Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Pria Ini Menikahi Murid, Guru, Kepala Sekolah Serta Pengawasnya

Konon, kejadian luarbiasa berkaitan dengan seksualitas di negara-negara Arab, semuanya bisa saja terjadi. Sebut saja soal pemerkosaan, saking luarbiasa tingginya hingga negara seperti Arab Saudi misalnya dikatakan sebagai negara pemerkosa. Tentu saja ini luarbiasa bagi negara yang ketat hukumnya dalam “memproteksi” perempuan hingga wanita pun dilarang bebas keluar rumah selain busananya pun wajib menutupi seluruh tubuh kecuali telapak kaki, tangan dan mata.
Baca lebih lanjut

21 November 2012 Posted by | budaya, internasional, news | , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Astaga, Ruyati Ternyata Disetrum Setiap Pagi

Suwarni, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang juga merupakan teman Ruyati mengungkap kisah baru. Sebelum menjalani hukuman pancung, Ruyati ternyata kerap disiksa. Bahkan, dia selalu disetrum dan digoreskan pisau panas setiap pagi oleh majikannya. Baca lebih lanjut

23 Juni 2011 Posted by | Uncategorized | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pohon Natal Rp99 miliar di Abu Dhabi

Suasana Natal mulai terasa di kawasan Timur Tengah, termasuk di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Seperti halnya di berbagai belahan dunia, pohon Natal yang menjadi hiasan wajib juga terlihat di negeri kerajaan itu.

Yang membedakan adalah pohon Natal di Hotel Emirate Palace Abu Dhabi itu diklaim sebagai yang termahal di dunia karena biaya pembuatannya mencapai US$11 juta atau sekitar Rp99 miliar.

Pohon Natal setinggi 13 meter itu dilengkapi pita-pita emas dan perak, ornamen berbentuk bola, dan lampu-lampu kecil berwarna putih.

Selain itu, berbagai perhiasan seperti kalung, anting-anting, dan perhiasan lain tergantung di cabang-cabang pohon Natal itu.

“Secara total pohon ini dihiasi 181 buah permata, mutiara, berlian, batu safir, dan batu-batu mulia lain,” kata pemilik Style Gallery Khalifa Khouri yang menyediakan perhiasan untuk pohon ini.

Sentimen agama
“Pohonnya sendiri berharga US$10.000 (Rp 90 juta). Dan seluruh perhiasannya bernilai lebih dari US$11 juta,” kata Manajer Umum Hotel Emirate Palace Hans Olbertz.

Olbertz berharap Guiness Book of World Record bisa memasukkan pohon Natal ini sebagai yang termahal di dunia.

Meski pohon ini menambah semarak suasana hotel mewah itu, tetap saja muncul kekhawatiran pendirian pohon ini akan memicu sentimen agama di kerajaan yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam itu.

“Saya pikir tidak (menimbulkan masalah). Uni Emirat Arab adalah negeri yang sangat liberal,” tambah Olmertz.

Apalagi, lanjut Olmertz, tahun-tahun sebelumnya hotel itu selalu mendirikan pohon Natal.

“Tahun ini kami harus melakukan hal yang berbeda,” tandas Olmertz.

Pohon ini mungkin tidak akan menimbulkan sentimen agama, tetapi yang jelas pohon ini bisa memicu kejahatan.

Sehingga, dipastikan pohon ini dijaga ketat siang malam.
BBC

16 Desember 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Eksekusi Biadab Ala Gerakan Reformis Islam

Bandung -Aksi semena-mena yang kian hari kian jauh melebihi kejamnya kekejamanan laskar-laskar underbow PKI di era Nasakom-nya Soekarno, kini semakin tinggi intensitasnya.

Baca lebih lanjut

13 Desember 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Komentar

Dana Teroris Masuk Lewat Jamaah Haji

Islamabad- Amerika Serikat menyebut Arab Saudi sebagai sumber dana bagi gerakan terorisme, seperti Taliban. Demikian bunyi satu dari 250.000 kabel diplomatik AS yang dibocorkan wikileaks.

Baca lebih lanjut

7 Desember 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Arab Saudi Sumber Dana Teroris

Sumber keuangan utama bagi organisasi teroris seperti al-Qaeda maupun Taliban berada di Arab Saudi.
Baca lebih lanjut

6 Desember 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Inilah Dokumen Rahasia AS yang Dikuak WikiLeaks

Dokumen rahasia Amerika Serikat dibongkar habis-habisan oleh pengelola situs WikiLeaks. Dalam dokumen tersebut tercantum beberapa rencana besar AS. Termasuk, upaya Negeri Adidaya ini untuk memata-matai pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diplomat dari negara lain

Baca lebih lanjut

30 November 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Sadis! 24 Paku dimasukan sang Majikan Arab Saudi di Tubuh TKW


Di tubuh pembantu rumah tangga wanita (TKW) itu ditemukan 24 paku sepanjang 5cm serta sebatang jarum. Paku-paku tersebut dibenamkan sang majikan di Arab Saudi, sebagai hukuman atas kesalahan-kesalahannya.

Baca lebih lanjut

27 Agustus 2010 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Gara-gara Ngomong Seks, Wartawati Saudi dihukum Cambuk 60 kali


Jangan pernah ngomong seks dimuka umum dengan seseorang yang bukan pasangan sah-mu, bahkan sekalipun itu sebagai bagian dari suatu tugas peliputan media, di Arab Saudi, bila tidak mau terkena bencana.
Hal ini dirasakan betul oleh seorang wartawati Arab Saudi yang harus menerima siksaan hukuman cambuk 60 kali karena perannya dalam program televisi yang membahas seks di luar nikah. Baca lebih lanjut

25 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 2 Komentar

Buku Ilusi Negara Islam Diperbanyak di Empat Negara

Jakarta – Buku yang berjudul Ilusi Negara Islam yang menceritakan tentang ekspansi gerakan Islam transnasional di Indonesia, akan diperbanyak di empat negara di dunia yakni Turki, Arab Saudi, Inggris dan Amerika Serikat.
“Saya menilai buku ini sangat bagus karena menceritakan Islam yang sebenarnya,” kata C Holland Taylor, pendiri-bersama LibForAll Fundation, saat menghadiri peluncuran buka hasil editorial mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama sejumlah pimpinan Nahdatul Ulama (NU) mantan pimpinan Muhammadyah, di Jakarta, Sabtu malam.
Buku ilusi negara Islam yang merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun, mengungkap asal usul, ideologi, dana, agenda dan gerakan transnasional dan kaki tangannya di Indonesia.
Menurut Holland Taylor, buku Ilusi Islam Transnasional itu, adalah suatu ediologi Islam yang membahas tentang kehidupan Islam melalui perjuangan jihad yang diartikan bahwa Islam dengan jihad bukan merupakan kekerasan tetapi Jihad itu adalah usaha yang dilaksanakan oleh kaum muslim dengan cara yang benar tanpa melalui kekerasan.
Buku setebal 321 halaman diterbitkan PT Desantara Utama Media yang bekerja sama dengan LibForAll Fundation, sebuah lembaga non-pemerintah yang memperjuangkan terwujudnya kedamaian, kebebasan, dan toleransi di seluruh dunia yang diilhami oleh warisan tradisi dan budaya bangsa Indonesia.
Holland Taylor mengatakan, masyarakat dunia, masih banyak yang menganggap bahwa Islam itu penuh dengan kekerasan, padahal setelah dirinya mempelajari lebih dalam tentang ajaran Islam ternyata anggapan oleh sebagian orang Islam radikal maupun non Islam tidaklah begitu.
Ia mengatakan buku yang terbitkan dengan melibatkan sejumlah ulama terkemuka di Indonesia seperti, KH Ahmad Safii Maarif (mantan ketua Muhammadyah), KH Mustofa Bisri dan Azyumarrdi Azra dan Romo Franz Magnis Suseno sebagai salah satu penasihat LibForAll.
Buku tersebut menceritakan bahwa Islam sebagai “Rahmatan Lil-Alamin” itu maksudnya adalah siapa pun di seluruh dunia yang berhati baik, berkemauan baik, dan punya perhatian kuat pada usaha-usaha mewujudkan kedamaian, kebebasan dan toleransi secara kultur adalah keluarga Islam yang bersaudara.
Holland yang merupakan orang Amerika Seikat yang cukup mendalam mempelajari Islam di Tanah Air itu mengganggap bahwa dengan hadirnya buku ini, akan membuka pikiran pemabacanya yang bukan hanya umat Muslim yang beraliran keras tetapi juga bagi umat non Muslim yang mau tahu tentang kehidupan Islam yang sebenarnya.
“Islam di Indonesia, kami telah membentuk sebuah jejaring para pembuat pendapat dalam bidang agama, pendidikan, budaya populer, pemerintah, bisnis, dan media yang bekerja untuk mempertahankan budaya mereka yang mendorong toleransi antar umat beragama dalam menghadapi gelombang baru ekstremisme yang melanda seluruh dunia Muslim,” katanya.
Disamping itu, dengan kerjasama usaha LibForAll di Indonesia untuk mengekspor wajah Islam yang penuh senyum, dengan menghubungkan para pemimpin Muslim “moderat” “dalam sebuah jejaring mercu suar di dalam dunia Muslim yang akan mendorong terciptanya toleransi dan kebebasan berpikir dan beribadah.
Sebagai gambaran LibForAll Foundation, sebuah lembaga nirlaba bermarkas di Indonesia dan AS yang bekerja untuk melawan ekstremisme keagamaan dan menolak penggunaan terorisme.
Peluncuran buku tentang Ilusi Negara Islam itu, juga dihadir mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno, Cawapres dari Partai Golkar Wiranto dan mantan Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung.(*) ANTARA News

Cuplikan Komentar Pembaca (ANTARA News)

17/05/09 01:33

Salam. Semoga Bermanfaat. Sebenarnya yang saya lihat, praktek negara Islam yang baik sudah tampak pada Kerajaan Saudi Arabia (KSA). Disamping kekurangan dan kritik dari berbagai pihak baik dari kalangan Muslim atau non muslim, KSA telah banyak berbuat baik untuk rakyatnya dan rakyat dunia. Namun banyak pihak baik dari muslim maupun non muslim yang memusuhi karena perbedaan ideologi, ataupun hal lain, sehingga yang terekspose di media mungkin sedikit. Maaf dan terima kasih. Salam.

Wira
17/05/09 08:53

Islam hanyalah selembar benang putih dlm kain hitam..itulah saatnya dunia mengakhiri riwayatnya. Tdk pernah ada sesal atas ribuan jiwa manusia yg d bantai zionis dan sekutu2nya. Tetapi korban justru mjd tersangka kekerasan dunia yg biadab. Keadilan apakah hy d langit? Tdk d bumi ini?

Frans
17/05/09 09:18

Hehehe, sebuah upaya untuk menyatukan semua agama neh! Karena “Rahmatan Lil-Aalami” yg dimaksud buku itu. Nanti ada agama bernama “Islam Kristen”, “Islam Budha”, “Islam Konghucu”, “Islam Hindu”, dll.
Pokoknya yang berhati baik, suka kedamaian, kebebasan toleransi. Semua adalah Islam. Nggak perduli dia beragama lain.
Apa mau orang non Islam disebut Islam?
Hati-hati, boleh membeli dan membca bukunya, tapi jangan mengikuti apa yang ditulis dibukunya.

Jaisy01
17/05/09 09:44

Assalamualaikum wr wb…
Sebuah ilusi biasanya mendorong ke alam nyata. Dengan buku ini mudah-mudahan tidak sekedar ilusi belaka, tapi pada akhirnya terbentuk generasi yang benar-benar berlandaskan hukum yang hakiki. Ini merupakan langkah awal untuk perbaikan negeri ini, bahkan dunia. Islam rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta.
Wassalam…

Casrudi
17/05/09 10:09

Maaf mas Wira, apa sih hebatnya Arab Saudi, kita kan hanya tau hebatnya sono karena di Saudi Arab ada tanah suci. Lain itu apa ? Sekumpulan orang bahlul yang kaya minyak,…..andaikan saja anda mau hidup disana beberapa tahun saja anda akan tau. Diskriminatif, sempit berpikir, puritan dan tertutup. Tidak hanya pada masyarakatnya, tapi juga pemerintahannya.

17 Mei 2009 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Setahun Terakhir Arab Saudi Penggal Mati 71 Orang

Organisasi HAM internasional, Amnesty, kemarin, Selasa (14/10), mengeluarkan pernyataan, sehubungan dengan apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi.

Rilisan tersebut mengatakan dalam 8 bulan terakhir, pemerintah Arab Saudi telah melakukan eksekusi mati terhadap 71 orang teridana, termasuk perempuan dan anak-anak, atau rata-rata 2 orang perminggu.

Dalam laporan terakhir itu mereka mengaku telah mendokumentasikan berbagai bukti pelanggaran HAM atas para terpidana yang telah maupun akan dieksekusi mati, yang umumnya merupakan kaum imigran miskin yang datang dari berbagai negara berkembang untuk mendapatkan pekerjaan di negara Arab tersebut.

Amnesty mencatat, sekalipun pemerintah Arab Saudi telah tegas mengatakan pengadilan itu adil, namun mereka mendapati berbagai fakta dilapangan bahwa pengadilan berat sebelah telah terjadi atas para terdakwa, yang diadili secara rahasia, tidak adil dan dalam bahasa yang sulit dipahami oleh para terpidana.

Organisasi HAM ini menguatirkan keadaan ini akan semakin sering berjalan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2006, tercatat 39 orang dieksekusi mati.
Oleh karena itu mereka meminta kepada Pemerintah Arab Saudi untuk segera melakukan penangguhan sementara terhadap pelaksanaan hukuman mati, yang biasanya dilakukan dengan pemenggalan kepala itu.

Arab Saudi merupakan salah satu negara yang menjalankan penafsiran yang ketat hukum Islam, dimana orang-orang yang dinyatakan bersalah karena melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penyeludupan narkoba dan perampokan bersenjata dipancung di muka umum.

Amnesty mengklaim, telah melakukan pengamatan dan dokumentasi HAM terhadap pemerintah Arab Saudi dalam seperempat dasawarsa terakhir.

Sumber: http://www.amnesty.org

16 Oktober 2008 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , | 4 Komentar