Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Kedutaan Besar Negara Papua Merdeka Resmi di Oxford Inggris

Gerakan separatisme untuk kemerdekaan Papua, Organisasi Papua Merdeka (OPM), kembali mengumumkan kemajuan perjuangan mereka untuk memisahkan diri dari Indonesia, menyusul dibukanya kantor
perwakilan resmi mereka
di Oxford, Inggris. pada 28 April 2013
Baca lebih lanjut

4 Mei 2013 Posted by | hukum, humaniora, internasional | , , , , , , | 1 Komentar

Okto Natal Tanpa Keluarga


Kuala Lumpur – Pemain sayap kanan tim nasional, Oktovianus Maniani, kali ini, terpaksa tidak bersama keluarganya, terutama istri dan buah hatinya di Papua untuk merayakan perayaan peringatan kelahiran Kristus atau lebih dikenal sebagai perayaan Natal. Baca lebih lanjut

25 Desember 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

‘Nakal’, Ratusan Tentara di Papua Terserang AIDS

Jayapura -Acapkali melakukan hubungan seks secaras sembarangan, sebanyak 144 anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Papua dinyatakan positif mengidap human immunodeficiency virus/ Acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS). Sementara 15 tentara lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.

Baca lebih lanjut

11 Agustus 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , | Tinggalkan komentar

Siasat SBY Tutupi Kenyataan di Papua?


Pembebasan Yusak Pakage pekan ini bukan berarti kebijakan Jakarta terhadap Papua berubah. Menurut Benny Giay, aktivis HAM Papua, pembebasan ini siasat SBY menutupi keadaan di Papua dan menunjukkan Indonesia seolah- olah sudah demokratis. Padahal Papua dipenjara dan diperlakukan tidak adil.
Baca lebih lanjut

12 Juli 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , | 1 Komentar

Ops, BPS Temukan Ribuan Suku Terasing yang Hidup di Pohon


Suku terasing tinggal di atas pohon

Berkat informasi para Penginjil, Badan Pusat Statistik Provinsi Papua saat pelaksanaan sensus penduduk tahun ini, berhasil menemukan 2.868 jiwa suku terasing di perbatasan empat kabupaten di Papua.Suntono Dan diperkirakan masih banyak jiwa suku terasing yang belum ditemukan.
Baca lebih lanjut

23 Juni 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

ICG: OPM dibalik Serangan Terhadap Freeport

Sebuah laporan International Cruisis Group menyebutkan bahwa kaum separatis di provinsi Papua berada di balik serangan tahun 2009 terhadap buruh tambang PT Freeport-McMoRan.
Kata laporan itu, para pelakunya Baca lebih lanjut

12 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , | Tinggalkan komentar

Kemenhub akan Bangun Jalur Kereta Api di Papua

Jakarta,Kementerian Perhubungan akan berencana membangun jalur kereta api di Papua dan Papua Barat. Dua jalur yang akan dibangun adalah Jayapura-Sarmi dan Manokwari-Sorong. Baca lebih lanjut

6 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | , , , | Tinggalkan komentar

Serangan-serangan Terhadap Freeport, Mungkinkah Rebutan Lahan Antara TNI dan Polri?

Polisi Republik Indonesia terus melakukan serangkaian tindakan untuk mengungkap orang-orang bersenjata yang paling bertanggung jawab atas berbagai serangan di Papua. Seperti diketahui, Kelly Kwalik yang selama ini dituduh sebagai dalang dibalik penyerangan ke areal Freeport telah tewas tertembak 16 Desember 2009 lalu namun, penembakan, terutama pada areal pertambangan emas dan tembaga, Freeport, masih saja terus terjadi. Baca lebih lanjut

27 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , | 2 Komentar

Polisi tembak mati pemimpin OPM Kelly Kwalik


Polisi Indonesia melaporkan telah menembak mati pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kelly Kwalik.
Menurut laporan wartawan RA, Kwalik dikepung dekat kota Timika sebelum ditembak di kaki dan akhirnya meninggal di rumah sakit. Baca lebih lanjut

16 Desember 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

SBY dihimbau agar berdialog dgn pemimpin gerakan kemerdekaan Papua Bar

Anggota Kongres Amerika Serikat, Faleomavega Eni Hunkin, mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mengadakan dialog dengan para pemimpin gerakan kemerdekaan di provinsi Papua Barat. Baca lebih lanjut

10 November 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Siapa Sebenarnya Penembak-penembak di Freeport?


TIMIKA – Warga Kabupaten Mimika kembali mempertanyakan pelaku utama sesungguhnya dari penembakan di areal pertambangan PT Freeport Indonesia yang terjadi sejak Juli hingga Oktober. Baca lebih lanjut

31 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kaukus Daerah Tertinggal Terbentuk

JAKARTA – Sejumlah anggota DPD dan DPR dari daerah tertinggal mendeklarasikan terbentuknya Kaukus Parlemen Untuk Daerah Tertinggal yang akan berfungsi mendorong terencana dan terfokusnya pembangunan yang dilaksanakan di daerah tersebut. Baca lebih lanjut

9 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Gagal Panen Penyebab Kelaparan di Yahukimo

Bencana kelaparan yang melanda Kabupaten Yahukimo, Papua disebabkan terjadinya gagal panen. Akibatnya, banyak masyarakat yang meninggal dalam keadaan kelaparan dengan perut kosong. Baca lebih lanjut

15 September 2009 Posted by | kemanusiaan | , , , , , | 1 Komentar

92 Orang Meninggal Akibat Kelaparan di Yahukimo

JAYAPURA – Gagal panen
yang melanda delapan
kampung di Distrik
Suntamon, Kabupaten
Yahukimo- Papua
menimbulkan datangnya
bencana kelaparan.
Baca lebih lanjut

3 September 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Merpati Naas Itu Hancur Berantakan

JAYAPURA – Kondisi pesawat Merpati jenis Twin Otter PK-NVC yang jatuh di Pegunungan Bintang Papua dikabarkan hancur berkeping-keping. Baca lebih lanjut

5 Agustus 2009 Posted by | Transportasi | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pemukulan Wartawati SH; Sekjen Demokrat Putar Balik Fakta

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Marzuki Alie memutarbalikkan fakta kasus pemukulan wartawan SH di Jayapura, Odeodata Hermina Julia Vanduk (Ode), dengan menyebarkan pesan singkat (SMS) kepada sejumlah wartawan di Jakarta. Marzuki mengatakan, pemukulan itu hanya bercanda. Ini tidak sesuai data dari korban dan Polisi di Papua.

Dalam SMS-nya yang diterima SH, Jumat (26/6) malam, Marzuki Alie menyatakan bahwa pemukulan dilakukan dengan bercanda hingga terjatuh (atau pura-pura jatuh). Pemukul bukan oleh Anggota Partai Demokrat. Selain itu, Ode dikatakan sebagai tim sukses calon presiden (capres) lain. Namun, pihaknya masih meneliti lebih lanjut kebenaran informasi ini.
Ode yang dikontak redaksi, Sabtu (27/6), membantah pernyataan Marzuki Alie.
“Itu fitnah. Betul, kami sama-sama wartawan. Semua teman wartawan di Papua kenal baik sama dia (tersangka Rudolf-red). Dalam nama Yesus, saya berani bersumpah informasi yang disampaikan Sekjen Partai Demokrat itu tidak benar. Fitnah. Kalau mau, tanyakan data si pelaku ke Polisi,” tutur Ode.
Ode juga membantah dirinya anggota partai. “Saya memang suka membantu beberapa partai bila melakukan acara karena saya wartawan yang dianggap sudah lama di Papua, dan ini untuk menghindarkan adanya wartawan tanpa surat kabar. Partai Golkar, Hanura, dan Demokrat juga pernah minta tolong untuk mengoordinasi wartawan dalam setiap acara yang mereka lakukan. Permintaan bantuan ini pun datang dari para pengurus Persipura yang saya kenal dekat. Jadi saya bukan anggota partai, kartu anggota pun tidak punya,” tegas Ode.
Marzuki Alie yang dihubungi SH, Sabtu (27/6) pagi, mengatakan, dirinya memperoleh informasi itu dari Papua. Menurutnya, memang informasi itu perlu diteliti lebih jauh. Namun, pihaknya mendukung untuk menyelesaikan persoalan ini secara hukum. Marzuki juga mengakui memperoleh SMS kalau pelaku berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
Sementara itu, sekitar 100wartawan di Jakarta, Sabtu (27/6), berunjuk rasa ke DPP Partai Demokrat, guna meminta pertanggungjawaban pimpinan partai atas kekerasan anggotanya terhadap wartawan.
Para wartawan mengancam akan memboikot Partai Demokrat, jika tidak memberikan respons yang positif.
Selain itu, wartawan meminta agar pimpinan Partai Demokrat meminta maaf secara terbuka kepada seluruh media massa di Indonesia. Wartawan juga meminta agar Polisi menindak tegas pelaku tindak kekerasan itu, sampai tuntas. Terakhir, para wartawan meminta agar siapa pun presiden yang terpilih, dia harus memberikan jaminan kebebasan dan melindungi wartawan.
PNS dan Tim Sukses
Sementara itu, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura berhasil membekuk Rudolf Kambubuy (35), sebagai tersangka pelaku penganiayaan terhadap wartawati Sinar Harapan Odeodata Hermina Julia. Tersangka sempat kabur setelah kasus penganiayaan ini, dan baru beberapa jam kemudian ditangkap polisi. Saat ini tersangka mendekam di Tahanan Polres Jayapura.
Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa tersangka adalah seorang PNS Kabupaten Puncak Jaya, dan juga pengurus DPC Partai Demokrat Puncak Jaya. Selain itu, Rudolf Kambubuy juga masuk dalam daftar Tim Sukses Pemenangan Yudhoyono-Boediono Provinsi Papua.
Dokumen yang diperoleh SH, nama Rudolf Kambubuy tercatat dalam Surat Keputusan Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono No 32/SK/Timkamnas SBY Boediono/V/2009 tentang Komposisi dan Personalia Tim Kampanye Daerah SBY-Boediono tertanggal 31 Mei 2009. Rudolf tercatat sebagai tim kampanye bidang hukum dan advokasi.
Kasat Reskrim Polresta Jayapura AKP Takamuli SH menjawab pertanyaan SH, Jumat (26/6) petang, seusai memeriksa tersangka Rudolf Kambubuy dan saksi korban Odeodata, mengatakan, tersangka Rudolf langsung ditahan. Dia dijerat Pasal 335dan Pasal 351 KUHP
Menurut Takamuli, tersangka bertempat tinggal di Jalan Dunlop Sentani, dan juga di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Dia berada di Jayapura sebagai anggota tim sukses berkaitan dengan kedatangan cawapres Boediono yang akan kampanye di Jayapura, Jumat pagi.
Menjawab pertanyaan, Takamuli mengatakan, dalam kejadian ini korban telah divisum oleh dokter di RS Dok II, Jayapura. Sejauh ini Ode sendiri masih menderita nyeri dalam pada bagian tulang pantat dan masih demam.
(ninuk cucu suwanti/
soehendarto).
SINAR HARAPAN

27 Juni 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pers Boikot Boediono Wartawati “SH” Dianiaya Tim SBY-Boediono

Jayapura – Wartawati harian Sinar Harapan di Jayapura, Odeodata Hermina Julia Vanduk, ditendang dari belakang hingga terjungkal dan pingsan, oleh oknum Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, Jumat (26/6) pagi, di Jayapura. Peristiwa itu terjadi saat Odeodata hendak meliput kampanye politik calon wakil presiden (cawapres) Boediono.
Menurut penuturan Ode–demikian dia biasa dipanggil–dalam pembicaraan telepon dengan redaksi, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.30 WIT, saat para wartawan hendak menuju Papua Trade Center (PTC) di Jayapura, yang akan dikunjungi Boediono.
Pada saat itu, Ode dimintai tolong untuk mengkoordinasi rombongan wartawan dari Jayapura untuk meliput kegiatan ini, karena kendaraan telah disiapkan. Setelah mobil disiapkan, Ode sempat bertegur sapa dengan wartawan dari TVRI, Denny, dan mengajaknya ke PTC karena di mobil yang disediakan masih banyak tempat kosong.
Tetapi seseorang dengan mengenakan seragam Partai Demokrat bernama Rudolf mencegah dengan berkata, “Denny ikut saya,” sambil terus berkata-kata tidak jelas. Oleh Ode oknum tersebut diminta menghentikan ocehannya.
Lalu terjadi ketegangan antara Ode dengan Rudolf yang berbuntut pada ditendangnya wartawati SH itu pada bagian bokong. Menurut Ode, setelah menendang, Rudolf juga berusaha memukulnya, namun berhasil dihalangi para wartawan lainnya. Akibat tendangan tersebut, Ode sempat tak sadarkan diri dan dibawa ke RSU Dok II, Jayapura. Setelah sadarkan diri dan divisum, Ode kemudian pergi ke Polresta untuk mengadukan penganiayaan yang dialaminya itu.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pelaku hingga saat ini masih dalam pengejaran polisi, sedangkan Boediono sendiri dijadwalkan akan ke Pasar Tradisional Yotefa dan PTC.
Terkait insiden ini, kelompok wartawan di Jayapura yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Anti-Teror (SWAT) mendesak Kepolisian Daerah Papua agar segera membekuk kader Partai Demokrat yang menganiaya wartawan ini.
“Kami mendesak agar Polisi menindak tegas pelaku penganiayaan. Ini masuk dalam ranah pidana,” kata Wakil Ketua SWAT yang juga Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Papua, Andre.
Menurut Andre, pihaknya akan mengirim surat protes keras kepada Ketua Tim Sukses Nasional SBY- Boediono atas sikap yang sudah di luar batas kepatutan, sampai menendang wartawati. “Kami akan melayangkan surat protes keras terhadap Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono,” tambah Andre.
Hal senada dikemukakan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua Cunding Levi yang meminta Polisi segera menangkap pelaku penganiayaan wartawan dan menjeratnya dengan pasal berlapis.
“Oknum tersebut harus dikenakan Pasal 8 Undang-Undang No 40 Tahun 1999tentang Kebebasan Pers, karena telah menghalangi kerja wartawan, serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” kata Cunding.

Minta Maaf

Salah satu anggota Tim Kampanye SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, seperti dilaporkan Antara, telah meminta maaf kepada wartawan di Jayapura atas ulah oknum kader Partai Demokrat itu.
“Jika benar oknum itu adalah kader Partai Demokrat, yang bersangkutan akan kami pecat dari keanggotaan,” kata Rizal kepada para wartawan yang sedang berada di Mapolresta Jayapura untuk melaporkan kasus ini.
Ode juga sudah menyusul para wartawan ke Polresta Jayapura dan memberikan keterangan kepada polisi.
Rizal mengungkapkan, insiden tersebut sangat memalukan dan telah menodai rencana safari Boediono di Jayapura. “Padahal Boediono datang ke Jayapura untuk melihat langsung dan berdialog dengan masyarakat di sini,” ujarnya.
Atas kejadian ini, sejumlah wartawan di Jayapura menyerukan boikot terhadap kampanye Boediono ini sebagai bentuk dukungan moral dan protes atas penganiayaan terhadap wartawan ini.
(rafael sebayang/ant).
SINAR HARAPAN

26 Juni 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

11 Caleg Top Score Perolehan Suara; Ibas, Puan dan Tantowi Yahya diantaranya

Shohib Masykur

Sebelas caleg hampir dipastikan melenggang ke Senayan dengan perolehan suara di atas bilangan pembagi pemilih (BPP). Peringkatpertama diraih oleh Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang juga putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dari data perkiraan perolehan kursi yang dibuat oleh Center for Electoral Reform (Cetro) dan didasarkan pada rekapitulasi manual KPU per Jumat (8/5/2009), Edhie meraih top score dengan perolehan suara 327,097. Angka ini setara dengan 177,06 persen BPP di dapil Edhie, Jatim VII, sebesar 184.739.Posisi kedua diraih oleh caleg dari PDIP untuk dapil Kalimantan Barat, Karolin Margaret Natasa P. Karolin meraup suara 222.021 atau setara dengan 151,79 BPP yang bernilai 146.273 suara.Di posisi ketiga nangkring caleg Golkar untuk dapil Papua, Paskalis Kossay, dengan perolehan suara 179.595 (151,29 persen BPP). Disusul putra mantan Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin, Dodi Reza Alex Noerdin, yang meraup suara 218.991 (145,26 BPP) di dapil Sumel I. Posisi kelima ditempati caleg Demokrat di dapil Sumut I, Abdul Wahab Dalimunthe. Wahab memperoleh suara 192.716 (140.63 persen BPP). Selanjutnya duduk di posisi keenam presenter kondang Tantowi Yahya. Caleg Golkar di dapil Sumsel II ini berhasil mengumpulkan 209.044 suara (130.71 persen BPP).Bertengger di posisi ketujuh putri kesayangan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. Penerus dinasti politik PDIP ini meraup 242.504 suara atau setara dengan 128,90 persen BPP di dapil Jateng V. Suaranya jauh mengungguli rivalnya sedapil, mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid, yang pada Pemilu 2004 lalu menjadi 1 dari 2 caleg yang tembus BPP bersama eks Gubernur Riau Saleh Jasit. Duduk di peringkat delapan caleg dari PDIP Wayan Koster. Wayan yang berdapil di basis banteng, Bali, memperoleh suara 185.901 atau setara dengan 114,72 persen BPP. Disusul caleg dari Demokrat untuk dapil NTB, Nanang Samodra, yang memperoleh suara 139.737 (107.58 persen BPP). Caleg Demokrat untuk dapil NAD I, Teuku Riefky Harsa L, nongkrong di nomor 10 dengan suara 118.417 (106.75 persen BPP). Urutan buncit ditempati caleg PAN untuk dapil Jambi, Ratu Munawarah Zulkifli, dengan suara 157.651 (106.69 persen BPP). Penghitungan tersebut dilakukan Cetro atas 76 dapil tanpa mengikutsertakan Maluku Utara. Hingga malam ini dapil Malut masih dalam proses rekapitulasi oleh KPU.( sho / ndr ) detikcom

9 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Israel-Palestina Perang Rebutan Tanah, Kita Menyemangatinya Untuk Perang Agama

25 hari terakhir ini kita disibukan dengan berbagai suara yang lagi ramai-ramainya menyerang Israel, segala kata makian maupun kutukan terlontar bagai mortir yang dilontarkan dengan kebencian yang meledak-ledak, nyaingi ledakan bom Bali.

Selama ini kita tau, bahwa Israel dan Palestina itu tak pernah akur, bahkan Hamas ingin segera melenyapkan Israel dari sana.
Sementara negara-negara sekitarnya pun tak kalah geram juga untuk meremuknya. Hal mana pernah mereka lakukan beramai-ramai, namun kalah, akibatnya Israel malah semakin kokoh disana. Walau begitu Iran misalnya, masih tetap berniat
bahkan bersumpah untuk menghapusnya dari muka bumi.
Apa pasal? Karena penjajahan Israel atas tanah Palestina? Terlalu naif bila dikatakan sesederhana itu.. mungkin tidak terlalu salah bila sentimen agamalah yang mendominasi sebab-musababnya. Indikatornya bisa dilihat dari negara kita yang jauh dari segala hal, baik jarak, suku bangsa maupun dari segi kepentingan lainnya selain faktor agama itu, yang membuat kita meradang marah, anti pati serta benci, bahkan selain spontanitas dalam mengumpulkan dana bantuan, orang-orang saleh kita pun tengah ngidam berjihad untuk melawan Israel, selain juga doa yang terus-menerus diucapkan.

Tapi itu sudah menjadi pemandangan biasa dinegara tercinta Indonesia ini, yang penduduknya ramah-tamah dan sangat super taat beribadah.
Yang walaupun oleh Kepala Negara ini sudah ditegaskan bahwa peperangan di Palestina itu bukan perang agama, namun sentimen agama terus saja berkumandang dan dikumandangkan oleh (kata teman saya) kaki-tangan iblis! (wah!?). Itu terjadi diseantero republik ini. Lihat mereka yang berdemo, ujung-ujungnya perusakan badan usaha yang (cuma) berbau Amerika, seperti restoran cepat saji (mungkin provokatornya adalah pesaingnya yang memakai sentimen agama?)
indikator lainnya, simak saja
pemberitaan media Indonesia saat ini, sedari dulu tak berubah, dengan satu kekhasan dalam pemberitaan, bila itu menyangkut Israel dan negara-negara Arab maupun Palestina, terutama pada perseteruan mereka, misalnya bila ada penembakan oleh tentara Israel kepada warga Palestina dalam situasi apapun, bila dilansir media kita, misalnya TVRI, selalu selalu diucapkan dengan nada kebencian dan dengan kata-kata bombatis seperti “Zionis Israel secara brutal dan membabi buta (atau kejam, biadab) menembaki..”, sedangkan bila itu dilakukan Hamas atau penduduk Palestina lainnya tidak nampak nada kebencian serta tambahan kata seperti: membabi buta, kejam, biadab, brutal maupun kata-kata keji lainnya.
Bahkan bila itu dilakukan oleh seseorang atau kelompok tertentu dengan cara bom bunuh diri maupun penembakan kearah penduduk sipil pada area sipilpun tidak apa-apa, sekalipun anak-anak bahkan bayi mati akibat ulah pelaku banci itu, itu tidak apa-apa, asal itu dilakukan oleh oknum yang beragama tertentu kepada yang dianggap kafir, seperti bom Bali misalnya.
Dan itu sudah lumrah, sudah mendarah daging, dan nampaknya sepertinya itu sudah menjadi takdir kita kayaknya.

Dalam suatu acara dialog, (yang saya lupa tv apa radio),
almarhum Matori Abdul Jalil pernah berkata: kita Muslim, sejak kecil, apapun persoalannya, selalu dididik untuk membenci non Muslim, terutama Amerika dan negara-negara Barat lainnya.. Saat itu dia ditanya, apakah tidak takut dengan pernyataan itu yang berakibat dia dibenci bahkan dibunuh? Saat itu dia tegas mengatakan tidak takut, sebab itulah kenyataannya dan demi kebaikan umat Islam itu sendiri maka dia mesti mengatakan itu.

Kala itu saya terperangah dengan ucapan Matori itu. Berani sekali dia berkata ‘jujur’ seperti itu.. Tapi bathin saya juga berbisik, dia tak akan hidup lebih lama lagi nanti.
Orang semacam dia akan segera dicap antek Amerika, Zionis, maupun kafir. Bagi kita tak ada kata untuk intropeksi diri. Intropeksi diri itu pantangan, dan itu dosa besar bila dilakukan saat berinteraksi dengan umat lain agama.

Saat kekacauan di Ambon, orang pada ramai ngantri daftar untuk kesana. Bukan untuk menjadi pembawa damai bagi mereka yang lagi terjebak perseteruan oleh permainan mafia setan laknat itu, tapi justru untuk menambah mesiu kebencian membunuh, ya, kita bersemangat untuk jadi bagian dari pasukan jahat!

Sementara itu korban gempa di Sulawesi, Papua, korban phk serta korban kekerasan aparat di Suluk-Riau, lagi menganga merana untuk berharap mendapat bantuan, bantuan itu justru dengan mudah terkumpul lalu dikirim ke Palestina, bangsa yang dengan sadar mau berperang terutama Hamas yang sok heroik namun suka berperang dengan pakaian sipil dan doyan menembak pencuri dari rumah-rumah penduduk lalu bersembunyi dibawah ketiak para wanita maupun anak-anak (yang tidak pernah dikecam, perbuatan yang sebenarnya sangat biadab ini).

Seorang ibu korban bom Bali pada sebuah Stasiun tv swasta saat dialog menjelang eksekusi mati pelaku bom Bali, mengecam pemerintah Indonesia yang dianggapnya terus saja mengulur-ulur pengeksekusian para pelakunya dan terhadap TPM yang juga terus getol mengobarkan semangat kebencian pada pihak lain seraya membenarkan klien mereka yang dikatakan tidak bersalah, “.. Saya juga beragama Islam, yang menderita karena bom itu, mengapa bukan saya yang dibantu?..” tanyanya pada salah satu anggota TPM yang juga diundang dalam dialog itu, yang mengatakan bahwa mereka membela Imam Samudra dkk adalah karena kewajiban sesama Muslim yang menjadi korban oleh korprirasi Barat.
Ibu itu sempat berujar, bahwa beberapa kali ia dioperasi itu karena bantuan pembiayaan dari Australi, sang negara kafir.

11 Januari 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 18 Komentar

RUU MINERBA PERPARAH PEMISKINAN & KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN

Foto Hutan Lindung

Siaran Pers JATAM – WALHI – ICEL – HuMA, 5 Desember 2008

Pemerintah dan DPR RI rupanya tutup mata terhadap praktek-praktek
pertambangan lewat UU No 11/1967, yang telah berlaku lebih 4 dekade.
Terakhir, mereka akan menuntaskan Rancangan UU Mineral & Batubara,
disingkat RUU Minerba dan segera disahkan di rapat paripurna DPR RI
minggu depan. Semangat RUU ini tak banyak berubah, Keruk cepat, jual
murah. Bisa dipastikan, konflik dan pemiskinan masyarakat serta
kerusakan lingkungan di sekitar pertambangan akan naik.

Pertambangan skala besar telah melahirkan banyak masalah, tak hanya
kepada masyarakat sekitar, tapi juga kerugian bagi negara. Mulai PT
Freeport Indonesia di Papua hingga Laverton Gold di Sumatera. Demikian
pula tambang-tambang rakyat di Bangka Belitung hingga tepian
sungai-sungai di pulau Kalimantan. Perusahaan asing pertambangan
diperlakukan istimewa, sepanjang bahan tambang hanya dipandang sebagai
komoditas dagang penghasil devisa, yang tak punya daya rusak. Sejak
dulu, Industri tambang Indonesia tak naik kelas, hanya menjadi penyedia
bahan mentah, yang mensubsidi ekonomi negara-negara maju lewat ekspor,
dan menjadi pasar raksasa produk olahannya di negara lain, kemudian.
Sementara di lingkungan sekitar tambang rusak berat dan warganya makin
miskin.

Celakanya, RUU Minerba tidak tanggap. Lagi-lagi, isinya abai terhadap
posisi masyarakat, baik saat menentukan Wilayah Pertambangan hingga saat
tambang beroperasi. Ia akan melanggengkan perebutan paksa ruang hidup
dan sumber-sumber pengidupan rakyat oleh perusahaan tambang,dibantu
pemerintah. Mengikuti UU lama, rancangan ini mengkriminalkan rakyat yang
menolak wilayah kelolanya ditambang.

Saat carut marut perijinan tambang terus berlangsung dan makin tak
terkontrol di masa otonomi. RUU Minerba justru mengatur keluarnya
ijin-ijin baru. Bukan cara jitu mengkaji ulang perijinan yang sudah ada,
yang tumpang tindih, melanggar hukum dan jumlahnya tidak masuk akal
untuk negara kepulauan berpenduduk sekitar 240 juta jiwa ini.

”Anehnya, tak satupun fraksi di DPR RI yang kritis dan menyerukan
masalah kaji ulang. Ironisnya, partai penguasa, Golkar dan Demokrat
justru terus memaksa memberikan perlakukan istimewa bagi perusahan
asing, melalui Perijinan Usaha Pertambangan. RUU Minerba tak menawarkan
perubahan mendasar bagi pengelolan sektor tambang yang mandiri,
berkeadilan bagi rakyat dan lingkungan sekitar”, ujar Siti Maemunah,
koordinator nasional JATAM.

Semangat RUU Minerba, masih keruk cepat, jual murah. Ruang hidup rakyat,
maupun kawasan lindung, yang dilarang untuk kegiatan Pertambangan bisa
saja ditambang, jika mendapatkan izin Pemerintah sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan. Sungguh, nasib bangsa akan terpuruk jika
RUU Minerba ini tak diperbaiki.

Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif WALHI menyatakan, ”Posisi
rakyat dan kawasan lindung terancam dengan ketentuan ini ditengah
keberadaan budaya korupsi yang marak di lembaga pemerintahan dan
perwakilan rakyat, sebagaimana tampak dalam beberapa kasus alih kawasan
lindung yang beberapa diantaranya sekarang sedang dalam proses pengadilan.”

Jika tak mau menjerumuskan bangsa ini melalui kebijakan yang buruk,
Pemerintah dan DPR RI harus segera memperbaiki subtansi RUU Minerba.
Rancangan ini harus memasukkan mandat dilakukannya kaji ulang perijinan
yang telah ada melalui upaya moratorium bertahap, mensyaratkan
penghitungan daya dukung lingkungan dan veto rakyat sekitar pertambangan
dan menegaskan arah pembangunan indusutri tambang yang bertanggung
jawab, adil, mandiri dan hanya memenuhi kebutuhan domestik. [ ]

Kontrak Media :

Berry Nahdian Forqan (Direktur Eksekutif WALHI) : 08125110979
Siti Maimunah (Kordinator JATAM): 0811920462
Asep Yunan Firdaus (Koordinator HuMA):08158791019
Rino Subagio (Direktur Eksekutif ICEL):08129508335

6 Desember 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar