Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Diffusion Tensor Imaging, Alat Baru untuk Pelajari Cedera Otak Ringan


Dr. Andrew Fong, Kepala Radiologi di Fort Campbell, Kentucky.

320 ribu personil militer di Irak dan Afghanistan diperkirakan menderita cedera otak traumatis akibat ledakan-ledakan ringan yang diterima mereka dalam medan pertempuran. Sekalipun ribuan kasus dialami para tentara ini, namun itu terbaikam karena selain cedera ini digolongkan ringan, masalah yang esensial adalah karena cedera otak ringan ini tidak terdeteksi oleh alat pemindaian otak, sehingga gejala yang mirip gangguan ingatan tersebut sulit diobati.
Namun kabar baik bagi penderita kasus-kasus cedera otak ringan yang diperkirakan dialami jutaan orang di berbagai negara ini punya harapan baru setelah dalam studi mutakhir yang memanfaatakan teknik canggih pemindaian otak yang disebut diffusion tensor imaging telah dapat menangkap kelainan materi putih pada jaringan otak tentara tersebut. Materi putih adalah bagian penting dari sistim jaringan otak yang memungkinkan sel-sel saraf berkomunisasi satu sama lainnya.
Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Washington University School of Medicine di St Louis dan Landsthul Regional Medical Center di Jerman itu melibatkan 63 tentara yang menderita cedera otak ringan dan kelompok kontrol yang terdiri dari 21 tentara yang juga terkena ledakan tetapi tidak didiagnosa menderita cedera otak ringan traumatis tersebut.
Diffusion Tensor Imaging memungkinkan peneliti mampu mengamati pergerakan cairan pada jaringan otak yang cedera. Christine Mc Donald peneliti Universitas Washington mengatakan ada perubahan samar atau difusi dalam aliran cairan dimaksud. Peneliti mencatat ada kelainan materi putih pada 18 dari 63 tentara yg mengalami cedera otak ringan tersebut, yang tidak terlihat pada 21 orang dalam kelompok kontrol.
Mc Donald mengatakan para peneliti belum dapat memastikan apa peran kelainan materi putih tersebut dalam hal-hal seperti perubahan perhatian, ingatan dan “post traumatic stress disorder” yang dialami banyak veteran perang. Lebih lanjut ia mengatakan penelitian itu akan terus menyelidiki apakah “diffusion tensor imaging” bisa membantu mengidentifikasi penyebab cedera otak yang tak kunjung hilang.
Artikel mengenai kelainan pada orang yang menderita cedera otak ringan karena ledakan ini diterbitkan New England Journal of Medicine.
VOA

9 Juni 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: