Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Ini dia, Negara Yang Gagal Melindungi Warganya Sendiri


JAKARTA – Banyak pihak mengutuk keras insiden yang menewaskan tiga warga jemaah Ahmadiyah di Desa Umbalan, Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kemarin. Negara bahkan dituding tak mampu melindungi keamanan warganya sendiri.
Demikian disampaikan Ketua Nurcholis Madjid Society Muhammad Wahyuni Nafis dalam keterangan pers, Senin (8/2/2011).

Menurut Nafis, di saat tokoh lintas agama, penyelenggara negara dan tokoh ormas keagamaan berembug mencanangkan keharmonisan beragama dan hidup tanpa kekerasan, penyerangan terhadap warga Ahmadiyah kembali terjadi.
“Ini menunjukan kegagalan negara menjalankan tugas dan fungsi utamanya dalam melindungi hak konstitusional warganya untuk hidup berdasarkan agama dan keyakinnya,” katanya.
Kecaman yang hampir senada disampaikan Ketua Setara Institut Hendardi. Menurut dia insiden itu dipicu provokasi pejabat publik yang menyulut kekerasan yang dilakukan Menteri Agama Suryadharma Ali dan ketundukan aparat Polri pada tekanan organisasi garis keras.
Karenanya, dia meminta Presiden segera bertindak menyelesaikan kasus ini.
Selain Nurcholis Madjid Society dan Setara Institute, kutukan serupa disampaikan Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI). Badan Pengurus Nasional PBHI Angger Jati Wijaya meminta agar semua pihak menahan diri dan menghentikan tindak kekerasan atas nama apa pun.

SBY Tegur Polisi

Insiden yang menimpa penganut Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur polisi dan pemerintah daerah. Sebab, ia menilai sesungguhnya ada kemungkinan peristiwa itu dicegah, namun pencegahannya tak efektif. “Saya ingin semua pihak tidak lengah, tidak menganggap ringan situasi,” kata Yudhoyono dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Senin (7/2).
Jika sudah ada tanda-tanda, katanya, seharusnya aparat aktif melakukan langkah pencegahan, bukannya menunggu benturan dan bentrokan terjadi. Yudhoyono ingin kepolisian antisipatif, profesional, dan tegas dalam pencegahan kekerasan serta tindakan hukum terhadap pelakunya.
“Rakyat ingin mendapat kejelasan dari semuanya, saya berharap jajaran pemerintah terkait segera setelah peristiwa ini melakukan tugas dan tanggung jawabnya,” tutur Presiden.
Yudhoyono berjanji siapapun yang terbukti lalai dan bersalah bakal dihukum, baik itu polisi, personil pemerintah daerah, maupun Jamaah Ahmadiyah Indonesia serta massa penyerangnya.
Yudhoyono menambahkan, ia ingin semua pihak melaksanakan kesepakatan tahun 2008 yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung. “Kesepakatan tahun 2008 (adalah) salah satu opsi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini dan mencegah bentrokan horizontal,” ucapnya. Okezone/Tempo interaktif

7 Februari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: