Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

FPI Protes Perlindungan terhadap Ahmadiyah Oleh Sultan


Anggota FPI berdemonstrasi menuntut dilarangnya Ahmadiyah di Medan (foto: dok VOA 2008).

Setidaknya lebih dari 300-an orang anggota Front Pembela Islam (FPI) Rabu siang menggelar arak-arakan dan demonstrasi. Organisasi yang dikenal akrab dengan sikap arogan anarkisme ini berkonvoi menggunakan puluhan sepeda motor dan sejumlah mobil bak terbuka, dari markas mereka menuju ke kantor Gubernur DIY sambil meneriakkan tuntutan, agar Ahmadiyah dilarang di Yogyakarta.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X beberapa hari yang lalu, dengan tegas telah menjamin kebebasan beribadah bagi warga Ahmadiyah.
“Yogyakarta saat ini damai sehingga tidak perlu ada provokasi,” kata Sri Sultan pada 3 Februari 2011.
Menurut Sultan, keberadaan Ahmadiyah di Yogyakarta tidak pernah menimbulkan masalah. “Bagi daerah yang mengeluarkan SK pelarangan Ahmadiyah, itu inisiatif mereka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan”.
Bagi FPI, pernyataan Sultan selaku gubernur itu tidak dapat diterima. Dalam orasinya di depan kantor gubernur, Ketua FPI DIY-Jawa Tengah, Bambang Teddy, yang dikutip VOA, mengatakan Sultan tidak layak menjadi gubernur jika tetap melindungi Ahmadiyah.
“Sultan selaku Gubernur Yogyakarta, wajib melarang Ahmadiyah di Yogyakarta. Jika Sultan tidak melarang Ahmadiyah, berarti Sultan melindungi aliran sesat. (Dan) maka (itu), Sultan tidak berhak menjadi pemimpin di Yogyakarta.”
Menanggapi aksi demonstrasi FPI ini, ketua Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) DIY, KH Abdul Muhaimin meminta Sultan tetap tidak berubah sikap. Keputusan untuk melindungi Ahmadiyah di DIY dinilai sudah tepat sesuai dengan prinsip kebebasan menjalankan ibadah. Oleh karena itu, Abdul Muhaimin meminta Gubernur DIY untuk tidak mengindahkan protes FPI, sebab mayoritas warga mendukung keputusannya.
“Mereka tidak usah diberi ruang. Biarkan saja mereka berteriak-teriak. Nanti akan ada sanksi sosial. Semua orang Yogya tidak sepakat dengan ulah-ulah FPI. Tidak hanya saya, semua elemen-elemen Yogya yang bisa berpikir, mendukung pernyataan Sultan.”
Selama berlangsungnya aksi demonstrasi, polisi melakukan penjagaan ketat, termasuk di kantor Jamaah Ahmadiyah Yogyakarta, yang hanya berjarak dua kilometer dari lokasi demonstrasi. Penjagaan ini juga terkait dengan keputusan Gubernur DIY untuk tidak membiarkan aksi anarkis terjadi pada warga Ahmadiyah.
Koordinator Lapangan sekaligus juru bicara FPI DIY-Jawa Tengah, Herman mengatakan, pihaknya siap kembali turun ke jalan.
“Kami akan tunggu dalam waktu 1-2 minggu ini, kalau dalam waktu itu Sultan tidak mengeluarkan pelarangan terhadap Ahmadiyah, kamu akan demo lagi,” kata dia yang dikutip VIVAnews.com.
Ditambahkan Herman, demo akan terus dilakukan sampai Sultan mengeluarkan larangan kegiatan Ahmadiyah. “Kami tak akan pernah bosan.”

Bahkan melalui FPI seperti disiapkan VOA, mengancam akan mendukung Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Yogyakarta versi Pemerintah, yang disebut-sebut akan mempreteli beberapa hak-hak istimewa sultan yang diturunkan secara turun-temurun.

10 Maret 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. FPI itu biadab bung! Mereka itu kumpulan manusia-manusia purbakala yang lahir dizaman modern. Perusak akidah bangsa, itulah FPI.

    Komentar oleh FPI bangsat | 10 Maret 2011 | Balas

  2. dibalik FPI jangan2 pemerintah pusat (mendaagri) kok pemimpin negeri ini diam saja, ni negeri aneh n ajaib. Bung FPI ini bukan jaman purba, yg bisa bicara bukan hanya kalian, ibi bukab negara rimba, yg ku herankan mayoritas umat islam diam aja tuh kenapa ya, FPI jelas2 merusak citra islam kok dibiarkan waduh…. payah ki

    Komentar oleh milkha | 6 April 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: