Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Risiko Terorisme di Mesir Pasca Mubarak


Orang makin cemas bahwa terorisme Islam radikal akan bisa kembali ke Mesir, setelah jatuhnya Mubarak. Sekitar 17.000 orang berhasil lolos dari sembilan penjara Mesir sewaktu kekacauan pertengahan pertama Februari. Ratusan dari mereka berhubungan dengan kelompok-kelompok Jihad Islam radikal.


Dua kelompok Islam terbesar Mesir, Al-Jamaa al-Islamiya, dan Tanzim al-Jihad, mencela kekerasan beberapa waktu lalu. Namun, beberapa anggotanya menolak inisiatif meninggalkan kekerasan, dan banyak dari mereka kini kabur dari penjara.
Mantan wakil presiden Omar Suleiman memperingatkan, banyak teroris berbahaya kini bebas berkeliaran. Juga pemerintah Amerika Serikat khawatir akan perkembangan itu.

Keadaan darurat
Ketakutan ini tambah besar setelah tampilnya seorang terhukum perkara terorisme, yakni Sami Shihab, yang lari dari penjara di Mesir sepuluh hari lalu, di samping Hassan Naserella dari gerakan Hizbullah pada demonstrasi di Beirut pekan ini.
Shihab, yang adalah orang Libanon, divonis penjara seumur hidup di Mesir, setelah dinyatakan bersalah merencanakan serangan teroris di negeri tersebut.
Alasan lain atas ketakutan masyarakat adalah bahwa Dinas Intelijen Mesir, yang ditugaskan mencegah terorisme, gagal menghentikan protes massal belakangan ini di Kairo.
Beberapa tokoh radikal mengambil kesempatan dari suasana tenang di Mesir saat ini. Jika Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata jadi mencabut keadaan darurat, yang diberlakukan tiga puluh tahun silam, itu akan bisa memberi kelompok radikal kesempatan untuk memperkuat diri.
Al-Jamaa al-Islamiya telah menggelar pertemuan umum di Kairo selatan. Di sana mereka menyelenggarakan pesta perayaan damai menyusul revolusi.

Demokrasi baru

Kendati demikian, tidak semua orang setuju Mesir akan kembali menjalankan politik kekerasan seperti di masa lampau. Abul Ila Madi, pemimpin Islam moderat dari Partai al-Wasat berkata:
“Mayoritas jihadis dari tahun 1990an, sudah sejak lama meninggalkan kekerasan. Tidak ada lagi yang mendukung kekerasan. Warga Mesir yang menjaga ketertiban ketika polisi tidak ada, kini penuh kepercayaan, dan tidak membiarkan kelompok mana pun menggunakan kekerasan. Lagipula, penindasan keji Islam radikal merupakan salah satu alasan atas kekerasan. Namun masalah ini terselesaikan dengan dibentuknya demokrasi baru.”
Dr. Hilmi Sha’rawi, peneliti kiri sekuler, berkata:
“Ketakutan seperti ini merupakan bagian dari upaya Amerika dan Barat menggunakan Islam dan Islamis untuk menakuti kami serta negara-negara lain di dunia. Tidak ada alasan bagi Islamis fundamental kembali menggunakan kekerasan serta terorisme di negara demokratik baru Mesir. Kini rakyat Mesir mampu mencegah ini.”

Era kekerasan

Ia juga menentang pendapat bahwa dinas intelijen pemerintah makin melemah. Menurutnya, Mesir serta dinas intelnya tetap utuh dan mampu beroperasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Era kekerasan telah berlalu,” kata Issam al-Arian, pemimpin terkemuka Ikhwanul Muslimin. “Kelompok Jihad radikal seharusnya memetik pelajaran darinya. Rakyat kami telah membuktikan perubahan sangat mungkin dengan cara damai. Kekerasan tidak akan terjadi lagi di Mesir.”
Tidak mungkin kekerasan Jihad tahun 1980an dan 1990an kembali terjadi di Mesir. Namun demikian, Jihadis fundamentalis tidak berjuang bagi demokrasi dan HAM. Mereka ingin membangun negara Islam, dan selalu menganggap demokrasi gagasan asing, serta tanda penguasaan politik dan budaya barat.
Selama unsur-unsur ideologi seperti ini tetap ada, terlalu optimis menyingkirkan kemungkinan kekerasan Jihad. RNW

21 Februari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: