Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Pilot Garuda Mogok, Tuntut Kenaikan Gaji


Pesawat-pesawat maskapai Garuda Indonesia di sebuah landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta (foto: VOA).

Para pilot Garuda yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) melakukan aksi mogok sejak pukul 00:00 dini hari ini, Kamis (28/6).

Kuasa hukum Asosiasi Pilot Garuda (APG) Adnan Buyung Nasution pada saat melakukan jumpa persnya di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu (27/7), kemarin, mengungkap alasan aksi mogok itu sebagai bentuk protes APG terhadap manajemen PT Garuda Indonesia yang dinilainya telah diskriminatif dalam sistem remunerasi atau pendapatan antara pilot lokal dengan pilot asing. Sementara Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Stephanus, kepada Suara Amerika juga mengungkapkan hal yang sama. Dikatakan aksi mogok itu dilakukan karena selama ini telah terjadi sikap diskriminasi yang dilakukan Manajemen Garuda Indonesia terkait soal pendapatan antara pilot lokal dan asing yang menyebabkan kesenjangan di antara mereka.
Selain itu, kata Stephanus, terus bertambahnya jumlah pesawat tidak diimbangi dengan jumlah penerbang yang memadai menyebabkan sangat padatnya jadwal terbang bagi pilot. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan yang kemudian dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Stephanus mengungkapkan bahwa seluruh penerbangan dari Jakarta, baik domestik maupun internasional, akan mengalami penundaan atau tidak berangkat akibat aksi mogok tersebut.
“Beberapa tahun ini banyak masalah yang terakumulatif yang tidak bisa disalurkan dan perwujudan hingga saat ini aspirasi kami pun juga, jangankan dipenuhi di dengar pun juga tidak.”
Dia menambahkan yang mengalami penundaan atau tidak berangkatnya adalah seluruh penerbangan yang berangkat dari Jakarta. Sementara penerbangan-penerbangan yang dari luar Jakarta menuju Jakarta tidak mengalami permasalahan apa-apa. Tetapi ini akan bermasalah pada waktu pesawat itu akan berangkat kembali.
Sejauh ini para pilot asing dengan status kontrak mendapatkan gaji sekitar 77 juta rupiah per bulan, sementara gaji kapten pilot lokal yang telah bekerja di perushaan itu selama 20 tahun hanya sebesar Rp 43 juta per bulan.
Sementara itu juru bicara Garuda Pujobroto mengatakan pemberlakuan kebijakan penggajian yang berbeda terhadap pilot asing karena status mereka yang kontrak.
Meski mendapat gaji besar, namun Pujobroto menyebutkan ada sejumlah fasilitas yang menguntungkan bagi pilot lokal dengan status penerbang tetap yang tidak didapatkan oleh pilot asing.
Sehubungan dengan aksi mogok yang akan dilakukan 640 orang pilot itu, Pujobroto menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sekitar 100 pilot yang selama ini bekerja sebagai instruktur.
Kuasa Hukum Asosiasi Pilot Garuda, Adnan Buyung Nasution, meminta agar pihak manajemen Garuda berunding untuk mencari solusi yang baik. Masalah ini, kata Buyung, harus diselesaikan secara cepat karena imbas dari persoalan ini juga masyarakat.
Adnan Buyung Nasution mengatakan, “Mogok ini bukan final, ini hanya peringatan (warning) yang keras. Dengan harapan, pihak APG masih membuka pintu untuk mencari solusi. Saya sudah usulkan kepada Dirutnya, Pak Emir (Emirsyah Satar), untuk menerima dulu pihak APG.”
Sekertaris Jenderal Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia, Ahmad Irfan, menyatakan aksi mogok para pilot yang tergabung dalam APG merupakan puncak gunung es dari carut-marut penyelenggaraan hubungan industrial di PT Garuda Indonesia.
Ahmad Irfan mengatakan, “Ini bukan hanya terjadi pada penerbang. Sekarang pengelolaan karyawan PT Gardua tidak punya jenjang karir; sistem penggajian sampai hari ini tidak ada. Untuk itu, kami meminta tidak hanya dipermukaan gunung ini yang dibahas nanti tetapi jauh ke dalam.”

28 Juli 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , ,

2 Komentar »

  1. 43 jua per bulan ditambahi berbagai fasilitas untuk para pilot ini masih dianggap kurang? Apakah mereka mengetahui juga bahwa banyak anak bangsa ini, misalnya gaji pembantu rumah tangga, yang gajinya hanya 200ribu rupiah perbulan dengan kan kerja yang jauh melebihi mereka serta kondisi tempat kerja yang luarbiasa buruknya?

    Komentar oleh Rena | 28 Juli 2011 | Balas

  2. setuju sama rena

    Komentar oleh dini nurfitria permanik | 13 November 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: