Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Inilah Jawabn Ahli serta Nasa Tentang Kiamat 21 Desember 2012

Jutaan manusia cemas menanti 21 Desember 2012 yang diramalkan para ahli sebagai akhir siklus sistim kehidupan bumi saat ini. Hari yang disebutkan sebagai hari kiamat itu telah diramallan suku Maya. Tidak hanya itu sebuah planet raksasa Nabiru yang dicurigai selama ini disembunyikan NASA karena bakal menghancurkan bumi, juga diperkirakan bakal terjadi pada akhir tahun ini. Sementara itu tiga pesawat raksasa antar tata surya milik mahluk cerdas (alien) tengah menuju bumi. Dicurigai misi kedatangan para alien ini adalah merebut bumi. Bagaimana nasib bumi kita, akankah lolos melewati Desember 2012 ini? Berikut ini mungkin bisa sedikit menjawabnya…
Baca lebih lanjut

24 Oktober 2012 Posted by | Ilmu Pengetahuan | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Hasil Penelitian: Terapi Arus Listrik ke Otak Tingkatkan Kemampuan Matematika Siswa

Sebuah tim penelitian di Oxford University di Inggris menemukan bahwa rangsangan kepada bagian otak dengan menggunakan arus listrik dapat meningkatkan kemampuan matematika seseorang.

Sekitar 20 persen siswa di Inggris kesulitan dalam matematika. Ini mendorong sejumlah ilmuwan untuk mencari jalan keluarnya.
Baca lebih lanjut

26 November 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 2 Komentar

Foto Bumi Spektakuler Dari NASA

Foto-foto spektakuler Bumi ini merupakan gambar planet tersebut dengan warna paling setia yang pernah diterbitkan sejauh ini, kata para ilmuwan badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Baca lebih lanjut

4 Maret 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | 2 Komentar

Korea Berhasil Kembangkan Kamera Tembus Pandang


SEOUL- Hasrat manusia yang ingin melihat objek yang tidak terlihat dengan mata telanjang, nampaknya tidak menjadi masalah saat ini. Sebagai contoh yang nyata, hobi menonton film dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi hasrat manusia yang ingin mengintip kehidupan orang lain.
Oleh karenanya, dunia ilmiah terus melakukan petualangan untuk menuntaskan tuntutan hidup manusia itu melalui pengembangan peralatan yang dapat tembus pandang. Baca lebih lanjut

30 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | 35 Komentar

Keajaiban Proyek Apolo

Dr Christopher Riley


Proyek Apollo mungkin pada awalnya bertujuan mengangkat moral satu negara adidaya yang sedang rendah, tetapi proyek ini dilahirkan dari eksplorasi ilmiah murni.
Empat puluh tahun lalu, 16 Juli 1969, proyek Apollo 11 diluncurkan.
Salah satu “hukum” Arthur C Clarke menyatakan bahwa “teknologi maju bisa dibedakan dari keajaiban”.
Sebagaian kemajuan dalam teknologi terjadi dalam beberapa abad, dan sebagian lagi bisa terjadi dalam satu generasi – membuat mereka yang mengalaminya merasakan satu keajaiban.
Apollo adalah contoh yang lebih cepat lagi. Dalam delapan tahun terjadi lonjakan dari tidak bisa terbang di udara ke berkunjung sejenak di bulan.
Orang tertua saat itu – Charlie Smith – dilaporkan lahir tahun 1842 hadir dalam peluncuran akhir Moonshot dan dia benar-benar tidak percaya tujuan para penumpang roket itu.
Syarat-syarat ilmiah ada dalam proyek Apollo 11
Bahkan awak Apollo 11 Michael Collins yang bertanggungjawab atas aspek mesin misi ini, pernah mengatakan dia merasa ada satu keajaiban dalam kemulusan penerbangannya itu.

Baca lebih lanjut

17 Juli 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009, Sang Pemuncak Parade gerhana

Ma’rufin Sudibyo

editor Erensdh

Pada
Selasa 22 Juli 2009 akan terjadi peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yakni satu kondisi dimana bundaran Matahari tertutupi oleh bundaran Bulan yang sedang menuju ke fase Bulan baru atau konjungsi atau ijtima’. Gerhana ini merupakan gerhana pemuncak dari sebuah “parade gerhana”
selama 30 hari ke depan dimana secara berturut-turut akan terjadi 3 gerhana sekaligus yakni Gerhana Bulan Penumbral 7 Juli 2009, Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 dan Gerhana Bulan Penumbral 6 Agustus 2009. Parade gerhana semacam ini terakhir kali terjadi 9 tahun silam tepatnya pada bulan Juli 2000.

Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 merupakan bagian dari gerhana seri Saros 136 dan bisa dilihat dari kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur dan Samudera Pasifik. Sebagai bagian dari seri Saros 136, maka gerhana ini merupakan perulangan dari GMT 55 tahun sebelumnya, yakni GMT 20 Juni 1955. Yang membedakan hanyalah lokasi keterlihatan gerhana kali ini sedikit bergeser ke utara. Dan kelak 55 tahun ke depan, yakni 24 Agustus 2063, GMT yang sama juga akan berulang dengan catatan bahwa lokasi keterlihatan gerhana kian bergeser ke utara menjauhi kawasan khatulistiwa.

Gerhana Matahari Total 22 Juli 2009 memiliki bayangan inti (umbra) yang memanjang sejauh ribuan kilometer dari lepas pantai Laut Arab di sebelah barat India dan menerus ke timur laut melintasi kota Shanghai dan Kep. Jepang untuk akhirnya berbelok ke tenggara hingga berakhir di pertengahan Samudera Pasifik. Umbra ini memiliki lebar 258 km. Gerhana dimulai pada pukul 06:58 WIB ketika terjadi kontak awal penumbra (P1). Disusul kemudian kontak awal umbra (U1) pada pukul 07:51 WIB. Seiring dengan gerakan Bulan mengelilingi Bumi, maka gerhana akan berjalan terus ke timur hingga mencapai puncaknya 09:35 WIB. Gerhana mulai berakhir pada pukul 11:19 WIB ketika terjadi kontak akhir umbra (U4) dan sepenuhnya berakhir pada pukul 12:12 WIB ketika kontak akhir penumbra (P4) terlampaui.

Seluruh wilayah Indonesia terletak jauh di selatan lintasan umbra dan berada di perbatasan daerah penumbra, sehingga hanya bisa menyaksikan gerhana ini dalam bentuk gerhana sebagian. Batas area penumbra membentang dari pantai barat Pulau Sumatra yang menerus ke timur laut melintasi kota Jambi, Samarinda dan sebelah utara kota Palu untuk kemudian berbelok ke tenggara melewati kota Luwuk, Bula (Pulau Seram bagian timur) dan laut Arafuru. Hanya daerah di sebelah utara garis ini yang bisa menyaksikan gerhana.

Gerhana bisa disaksikan pada pagi hari untuk Pulau Sumatra dan Kalimantan. Di Sulawesi dan Papua, gerhana bisa disaksikan pada siang hari. Durasi gerhana yang terpanjang terjadi di kota Jayapura dan sekitarnya, yakni selama 1 jam 52 menit yang dimulai pada pukul 11:11 WIT. Namun penutupan cakram Matahari oleh Bulan yang terbesar pada saat puncak gerhana justru terjadi di kota Banda Aceh dan sekitarnya, yakni
mencapai 29,7 % (magnitude 0,297). Di Banda Aceh gerhana mulai terjadi pada pukul 07:14 WIB dan berakhir pada 08:48 WIB. Sementara durasi terpendek gerhana terjadi di sepanjang perbatasan penumbra. Di kota Samarinda dan sekitarnya misalnya, gerhana hanya berlangsung 17 menit sejak pukul 09:36 WITA, dengan tutupan cakram Matahari hanya 0,4 %.

Arti Gerhana Bagi Umat Islam
Menurut sejarah, gerhana matahari pernah terjadi pada zaman Rasulullah s.a.w., bertepatan dengan kematian putera kesayangannya, Ibrahim. Masyarakat lalu berkomentar dan menghubungkan gerhana dan kematian tersebut. Karena dianggap keliru serta akan membawa kesyirikan, maka Nabi bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)
Sabda lainnya;
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
“Jika kalian melihat kedua gerhana yaitu gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.” (HR. Bukhari no. 1047)

Kesaksian lainnya datang dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. katanyai; “Ketika terjadi gerhana di masa Nabi Muhammad s.a.w maka diserukan: “Ash-shalaatu jaami’ah (tegakkanlah solat berjamaah)”. Kemudian (di dalam solat) Nabi Muhammad s.a.w. ruku dua kali dalam satu rakaat. Pada rakaat kedua Nabi Muhammad s.a.w ruku dua kali pula. Kemudian duduk dan selesai. Matahari sudah terang kembali.

Berdasarkan kutipan diatas maka Shalat
gerhana Matahari sebenarnya telah disunnahkan bagi Umat Islam, dapat dilaksanakan pada daerah-daerah yang bisa melihat gerhana, yakni yang bertempat di
propinsi :

* Nangroe Aceh Darussalam
* Sumatera Utara
* Sumatera Barat
* Riau
* Riau Kepulauan
* Jambi (sebagian)
* Kalimantan Barat
* Kalimantan Timur (sebagian)
* Sulawesi Utara
* Gorontalo
* Sulawesi Tengah (sebagian)
* Sulawesi Tenggara (sebagian)
* Maluku (sebagian)
* Maluku Utara
* Irian Jaya Barat
* Papua

7 Juli 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar