Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Wireless Toilet: Kakus Spektakuler Tanpa Limbah

Wireless toilet, akan menjadi toilet masa depan, terutama bagi penduduk negara-negara berkembang, saat ini tengah didesain oleh para ilmuwan. Toilet ini tidak lagi memerlukan air, listrik dan saluran pembuangan. Sementara kotoran yang dibuang ke dalamnya tidak punya kesempatan jadi limbah, melainkan disulap jadi energi dan air bersih.

Toilet di negara-negara berkembang tentu sangat berbeda ketimbang di negara-negara Barat. Namun, jangan khawatir, sebentar lagi toilet-toilet di negara berkembang akan berubah. Delapan universitas sedang merancang toilet masa depan: sebuah wireless toilet yang bekerja tanpa air, tanpa listrik dan tanpa saluran pembuangan. Sementara kotoran yang dibuang di sana tidak akan jadi sampah, melainkan energi dan air minum.
Johan Molenbroek dari TU Delft terlibat dalam proyek ini sebagai perancang industrial. Ia menjelaskan mengapa jenis toilet baru ini sangat penting:
“Keadaan toilet di dunia tidak ideal. Ada 2,6 miliar orang yang sebenarnya tidak punya toilet yang memenuhi syarat. Dan tiap tahunnya 1,5 juta anak meninggal, salah satunya karena mereka tidak bisa atau tidak tahu cara mencuci tangan. Tanpa cuci tangan, mereka berkontak dengan kotoran dan itu tidak sehat.”

Sayembara
Banyak anak-anak yang, misalnya, terkena diare kronis -penyakit yang lebih mematikan untuk anak di bawah lima tahun ketimbang malaria atau AIDS. Angka kematian ini bisa dikurangi hingga 40% jika toilet di negara-negara berkembang memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan.
Bill & Melinda Gates Foundation -dengan moto Reinventing the Toilet- menggelar sayembara untuk universitas yang punya ide terbaik untuk toilet 2.0. Yayasan milik mantan bos Microsoft ini menyediakan 42juta dolar untuk delapan ide terbaik. Salah satunya adalah ide TU Delft, yang menerima hampir 4 juta dolar untuk membuat toilet yang 100% kotorannya bisa diubah jadi energi. Menurut TU Delft, ini bisa diwujudkan dengan menggunakan gelombang mikro.

Proses khusus
Ide “microwave” kotoran atau memproses kotoran dengan gelombang mikro adalah milik ilmuwan Yunani Georgios Stefanidis, yang mengadakan penelitian di TU Delft dalam bidang intensivikasi proses. Ia menjelaskan bagaimana sistem ini bekerja:
“Sistem ini relatif murah. Jadi kotoran dikeringkan dahulu. Lalu diproses dengan plasma – gas bertemperatur tinggi – di dalam mesin khusus yang menggunakan gelombang mikro. Dari proses ini tercipta syngas, campuran antara karbon monoksida dan hidrogen. Syngas ini bisa digunakan sebagai sel-sel bahan bakar untuk menjadi pembangkit listrik.”
Menurut Stefanides mungkin hanya diperlukan sebuah baterai untuk menjalankan proses ini. Selain itu toilet dan gelombang mikro akan bekerja tanpa limbah dan hanya akan menggunakan energi listrik yang mereka ciptakan sendiri. Syaratnya, seperti yang disebutkan sang ilmuwan, “kotoran harus bisa dengan cepat diproses dalam sistem tersebut.”

Tuntutan
Tim peneliti TU Delft punya waktu dua belas bulan untuk merealisasikan rencana mereka menjadi sebuah prototipe nyata. Tahun depan, delapan universitas yang terpilih akan mempresentasikan WC supermodern mereka di Seattle. Bill & Melinda Gates Foundation akan memilih desain terbaik dan desain tersebut akan dikembangkan di negara-negara berkembang.
Dunia butuh sebuah WC yang harus memenuhi berbagai tuntutan, desainer Molenbroek dari TU Delft menyadari itu:
“Ini adalah toilet yang tidak membutuhkan listrik, saluran pembuangan atau saluran air. Toilet yang memanfaatkan apa yang dibuang orang ke dalamnya dan mengubah urin dan kotoran jadi air bersih dan energi yang bisa digunakan untuk pengadaan air bersih dan listrik. Jika toilet-toilet ini digunakan di pedesaan, harus jelas di mana toilet berada dan apakah toilet sedang dipergunakan.”
Bill & Melinda Gates Foundation berharap, tiga tahun lagi toilet 2.0 ini akan bisa digunakan di negara-negara berkembang. RNW

27 Juli 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: