Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Ayah Tega Bunuh Tiga Putrinya Karena Tidak Islami

Ketika putrinya mulai berpacaran, bahkan mulai membuka kerudungnya, bagi . Hamed Shafia, ini adalah memalukan dan tidak islami. Ayah yang mesti melindungi anak-anak ini justru mengambil langkah yang menghebohkan, membunuh para putrinya sendiri!


Mohammad Shafia dan Hamed Shafia digiring polisi

Masyrakat di Kanada dibuat heboh baru-baru ini, dengan sebuah kasus pembunuhan atas tiga perempuan bersaudara dan
seorang perempuan lainnya di Kingston, Ontario. Pasalnya pelaku pembunuhan itu adalah ayah dan saudara laki-laki kandung para korban.

Juri di Kingston menyatakan tiga orang dinyatakan bersalah yakni suami-istri Mohammad
Shafia dan Tooba Mohammad Yahya, serta putra tertua
mereka, Hamed Mohammad Shafia. Ketiganya dinyatakan
bersalah atas empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama.

Tiga korban dipastikan adalah saudara-saudara perempuan Hamed yaitu Zainab (19),
Sahar (17) and Geeti Shafia (13). Perempuan keempat yang tewas adalah Rona Amir Mohammad, yang juga istri pertama Shafia.

Mayat keempat orang ini ditemukan di Kanal Rideau,
pada Juni 2009 lalu. Jasad mereka
terbenam dalam sebuah mobil di dalam kanal. Keempatnya diduga sengaja dibunuh dengan cara memaksa memasuki mobil yang kemudian didorong masuk ke kanal.

Motif pembunuhan menghebohkan itu, menurut Jaksa penuntut, Shafia marah atas dua anak
perempuannya tertuanya itu
karena berpacaran dengan pria yang tidak seagama. Shafia, imigran dari Afghanistan,
menyebut tindakan itu sebagai tidak Islami, apalagi belakangan anak perempuannya itu juga mulai membuka kerudung.

Seumur Hidup
Penuntut mengandalkan
sejumlah rekaman yang menunjukkan tingkat kemarahan Shafia yang bahkan
menyebut kematian putrinya sebagai pelacur. “Alasan nyata di balik pembunuhan ini adalah menyerang konsep kehormatan
Anda,” kata hakim Justice Robert kepada Shafia dan dua terdakwa lainnya.

Setelah putusan dibacakan, Shafia yang berbicara melalui seorang penerjemah menyatakan, “Kami bukan kriminal, kami bukan pembunuh,
kami tidak melakukan
pembunuhan dan ini
ketidakadilan.”

Atas kejahatan ini, ketiganya dikenakan hukuman penjara
seumur hidup. Karena mereka
mengajukan banding, mereka
bisa kehilangan hak
pembebasan bersyarat setelah
25 tahun.

30 Januari 2012 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Payah tu ortu.

    Komentar oleh Deka | 1 Februari 2012 | Balas

  2. gila ni nrang. Pengikut iblis dia

    Komentar oleh nana | 27 Februari 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: