Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Korban Jiwa Terus Bertambah Usai “Pembantaian” di Libya

Tindakan biadab rejim Libya terhadap para demonstran di Bengasi mengejutkan dunia. Diduga lebih dari 100 orang tewas. Seorang dokter di lapangan bahkan menyebut tindakan aparat sebagai sebuah “pembantaian.”


Tentara Libya melancarkan serangan brutal untuk menumpas para pengunjuk rasa di Benghazi. Mereka menembaki para demonstran dengan senapan mesin. Kepada Radio DW, seorang pengusaha dan pengacara warga Benghazi, Al-Haris al-Barqawi melaporkan, “saya pastikan, hanya di satu rumah sakit saja di Benghazi, terdapat 200an jenazah korban tewas, dan lebih dari 900 korban luka.”

Sekalipun belum bisa dipastikan kebenaran laporan tersebut, karena wartawan serta pengamat asing dilarang masuk oleh pihak berwenang Libya, namun sejumlah dokter mengungkapkan angka yang kurang lebih sama kepada beberapa kantor berita internasional. Beberapa menyebut, jenazah-jenazah itu kebanyakan sudah dikuburkan sejak kekerasan meletus, awal pekan ini.

Hari Minggu, tentara Khadafi terus menembaki para pengunjuk rasa. Sementara kekerasan paling brutal terjadi hari Sabtu (19/2), saat penguburan sejumlah korban yang tewas sebelumnya. Dimana pasukan khusus militer menggunakan senapan mesin, mortar, senapan kaliber besar, bahkan peluru kendali, terhadap warga yang menghadiri penguburan di kota Benghazi.
Dilaporkan puluhan orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka berat.
“Mereka menembaki para demonstran dengan senjata anti pesawat terbang dan persenjataan berat. Pasukan khusus militer dan kaum tentara bayaran dari berbagai negara Afrika sengaja menembaki rakyat di jalanan”, kata Barqawi

Pasukan Khusus Hadapi Rakyat
Beberapa lain melalui telepon mengatakan, para penembak jitu melepaskan tembakan dari atap-atap gedung. Sementara rakyat mulai melawan dengan menyerang balik tentara.

Pasukan khusus yang dipimpin oleh komandan Chamies Khadafi, salah satu putra Muammar Khadafi, secara brutal menumpas para pengunjuk rasa di berbagai kota Libya timur.

Putra Muammar Khadafi lainnya, Al Saadi Khadafi, justru nyaris menjadi korban amukan massa yang melihatnya sesaat setelah helikopternya mendarat di timur Lybia. Disebutkan, militer dikerahkan untuk menyelamatkan dan menyembunyikan putra Khadafi itu. Helikopternya terbakar hangus, namun tidak ada yang tahu dimana kini ia berada..

Pemerintah Libya dilaporkan telah menahan puluhan orang yang sebagai anggota sebuah jaringan nasionalis Arab, yang dituding sengaja menggelar aksi demonstrasi untuk mengacaukan negara.

Kantor berita Libya Jana menulis, mereka yang ditahan di beberapa kota Libya itu merupakan anggota jaringan luar negeri yang dilatih untuk merusak stabilitas, keamanan serta persatuan nasional Libya. Menurut corong pemerintah Khadafi itu, mereka antara lain berasal dari Tunisia, Mesir, Sudan, Palestina, Suriah dan Turki. Kantor berita itu juga tak lupa menuduh bahwa dinas rahasia Israel berada di balik jaringan tersebut.

Pembebasan Rakyat

Barqawi, yang aktif dalam berbagai aksi unjuk rasa itu membantah laporan tersebut. Menurutnya, ini murni aksi rakyat Libya untuk membebaskan diri dari pemerintahan Khadafi yang berkuasa secara brutal sejak tahun 1969.

“Tujuan kami satu. Yakni menggulingkan diktator ini bersama para penjahat yang membantunya di pemerintahan. Kami ingin meruntuhkan rezim kriminal ini,” katanya.

Tekad dan keberanian yang ditunjukkan Barqawi bersama ribuan rakyat Libya lain yang memenuhi jalan-jalan berbagai kota sejak Selasa lalu, belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka terinspirasi dari keberhasilan rakyat Tunisia dan Mesir yang berhasil menggulingkan pemimpin mereka yang selama puluhan tahun memerintah dengan tangan besi.

Selain Libya, unjuk rasa anti pemerintah pun pecah di Yordania, Suriah, Yaman serta Bahrain. Menurut wartawan Libya, Abdullah el Kebir, jatuhnya presiden Tunisia Zine Abidin Ben Ali, disusul presiden Mesir Husni Mubarak, menimbulkan gelombang perubahan di tanah Arab.

Rakyat yang selama ini ditindas mulai bangkit dari ketakutan. “Kami sebetulnya ingin berunjuk rasa secara damai. Namun kemudian muncul para pendukung Kadhafi bersenjatakan pisau, parang, pedang, dan batu, menyerang kami. Polisi pun kemudian menembaki kami pula. Sejak itu kami bertekad untuk terus berjuang,” tutur Abdullah el Kebir.

Jumlah Korban Simpang Siur
Abdullah el Kebir sendiri, kini dengan berani melaporkan kekejaman-kekejaman pemerintah Khadafi, melalui telepon ke jaringan pemberitaan internasional. Selain itu, rakyat Libya juga menyiarkan perjuangan mereka dan kekejaman pemerintah Khadafi melalui video di internet.

Sejak aksi unjuk rasa anti pemerintah dimulai Selasa lalu (15/2), dalam catatan organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW), lebih dari 100 orang tewas di Libya. Itupun, menurut organisasi itu merupakan perkiraan yang bisa jadi jauh lebih rendah dari jumlah sebenarnya. Sebaliknya pemerintah Libya menuding perkiraan itu berlebihan dan tidak sesuai kenyataan. Menurut angka resmi pemerintah Khadafi, jumlah korban tewas hanya mencapai 16 orang.
Padahal, menurut Barqawi, yang terjadi sekarang adalah pembantaian. Ia menyerukan dunia internasional, khususnya eropa, untuk menghentikan kekejaman ini.

“Jika Eropa menganggap rakyat Libya punya hak atas kehidupan dan kemerdekaan, maka Eropa mesti menghentikan pembantaian ini. Tapi kami sendirilah yang bertanggung jawab untuk menggulingkan rezim ini. Saya tegaskan, apa yang terjadi di sini sekrang ini adalah pembantaian”.

21 Februari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Kondisi libya yang sebenarnya tidak seperti yang diberitakan di Media, ini hasil wawancara dengan salah satu mahasiswa indonesia yang di Libya. Mohon disebarluaskan agar fitnah yang ditimbulkan oleh beberapa media dapat segera diluruskan

    http://andihendra.wordpress.com/2011/02/24/kondisi-libya-sebenarnya-saat-ini/

    Komentar oleh andihendra | 24 Februari 2011 | Balas

  2. Silahkan baca dan mohon disebarluaskan
    http://andihendra.wordpress.com/2011/02/25/penuturan-langsung-kondisi-libya-oleh-mahasiswa-ri/

    Komentar oleh andihendra | 25 Februari 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s