Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Wah, Angelina Sondakh Hamil?


Terdakwa kasus suap kepengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional serta Kementerian Pemuda dan Olahraga, Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. FOTO:
Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE

Rumor tentang kehamilan politisi Partai Demokrat, Angelina
Sondakh yang terlilit kasus
dugaan suap itu, kini ramai
dibicarakan di media sosial, bahkan sempat diberitakan dalam tayangan infotainment tv swasta nasional. Benarkah?

“Belum ada informasi soal itu
ke KPK,” ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Johan Budi, sembari terkekeh, lansir beritasatu.com (23/10).

Johan Budi juga memastikan bila KPK belum mendapatkan informasi mengenai kebenaran berita soal kehamilan terdakwa
kasus korupsi itu. Padahal mantan penyandang putri Indonesia yang lebih dikenal dengan panggilan Angie yang sebelumnya juga santer dirumorkan telah menikah siri dengan mantan penyidik KPK Brotoseno, sudah beberapa lama ini disebut-sebut tengah hamil.

Yang kini juga ramai dibicarakan publik adalah apa mungkin mantan istri mendiang Ajie Massaid itu bisa hamil di
Rumah Tahanan khusus perempuan Pondok Bambu yang tergolong ketat itu? Apakah ada ruang-ruang khusuk untuk bisa melakukan hubungan intim? Apakah itu dibenarkan? Mungkinkah itu bisa karena sogok?

“Saya tidak tahu apakah
Rutan Pondok Bambu
menyediakan fasilitas untuk
itu (berhubungan intim),”
kata Johan.

Angie, perempuan yang karirnya melejit cepat dipanggung politik itu berbulan-bulan menghiasi berbagai laman media terkait kasus korupsi. Dia didakwa menerima suap dalam pembahasan anggaran sarana dan prasarana di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan pembahasan anggaran Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan
Nasional tahun anggaran
2010.

Saat dalam penyidikan, perempuan asal Sulawesi itu juga sempat membuat kehebohan lantaran menjalin asmara dengan salah satu penyidiknya Brotoseno. Sekali pun hubungan asmara tersebut adalah hak privacy, namun publik sangat sesali integritas moral penyidik yang digaji dari hasil pajak masyrakat. Sudah seharusnya para penyidik semacam Brotoseno mampu melepaskan diri dari kepentingan pribadi saat menjalankan tugas-tugasnya. Hubungan asmara antara penyidik dan yang tengah disidik sudah pasti akan mengganggu keindependensian penyidikan.

24 Oktober 2012 - Posted by | hukum | , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: