Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Demo Tolak SBY di Kupang Rusuh


Demo ribuan mahasiswa yang bergabung dalam Front Rakyat Anti Imperialis-Neoliberal Nusa Tenggara Timur berakhir ricuh. Puluhan pendemo terluka setelah terkena pukulan pentungan, maupun terinjak sepatu boneng pasukan antihuru hara Polda NTT.

Para pendemo menolak kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kupang dan mendesak agar Presiden bertanggung jawab atas berbagai kegagalan pembangunan, termasuk buruknya proses hukum terhadap para koruptor.
Para demonstran yang sejak pagi hari melakukan orasi di Jl. Soeharto, depan kampus lama Universitas Nusa Cendana, Kupang, mencoba menerobos barisan aparat kepolisian yang telah memblokade jalan menuju ke rumah jabatan Gubernur NTT, tempat di mana Presiden SBY akan bermalam.
Saat melakukan orasi, tiba-tiba para demonstran dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian. Para mahasiswa mencoba melakukan perlawanan namun akhirnya dipaksa mundur oleh ratusan aparat kepolisian bersenjatakan tameng dan tongkat.

“Ada puluhan aktivis muda yang luka berat dan belasan lainnya belum diketahui keberadaan mereka,” kata juru bicara demonstran, James Faot dari Partai Rakyat Demokrat di Kupang, Selasa 8 Februari 2011.
Menurutnya, belasan aktivis mahasiswa yang diangkut paksa dengan mobil patroli belum diketahui keberadaan mereka.
“Polisi berlebihan dalam melakukan pengamanan SBY. Padahal, kami melakukan aksi damai,” kata James seraya mendesak Kapolri, Timbul Pradopo, untuk bertanggungjawab terhadap kekisruhan yang terjadi.
Presiden SBY ke Kupang dalam rangka meresmikan monumen Gong Perdamaian Nusantara. Peresmian tersebut dilaksanakan di Taman Nostalgia, Jl. El Tari II Kupang, Kelurahan Kota Baru.
Peresmian ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali. SBY yang menggunakan baju berwarna khaki dan celana coklat tiba di Kupang, pukul 14.00 menggunakan pesawat kepresidenan. SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
Para tokoh agama di Kupang menyayangkan langkah presiden yang meresmikan Gong Perdamaian Nusantara di tengah keprihatinan atas semakin lunturnya nilai-nilai kerukunan antar umat beragama.
“Peresmian ini adalah sebuah retorika politik yang dangkal, sekaligus pemborosn anggaran,” kata Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor, Pendeta Eben Nuban Timo di Kupang.
Menurut dia, rakyat Indonesia sudah capai dengan simbol-simbol. “Kami membutuhkan tindakan konkret negara mengakhiri konflik, menindak tegas koruptor dan meniadakan retorika politik. Saya sedih anak-anak sekolah disuruh berbaris sepanjang jalan dan lapar untuk menyambut SBY,” lanjut Nuban Timor.
Ketua Majelis Ulama NTT, Abdul Kadir Makarim, mengaku prihatin dengang kondisi bangsa Indonesia, di mana banyak orang yang menginginkan perdamaian tapi ada segelintir orang yang tidak menginginkan umat beragama hidup berdampingan dengan damai.
“Ada segelintir orang yang memaksakan kehendak dan melanggar hukum dan ada orang yg ingin menjadi polisi agama. Di saat bersamaan, SBY meresmikan Gong Perdamaian tanpa satu pun pesan damai bagi seluruh umat beragama di Indonesia,” kata Makarim.
Pemerintah dan aparat penegak hukum, dia menambahkan, perlu bertindak tegas untuk mencegah pengrusakan simbol-simbol agama. Dan sebaiknya, Ahmadyah mendirikan agama sendiri agar tidak merusak citra Islam. Vivanews

8 Februari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: