Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Perlu Sediakan Rumah Tahanan Khusus bagi Teroris


Abu Bakar Ba’asyir baru-baru ini mendapat vonis 15 tahun penjara untuk kasus terorisme.

Pengamat teroris dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Mardigu Wowiek Prasantyo, mengatakan pemerintah perlu menyediakan rumah tahanan khusus bagi kelompok teroris.
Mereka, kata Mardigu, seperti yang dilansir Radio Suara Amerika (VOA), harus terpisah dengan pelaku tindak kejahatan lainnya. Menurut Mardigu, para teroris harus dipenjarakan terpisah dengan pelaku kejahatan lain agar para teroris tidak dapat melakukan perekrutan anggota dalam penjara.
Ia mengatakan beberapa kasus menunjukan penjara menjadi tempat yang bisa digunakan untuk merekrut teroris baru.
Mardigu menyebutkan, jumlah teroris yang berada dipenjara saat ini hampir 300 orang.
Mardigu mencontohkan, Abdurrahman yang dipenjara Sukamiskin, “Berapa orang yang ia cuci otaknya. Mereka dari STPDN itu tiga orang, pulang ke Aceh jadi ikut gerakan teroris Aceh. Mereka merekrut di dalam penjara itu. Mereka (teroris) adalah warga kelas satu di penjara. Bahkan penjahat narkoba, korupsi dan penjahat kasus lainnya tidak berani menyentuh mereka. Kalau sholat, (teroris) yang memimpin, kalau ceramah mereka yang menjalani, mereka dihormati. Kita sebutnya cuci otak, mereka sebutnya berdakwah.” kata Mardigu di Jakarta pada kamis (23/6) kemarin.
Pendapat yang sama juga datang dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbai menyarankan agar Kementerian Hukum dan HAM memisahkan sel terdakwa kasus teroris Abu Bakar Ba’asyir dengan tahanan lain. Hal ini dilakukan agar tidak ada penyebaran kebencian, permusuhan dan provokasi untuk melakukan aksi teroris.
Menurut Ansyaad, pemisahan tersebut sebaiknya diperuntukkan tidak hanya bagi Ba’asyir, tapi juga bagi tahanan teroris lainnya yang dinilai memiliki pengaruh yang sangat besar dan berbahaya.
Selain itu, petugas lembaga pemasyarakatan juga harus melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap mereka.
“Dipenjara justru dengan bebas mengkampanyekan permusuhan itu. Memprovokasi orang untuk melakukan terorisme, bahkan balik jeruji. Mereka masih bisa mengorganisisasi aksi-aksi terorisme dan bisa merekrut orang baru.” kata Ansyaad.
Sementara itu Direktur International Crisis Group Asia Tenggara, Sidney Jones menyatakan sistem pengawasan juga harus dilakukan terhadap teroris yang telah bebas dari penjara.
“Kalau sudah bebas harus ada sistem pengawasan yang lebih dekat misalnya melapor sebulan sekali atau kirim pejabat dari penjara untuk melihat bagaimana orangnya yang seharusnya sudah ada di rumah. Sekarang ini, kalau orang bebas, sudah. Jarang ada sistem pengawasan supaya bisa tahu betul-betul selama satu/dua tahun berikutnya, apa yang mereka lakukan,” kata Jones

24 Juni 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Sulit dipercaya di dunia ini ada manusia semacam Abubakar Ba’asyir. Harusnya mereka langsung digorok lehernya saja biar mampus cepat. Akhirnya buku yang diagung-agungkan umat islam itu harus dikaji kembali, agar manusia yang percaya kepada buku tsb lebih manusiawi lagi. Setidaknya jangan berwatak perserti hewan.

    Komentar oleh Kita | 25 Juni 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: