Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

“Siapa Tak Cinta Khadafi, Tak Pantas Hidup”


TV Libya tayangkan Khadafi di depan pendukungnya

Dalam pidato di depan pendukungnya di Alun-ALun Hijau Tripoli, Muammar Khadafi terang-terangan menyerukan pembunuhan terhadap para penentangnya yang juga adalah rakyatnya sendiri.


tampil mengenakan jaket musim dingin dan topi pemburu, Muammar Khadafi yang -disebutkan banyak pengamat- sudah terjepit, dihadapan publiknya menyerukan pendukungnya untuk siap bertempur, demi apa yang dia katakan sebagai martabat Libya. Karena katanya, hidup tanpa martabat sama sekali tak bernilai.

Mengatakan Libya adalah sebuah bangsa bermartabat, yang dulu membuat penjajah Italia kepada pedulungnya, pemimpin khas dengan embel-embel pangkat Kolonel ini berusaha membangkitkan semangat para pendukungnya di lapangan terbesar Tripoli itu membiarkan anak-anak muda pendukungnya untuk berjoget, bernyanyi, dan bersuka ria sepanjang malam disana.

Khadafi yang juga terang-terangan menuding media internasional telah melakukan persekongkolan melawannya. Tanpa tedeng aling-aling, memprovokasi pendukungnya untuk menyerang para media yang dituduhkan.

“Lawanlah para pendusta itu. Jawab media-media pembohong, itu, lawan kebohongan mereka.” serunya.

khadafi lebih jauh mengungkapkan nada ancaman bagi yang tidak melakukan kehendaknya untuk perlawanan para penentangnnya sebagai yang tidak mencintainya. “yang tak mencintai saya, tak pantas hidup.” katanya. Lebih keras lagi, “Jika rakyat saya, rakyat Afrika dan Rakyat Arab tidak mencintai Muammar Khadafi, maka mereka tak layak hidup. Tak satu hari pun mereka pantas hidup.”

“Muammar Khadafi,” katanya menyebut namanya sendiri, “bersama kalian sepenuhnya. Kita akan bertempur melawan mereka dan membunuh mereka jika itu yang mereka inginkan.”

Radio Jerman mengatakan Khadafi tak ubahnya psikopath yang haus darah, yang terang-terangan mengancam dan menyerukan pendukungnya untuk membunuh para penentangnya.

Mengutip Wakil Duta besar Libya di PBB yang menyatakan diri membelot dari Khadafi, Ibrahim Dabbashi, menyebutkan Khadafi sebagai “orang gila” yang narsis dan megalomania. Ibrahim Dabbashi bahkan mengutarakan kecemasannya, pada waktunya Khadafi akan menciptakan kehancuran habis-habisan, sebelum kemudian membunuh diri.

Sementara itu, putra Khadafi Saiful Islam Khadafi yang belakangan seakan menjadi juru bicara ayahnya membantah semua tudingan itu, terutama pembunuhan brutal yang dilakukan rezim Khadafi. Seperti yang dia katakan dalam wawancara dengan sebuah statiun televisi Turki.

“Kami tak akan membunuh rakyat kami, karena mereka adalah rakyat kami. Tetapi kami tak akan membiarkan rakyat kami berjalan sendirian di masa-masa penuh kegelapan ini.” Saiful Islam Khadafi bahkan mengklaim dukungan rakyat terhadap ayahnya yang telah berkuasa sepanjang 42 tahun itu, “Kami sekarang ini bersatu sepenuhnya, semuanya. Dan kami akan bertempur hingga penghabisan. Dan kami akan menumpas para teroris ini”.

Namun Saiful Islam Khadafi tidak menampik bila ada yang menentang ayahnya, yang disebut sebagai teroris, setelah sehari sebelumnya. Sehari sebelumnya ia juga menuding al Qaida sebagai dalang semua masalah, dan bahwa perlawanan ini dilakukan oleh anak-anak muda yang dicekoki obat bius.

Klaim putra Khadafi itu pada kenyataannya, seperti ungkapan berbagai kalangan, bahwa saat ini sebagian besar wilayah Libya sudah jatuh ke tangan rakyat penentangnya. Sedangkan Khadafi hanya menguasai penuh ibu kota Tripoli, yang dijaga ketat dengan persenjataan berat, dan sebagian kecil wilayah.

Berbagai cerita yang terhimpun dari para pengungsi Libya yang tiba di Tunisia, mengungkapkan kebanyakan warga Tripoli sebetulnya menentang sang diktator. Hanya, mereka terancam dibunuh langsung jika menunjukkan keberpihakan.

“Seluruh rakyat Libya sebetulnya bersatu, dari timur hingga ke barat. Tak ada perpecahan di kalangan rakyat,” ungkap seorang pengungsi kepada koresponden radio Jerman di Tunisia. “Kecuali segelintir minoritas, yang tangannya berlumuran darah, dengan melayani kepentingan dan kebijakan politik Khadafi selama lebih dari 40 tahun.”

Hingga sekarang, bahkan ketika segala isyarat sudah menunjukkan perubahan, tambah sang pengungsi, “mereka terus saja menjalankan kediktatoran dan terorisme terhadap rakyat”.

26 Februari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: