Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Kakek 85 Tahun Seberangi Atlantik Dengan Rakit

Kehidupan manusia memang penuh dinamika, penuh warna-warni. Dalam mengarungi kehidupannya, tak sedikit orang yang terus saja terjebak ideologi, ajaran atau hanya sekedar ajakan kebencian terhadap sesama manusia lain secara gila-gilaan, hingga, bahkan harus belajar membuat rakitan bom bunuh diri demi membunuh sesama yang mungkin saja tidak pernah di kenalnya.
Namun, saat bersamaan tidak reikit pula ada yang, semampunya, mau berbagi demi membantu atau bahkan menyelamatkan sesama manusia lain tanpa memandang unsur suku, agama maupun ras-nya.

Beda dengan Abu Bakar Ba’asyir
Tersebutlah, seorang kalek tua berusia 85 tahun akhirnya sukses seberangi Lautan Atlantik hanya dengan memakai rakit demi menggalang dana sosial kemanusiaan.

Berbeda dengan Abu Bakar Ba’asyir yang sukses menggalang kebencian dari para pengikutnya, Anthony Smith, pria uzur asal London ini berlayar mengarungi lautan dengan rakit yang terbuat dari pipa berhasil menyelesaikan pelayaran sejauh 4.596 km selama 66 hari demi menarik perhatian dunia ke nasib sekitar satu miliar warga di seluruh dunia yang hidup tanpa air bersih.
Seperti dilansir BBC, pria uzur ini kebetulan adalah juga salahsatu mantan presenter BBC, berharap bisa menggalang dana £50.000 untuk lembaga kemanusiaan WaterAid.
Mereka belayar dari Kepulauan Canary dan mencapai Karibia hari Rabu.
Smith merekrut tim ”orang-orang yang matang dan pemberani” – berumur antara 56 dan 61 orang – dengan memasang iklan di koran Daily Telegraph.
Smith sendiri adalah sang mantan wartawan sains dan presenter acara BBC yang dihentikan setelah 40 tahun berkarir.

Angin kencang
Iklan itu berbungi: ”Berkhayal naik rakit menyeberangi Atlantik? Pengelana ternama memerlukan tiga awak.
”Harus OAP (pensiunan karena usia lanjut). Hanya untuk petualang serius saja,” tambah naskah iklan tersebut.
Hasilnya Anthony Smith bekerja sama dengan tiga kru: David Hildred, Andrew Bainbridge, John Russell, di atas rakit yang dinamai An-Tiki.
Rakit tersebut dibangun dengan bahan dasar dari pipa 12m.
Rakit tersebut dilengkapi dengan layar, kemudi kembar dan seperangkat dayung.
Kecepatan rata-rata kendaraan Smith itu empat knot.
Awak rakit semula berniat mengakhiri pelayaran di Kepulauan Bahama, tapi arus dan angin kencang memaksa mereka bergerak ke Pulau St Maarten.
Menurut salah satu awak rakit, John Russel, 61, mereka bertahan hidup dengan menyantap makanan kaleng.

8 April 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: