih lanjut

25 Desember 2012 Posted by | politik | , , , | Tinggalkan komentar

Ribuan Massa TTU Sambut Ray Fernandes

Ribuan massa simpatisan “Dubes” (Pasangan Raymundus Fernandes-Aloysius Kobes), calon Bupati dan Wakil Bupati pemenang pemilukada Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, berduyung-duyung ke perbatasan Kabupaten TTU-TTS Baca lebih lanjut

20 November 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pilkada Sabu Raijua Digelar Hari Ini

Pilkada Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, digelar hari ini, Jumat (12/11).
Baca lebih lanjut

12 November 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , | 1 Komentar

Paket Raymundus Fernandez-Aloysius Kobes Menang Pilkada TTU

Paket Raymundus Fernandez-Aloysius Kobes (Dubes) akhirnya berhasil mengungguli empat rivalnya dalam pilkada Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, dalam pemilukada Kabupaten TTU, yang pencoblosan telah dilakukan pada 11 Oktober lalu, setelah setelah KPUD TTU mengumumkan hasil rekapitulasi suara dalam pleno perhitungan suara di gedung Biinmaffo, Kefamenanu, malam ini, Selasa (19/10) dengan perolehan suara sebesar 42.709.

Baca lebih lanjut

19 Oktober 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 5 Komentar

Pemilu Kada TTU: KPUD TTU Menetapkan Nomor Peserta

Kefamenanu -Setelah menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang menjadi peserta Pemilu Kada TTU pada Senin (23/8), hari ini, Jumat (27/8), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menetapkan nomor urut bagi kelima pasangan tersebut, guna dipasangkan dalam surat suara.

Baca lebih lanjut

27 Agustus 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 20 Komentar

Lima Paket Maju Untuk Memperebutkan Bupati dan Wakil Bupati TTU


Seperti yang sudah diprediksi, akhirnya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Timor Tengah Utara (TTU), berdasarkan verifikasi kelayakan yang ditetapkan, hanya meloloskan lima paket sebagai peserta pemilu kada Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni; Paket Funan-Suni (Yohanes Usfunan-Niko Suni), paket Manis (Gabrial Manek-Simon Feka), paket JD (Joao Meco-Aleks Sanan), paket Dubes (Raymundus Fernandez- Aloysius Kobes) dan paket Pijar (Pius Tjanai-Raymundus Loin).

Baca lebih lanjut

23 Agustus 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 10 Komentar

Larantuka Panas, Pilkada Flores Timur Ditunda

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nusa Tenggara Timur memutuskan menunda pemilihan kepala daerah di Kabupaten Flores Timur.
Keputusan itu diambil karena situasi di daerah tersebut memanas karena penolakan sekelompok massa terhadap pasangan calon Simon Hayon-Frans Diaz Alfi (Mondial). Baca lebih lanjut

14 Mei 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 1 Komentar

Pasangan PDIP Unggul Sementara dalam Pilwakot Semarang

Pasangan calon yang diusung PDIP, Soemarmo HS-Hendi Hendrar Prihadi, unggul sementara dalam Pilwakot Semarang, Jateng. Mereka mengalahkan empat pasangan calon lainnya.
Berdasarkan data tabulasi KPUD Kota Semarang pukul 16.58 WIB, Minggu (18/4/2010), Soemarmo-Hendi mendapatkan 131.424suara. Disusul Machfud Ali-Anis Nugroho Widiarto (PD) dengan 118.741 suara dan Bambang Raya-Kristanto (koalisi Partai Golkar dan partai non parlemen) dengan 63.764 suara. Baca lebih lanjut

18 April 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , | Tinggalkan komentar

Anggap Tak Pantas Jadi Wabup Pacitan, PBB Jatim Melecehkan Julia Perez

Jakarta -Sikap rasialis, menghina dan melecehkan dikesankan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) Jawa Timur, sehubungan dengan dikait-kaitkannya partai berazaskan syariat Islam itu terhadap pencalonan Julia Perez (Jupe) menjadi Wakil Bupati Pacitan. Baca lebih lanjut

1 April 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Inul ‘Ngebor’ Calon Bupati Dengan Rp 60 M


MALANG -Fenomena artis manggung ke pentas politik terus berlanjut, terlebih setelah para pendahulunya cukup sukses memikat konstituen bidikannya.
Kali ini, Kabupaten Malang, pada pekan-pekan terakhir merebak isu ada artis dangdut papan atas yang bakal meramaikan bursa pemilihan bupati (Pilbup) Kabupaten Malang 2010.
Isu itu menyebutkan PKB yang tengah dibidik sebagai kendaraan politik sang artis, kini terkuak, karena sudah disebut-sebut namanya oleh kalangan internal partai tersebut PKB. Baca lebih lanjut

3 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Dua Istri Bupati Kediri Bersaing Rebut Kursi Bupati Mendatang


Kediri -Ada yang sangat istimewa pada Pemilihan Bupati untuk masa bakti 2010-2015, yang bakal dilaksanakan pada 12 Mei 2010 mendatang. Pasalnya, dari sejumlah nama yang mencuat bakal mencalonkan diri, dua diantaranya tercatat sebagai istri bupati saat ini, Sutrisno. Baca lebih lanjut

1 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 2 Komentar

Foto Adegan Seks Ayu Azhari Mendadak Beredar


Jakarta- Ketika Ayu Azhari hendak berkompetisi di Pilkada Sukabumi, ibu enam anak itu mendapat ujian. Foto-foto Ayu sedang melakukan hubungan intim dengan pria bule beredar di internet. Baca lebih lanjut

29 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 12 Komentar

Ayu Azhari Ngotot Pilih PDIP


SUKABUMI -Aktris cantik Ayu Azhari yang sebelumnya dikabarkan dicoret dari daftar bakal calon bupati Kabupaten Sukabumi oleh PDIP, tetap ngotot memilih PDIP sebagai partai pilihannya untuk merebut orang kedua di kabupaten itu. Baca lebih lanjut

25 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , | 1 Komentar

Bayi Tabung DPT (Daftar Pemilih Tiouan)

Oleh Adhie M Massardi

PRIMADONA pemilu 2009 ternyata bukan partai, juga bukan caleg, melainkan DPT (daftar pemilih tetap) dan Herman S Sumawiredja, jenderal polisi bintang dua. Lho. kok polisi, bukannya politisi? Memang bukan politisi. Tapi polisi dan politisi sekarang kan nyaris tak ada bedanya. Paling tidak, itu yang dirasakan Irjen Herman. Soalnya, konon gara-gara mau menindak Ketua KPUD Jatim, yang “patut dapat diduga” menyulap DPT pada pilgub Jatim, sehingga kandidat dukungan partainya Presiden menang, jabatannya sebagai Kapolda Jawa Timur langsung dicopot Kapolri.

Petinggi Polri, ternyata juga seperti bos partai politik zaman Orba bila me-recall anggota DPRnya yang tidak sejalan, membantah keras Mabes intervensi urusan demokrasi. “Itu hanya pergantian antar-waktu biasa, PAW yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya!” Kita hanya bisa ketawa mendengar alasan klise parpol yang begini. Ketawa kita jadi lebih keras karena alasan model begini masih juga dipakai, oleh Mabes Polri lagi. Padahal zaman sudah kian transparan. Informasi apa pun gampang diakses. Termasuk info siapa yang bisa menembus mesin DPT, dan menggelembungkan angkanya.

Makanya, masuk akal bila bos sejumlah parpol, seperti Jusuf Kalla, Prabowo, Megawati, dan beberapa lainnya yang tak perlu disebut namanya, langsung meradang melihat modus operandi yang canggih di Jatim itu. Apalagi setelah terbukti di banyak tempat ternyata juga muncul DPT fiktif itu. Angka penggelembungannya berkisar antara 20 hingga 30 persen.

Jadi kalau total DPT nasional 171.265.442 sesuai Perppu No 1/2009, maka jumlah pemilih yang dikategorikan “pemilih siluman” itu sekurang-kurangnya 42,8 juta, setara dengan 25 persen. Artinya, bila pemilih siluman itu di-pool di satu partai, tanpa harus kerja keras dan cukup tiduran di rumah, parpol perekayasa DPT siluman itu sudah bisa dipastikan bakal lahir sebagai pemenang pemilu 2009.

Jadi bila ini dibiarkan, maka pemilu 2009 untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu di muka bumi, akan melahirkan “bayi tabung”. Kok bayi tabung? Lho, bayi tabung itu kan bayi yang “proses pembuahannya” tidak melalui mekanisme biologis biasa. Sperma dan indung telur disatukan di dalam tabung di laboratorium. Setelah itu baru dikirim ke dinding rahim.
Dalam pemilu, yang disebut rahim itu ya KPU. Jadi kalau KPU-nya penyakitan, apalagi kalau tidak jujur dan ada kankernya, dijamin bayi yang dilahirkannya bakal mengalami “cacat bawaan”. Itu yang terjadi pada pemilu 2004 lalu. Akibatnya sedang kita rasakan sekarang. Ada yang kerjanya bohong melulu, ada yang korupsi melulu, dan tidak sedikit yang bisu dan tuli bila menyangkut urusan perut rakyat.

Proses “pembuahan in vitro” dalam pemilu 2009 ini, menurut pengamatan ahli geneologi politik kita, biasanya dimulai dengan merekayasa hasil survei, kemudian dipublikasikan ke publik dengan amat gencarnya, tanpa alasan jelas apa urgensinya hasil survei itu diiklankan segala. Misalnya, menurut survei, Partai A dapat 10 persen, Partai B 15 persen, Partai C 20 persen, dan Partai D 25 persen, lalu dinobatkan sebagai pemenang pemilu, sebab sisanya diperebutkan oleh partai E, F, G, H, dst. Padahal pemilunya saja belum kejadian. Dalam ilmu tanaman, gaya begini disebut “planting”, tapi yang ditanam informasi sesat soal hasil survei itu.

Kalau DPT bisa disebut “sperma” demokrasi, maka surat suara adalah “indung telurnya”. Tapi dengan teknologi manipulasi yang canggih, “sperma siluman” itu dikawinkan dengan “indung telur fiktif”. Maksudnya, kertas suara dicontreng di luar TPS lalu ditanam di rahim KPU. Maka dengan “planting information” itu, membuat kita terlena. Percaya kalau Partai D sungguh-sungguh meraih suara 25 persen..

Pertanyaannya, apakah akan kita diamkan proses pemilu yang tidak wajar ini? Artinya kita membantu proses lahirnya anak siluman dalam rumah demokrasi kita. Kalau kita beragama dan bermoral, tentu akan menghentikan proses “bayi tabung” demokrasi yang ajaib dan palsu ini.

1 April 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Terkait Sengketa Pilkada Kabupaten Belu, Hakim Mahkama Konstitusi Hendak Disuap 2.5 Miliar.

Calo Mulai Merambah Mahkamah Konstitusi

Jakarta, Kompas – Calo perkara, yaitu seseorang yang mengaku dapat
membantu pencari keadilan memenangi perkara, mulai merambah Mahkamah
Konstitusi. MK menemukan dua laporan terkait adanya upaya suap
terhadap hakim MK dalam dua kasus sengketa pilkada.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua MK Mahfud MD meminta para pihak
yang beperkara di MK berhati-hati terhadap tawaran bantuan dalam
bentuk apa pun. Tawaran bantuan tersebut diberikan dengan imbalan uang.

“Kami imbau agar siapa pun yang punya perkara pilkada agar tidak
tertipu oleh orang yang mengaku bisa menghubungi hakim MK,” ujar
Mahfud, dalam jumpa pers Kamis (15/1).

Mahfud mengaku telah mendapat dua kasus upaya suap terhadap hakim MK.
Kasus pertama sengketa pilkada Kabupaten Kerinci. Saat akan membacakan
putusan pada Rabu (14/1) lalu, Mahfud mengaku mendapat telepon dari
salah seorang pejabat Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM yang
merupakan teman sekolahnya. Kepala kanwil itu merupakan saudara dari
salah satu pihak yang beperkara.

“Teman saya itu menanyakan apa benar bahwa hakim MK sedang menunggu
uang. Katanya, saudaranya itu akan dimenangkan. Katanya, uang ditunggu
pukul 11, kalau tidak (dikirim), akan dikalahkan,” ujar Mahfud.

Kejadian kedua, pada sengketa Pilkada Kabupaten Belu. Mahfud mengaku
mendapat telepon dari anaknya. “Dua hari lalu anak saya mendapat
telepon (di rumah) yang mengatakan, dua orang dari Belu sudah
berangkat ke Jakarta dengan membawa uang Rp 2,5 miliar untuk hakim MK.
Namanya Lopes dan Awiku, mereka menginap di Hotel Aryaduta,” ujarnya.

Mahfud menegaskan, permintaan uang itu merupakan pemerasan murni. Ada
orang yang mengaku mengenal hakim MK dan bisa membereskan perkara di MK.

Ketua Pelaksana Harian Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Hasril
Hertanto meminta MK mengusut tuntas kasus percaloan tersebut. Untuk
menunjukkan keseriusannya, MK diminta melaporkan orang tersebut kepada
polisi. “Keseriusan semacam ini diperlukan agar calo perkara tidak
menjalar ke mana-mana” ujarnya.

Hasril menyarankan agar MK melakukan upaya preventif dengan membangun
sistem pengawasan hakim. (ana)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/16/00181067/calo.mulai.merambah.mahkamah.konstitusi

16 Januari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Tak Ada Pelanggaran Pemilu Kabupaten Belu Putaran Kedua

Mahkama Konstitusi (MK) menyatakan pelangaran-pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Belu Putaran Kedua Tahun 2008 yang didalilkan oleh pemohon Gregorius Mau Bili Fernandez dan Berchmans Mau Bria (pasangan calon nomor urut 1) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sehingga tidak mempengaruhi perolehan suara yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten Belu.
Hal tersebut disampaikan dalam sidang pengucapan putusan perkara 62/PHPU.D-VI/2008, Kamis (15/1) di ruang sidang MK.

KPU Kabupaten Belu telah menetapkan bahwa pada Pemilukada Putaran Kedua, pemohon memperoleh 76.695 suara, sedangkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Belu Nomor urut 4, Joachim Lopez dan Taolin Ludovikus memperoleh 84.061 suara.
Pemohon keberatan terhadap penetapan tersebut, karena menurut mereka, Pemilukada Kabupaten Putaran Kedua dilaksanakan tidak demokratis, tidak luber dan jurdil, sehingga hasil perhitungan yang dilakukan termohon, KPU Belu telah salah atau setidak-tidaknya terdapat kekeliruan dalam melakukan rekapitulasi hasil perhitungan suara.

Menanggap hal tersebut MK menyatakan pelanggaran-pelanggaran yang didalilkan oleh Pemohon tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, sehingga tidak mempengaruhi perolehan suara yang ditetapkan oleh Termohon. MK juga berpendapat, walaupun terjadi pelanggaran pidana, namun pelanggaran tersebut bukan merupakan pelanggaran pidana Pemilukada. “Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” tegas Ketua MK, Moh. Mahfud MD, membacakan amar putusan.

Berita dan Foto: dok MK

15 Januari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 6 Komentar

Pilkada Belu: Kamis Putusan MK, Gregorius Maubili Fernandez Siap Bila Kalah

“Saya tahu saya belum dewasa dan belum boleh memilih. Tapi saya ikut mencoblos karena sudah dikasih uang,” ungkap Andrianus seorang pemilih dibawah umur dalam sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Belu di Gedung MK, pada Rabu (7/1) lalu.
Adrianus adalah salah dari 250 anak dibawah umur lainnya yang diajukan sebagai saksi dalam pelanggaran Pilkada Kabupaten Belu pada tanggal 11 Desember 2008 lalu, yang diajukan pasangan pemohon drg. Gregorius Maubili Fernandez DDPH & Drs. Berchamans Mau Bria M.Sc (pasangan Gemar).

Dalam keterangannya, Adrianus mengakui bahwa ia telah diberi uang sebesar 5 ribu rupiah dengan perintah untuk mencoblos pasangan tertentu, “Ayah menyuruh saya mencoblos nomor 4,” akunya.
Diungkapkan juga bahwa hari pemilihan itu seseorang telah datang menemui ayahnya lalu memberikan uang sebesar 100 ribu rupiah pada pagi harinya.
Menurut pengakuan Adrianus yang ikut mencoblos di TPS II Tunamalai, selain dia juga masih ada 9 orang lainnya yang sebaya dia. Adrianus merupakan pelajar kelas satu disalah satu SMP setempat.
Pada putaran II itu pasangan Joachim Lopez & Lodofikus Taolin (Jalin) mendapat suara sebesar 84.061 suara.
Sidang Mahkama Konstitusi yang dimulai pada 30 Desember dengan beberapa point pelanggaran yang oleh pasangan drg. Gregorius Maubili Fernandez DDPH & Drs. Berchamans Mau Bria M.Sc (pasangan Gemar) itu dinilai cukup positif dari para hakim Mahkama Konstitusi sehingga Gregorius Maubili Fernandez sebagai penggugat telah meminta kepada kuasa hukumnya untuk segera menyusun gugatan akhir menjelang putusan MK yang dijadwalkan pada Kamis ini (15/1).Kepada wartawan Gregorius Maubili Fernandez yang sempat mengungkapkan rasa keprihatinannya sehubungan dengan perencanaan pelantikan bupati terpilih 9 Januari lalu oleh panitia dengan anggaran sebesar 900 juta, yang dikatakan sebagai pemborosan ditengah keprihatinan hidup masyarakat Belu yang miskin itu, mengatakan ia siap menerima kekalahan dengan lapang dada bila MK ternyata memutuskan kekalahan bagi kubunya. Namun bathinnya terpuaskan dengan apa yang ia katakan sebagai pembelajaran politik dalam berdemokrasi yang ia tunjukan kepada rakyat Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu.
Sumber: Media Indonesia, MK

12 Januari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | 15 Komentar

Pilkada Belu Putaran Dua Dimundurkan Dua Hari


Komisi Pemilhan Umum (KPU) Belu kemarin, Kamis (20/11), melalui rapat plenonya memutuskan untuk menjadwal ulang kembali hari pencoblosan yang semula telah mereka ditetapkan pada Selasa (9/12), menjadi Kamis (11/12). Dengan demikian ada pemunduran dua hari dari semula.

“Setelah melakukan evaluasi, maka penjadwalan kembali itu terpaksa diambil untuk memberi ruang waktu yang memadai bagi KPU dalam menyiapkan barang dan jasa, serta masalah teknis lain-lainnya”, jelas Ketua KPU, Marthin Bara Lay, saat kami temui di ruang kerjanya siang tadi.

Marthin juga menjelaskan bahwa dalam rangka mengakomodir pemilih pemula yang akan mencapai usia hak memilih dari 23 Oktober hingga 11 Desember mendatang, maka KPU tengah melakukan pendataan sejak 8 November lalu, Hingga 23 November lusa. pendataan dimaksud dilakukan oleh Ketua Panitia Pemilih Setempat (KPPS).

Bara Lay juga mengklarivikasi soal adanya undangan (C6) kepada pemilih yang hanya difoto copy, yang sempat diprotes oleh salah satu kandidat calon Bupati, drg. Gregorius Maubili. Fernandez, sesaat setelah usai rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara, Rabu (29/10) di Gedung Wanita Bete Lalennok pada putaran pertama lalu.

“Kami akui memang ada foto copy undangan format C6 itu, tapi itu hanya sekitar 4 sampai 6 lembar” katanya.
Tapi itu syah, sebab ditandatangani serta cap basah oleh KPPS,” lanjutnya. Selanjutnya dikatakan bahwa kekurangan beberapa lembar cetakan undangan C6 tersebut dikarenakan mengakomodir pemilih tambahan yang mencapai 6 ribuan, lebih tingi dari dugaan semula, yang menyebabkan kekurangan beberapa lembar itu.

21 November 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 13 Komentar

Rizal Mallarangeng Mundur Jadi Calon Presiden

JAKARTA, RABU – Calon presiden independen Rizal Mallarangeng akhirnya
mundur dengan legowo untuk maju menuju kursi RI 1 dalam pilpres 2009
mendatang. Pernyataan mundur ini diungkapkan Rizal usai acara
peluncuran bukunya yang berjudul ‘Dari Langit’ di Goethehaus Jakarta,
Rabu (19/11).

Buku ini adalah kumpulan artikel yang ditulis oleh Rizal selama
sekitar 18 tahun, sejak dirinya masih berstatus mahasiswa. Celi,
panggilan akrab Rizal Malarangeng, mengatakan dirinya dan tim
suksesnya telah berupaya selama tiga setengah bulan untuk melakukan
sosialisasi dan mengevaluasinya. Namun, hasil yang diperoleh belum
mencapai target yang diharapkan untuk terus maju.

“Setelah tiga bulan, popularitas terus meningkat tapi elektibilitas
yang saya usahakan masih jauh untuk mencapai posisi yang serius. Malam
ini saya sudah mengatakan apa yang saya rintis sebagai proyek politik
mulai besok dan Sekret RM9 tidak akan beroperasi untuk kampanye menuju
pemilu 2009,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, selama tiga setengah bulan tersebut, timnya mengatakan
hanya mampu mencapai angka popularitas sebesar 35 persen. Dari angka
awal dikenal publik sebesar 12-14 persen. Padahal Rizal membutuhkan
sedikitnya angka 90 persen untuk memantapkan langkah ke depannya.

“Itu butuh waktu 7-9 bulan,” tandas Rizal. Dalam survei, Rizal memang
diterima dengan baik oleh kalangan terpelajar. Hanya saja, menurut
Rizal, jumlah kaum terpelajar masih terlalu kecil dan justru makin
kecil dari waktu ke waktu. Meski demikian, Rizal mengatakan siap
mencoba lagi dalam pemilu berikutnya.

LIN

http://kompas.com/read/xml/2008/11/19/22030742/rizal.mallarangeng.mundur.jadi.calon.presiden.

20 November 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Pilkada Belu: Gemar, Brita & Sera Siap Menahan Jalin Dengan ‘Gembira’

Upaya paket Gemar untuk menghimpun kekuatan dalam Pilkada Kabupaten Belu tidaklah sia-sia setelah Senin (10/11), secara resmi ketua Brita Center, Marthin Bria Seran serta JT Ose Luan, kandidat bupati putaran pertama pada paket Sera menggabungkan diri untuk mendukung Gemar yang akan bertarung pada putaran kedua.
Mereka, kedua paket tersebut, memberi alasan penggabungan adalah dikarenakan kesamaan visi dan misi, serta mengikuti kemauan akar rumput pendukung mereka pada putaran pertama. Alasan lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah bahwa paket Gemar bisa mengakomodir kepentingan mereka.
Gregorius Mau Bili Fernandez pada kesempatan itu mengharapkan agar mereka segera merapatkan barisan agar solid menghadapi pilbup putaran kedua nanti. Selanjutnya koalisi ini mereka akan sosialisasikan dengan nama Gembira sebagai wujud persatuan, sekalipun yang nantinya akan dikenal KPU adalah Gemar.
“Silahkan saja menggunakan nama koalisi Gembira, yang terdiri atas Gemar, Brita dan Sera,” ungkap Greg kepada media.
Seperti diberitakan, KPU Kabupaten Belu telah menyelenggarakan rentetan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diikuti empat paket kandidat Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang memasuki masa pencoblosan pada Rabu (22/10) lalu.
Selanjutnya berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan secara manual pada Rabu (29/10) melalui rapat pleno terbuka, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu memastikan dua paket melaju keputaran dua, yakni pasangan Paket 4 (Jalin),
Drs. Joachim Lopez & Ludovikus Taolin BA. Yang meraih pemilih sebanyak 48.519 (29.179 persen).
Paket lainnya adalah Paket 1 (Gemar)
drg. Gregorius Mau Bili. F, DDPH & Drs. Berchmans Mau Bria, Msc, yang meraup suara 44.473 (26.746 persen).

11 November 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , | 26 Komentar