Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Adu Kekuatan Berlanjut di Mesir, Wartawan pun Diserang


Demonstran yang berlarian di Lapangan Tahrir pada hari kedua bentrokan kubu pro dan anti Mubarak

Hari Kamis (03/02) di pusat ibukota Mesir Kairo juga terjadi kerusuhan hebat. Penentang dan pendukung Presiden Husni Mubarak kembali terlibat bentrokan jalanan dan saling melempar batu di Lapangan Tahrir Square. Sementara pagi Kamis itu juga terdengan rentetan-rentetan tembakan senjata api di sekitar lapangan yang kini sangat terkenal itu


Kelompok pendukung Presiden Husni Mubarak menyerang dari pinggir-pinggir jalan, melempari demonstran anti pemerintah dengan batu dan menyerang mobil-mobil. “Kalian yang berada di Lapangan Tahrir menjadi penyebab mengapa kami tidak dapat melakukan kehidupan normal!” Demikian teriakan salah seorang pendukung Mubarak, seperti dikutip radio Jerman, DW.

Sementara jam malam tidak lagi diindahkan kedua kelompok yang bertentangan, para reporter asing melaporkan saling menyerang diantara kedua kelompok tersebut semakin tingi intensitasnya. Mereka menyebutkan, kelompok penentang Mubarak naik ke atap dan balkon bangunan untuk memperingatkan para demonstran dari serbuan kelompok pendukung Mubarak yang disebut-sebut terdiri dari para preman bayaran serta polisi yang berpakaian preman.

Media asing juga melaporkan, para pendukung Presiden Mesir Husni Mubarak dalam aksi demonstrasi tandingan di Kairo telah menyerang wartawan asing.
Beberapa wartawan dipukuli sementara peralatan mereka dirusaki, beberapa lainnya ditangkap aparat keamanan. Pendukung Mubarak juga menghalang-halangi penyaluran makanan dan minuman kepada kelompok anti pemerintah yang bertahan di Lapangan Tahrir, pusat kota Kairo.

Setelah bentrokan senjata di Kairo Kamis (03/02) siang, sedikitnya tiga orang tewas, sementara sumber lainnya bahkan menyebut lebih dari itu, kementrian Kesehatan mesir menyebutkan delapan orang diketahui telah tewas akibat saling serang kedua kelompok. Sementara dari berbagai kawasan ibukota Kairo dan daerah di sekitarnya dilaporkan terjadi kebakaran.

Akibat meningkatnya tekanan dari dalam dan luar negeri militer Mesir yang berusaha menahan diri, akhirnya mulai bertindak, untuk pertama kalinya menengahi pertempuran antara kubu pendukung dan penentang Mubarak pada Kamis kemarin. Mereka membentuk barikade antara kedua kubu di Lapangan Tahrir di Kairo.

Sementara pemerintahan yang baru dibentuk Mubarak meminta maaf atas eskalasi kekerasan dengan korban tewas dan luka-luka, tapi tidak menyatakan bertanggung jawab untuk itu. Perdana Menteri Mesir yang baru Ahmad Shafik menyampaikan
“Saya berjanji bahwa penyelidikan ini akan berlangsung secara terbuka untuk melihat apakah insiden itu direncanakan, apakah itu direncanakan seseorang dan jika ya, oleh siapa. Semua pihak yang bertanggung jawab akan segera mendapat hukuman.”
Juga di tingkat politik belum terlihat tanda-tanda berakhirnya adu kekuasaan antara pemerintah dan oposisi. Untuk pertama kalinya Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman mengundang gerakan oposisi terbesar Mesir Ikhwanul Muslimin untuk berdialog. Sebagai syarat untuk berdialog pemimpin kelompok oposisi itu, juga kekuatan oposisi lainnya antara lain pemenang hadiah Nobel Perdamaian Mohammed El Baradei meminta pengunduran diri segera Mubarak. Namun Suleiman mendesak oposisi untuk melakukan persiapan pemilihan pengganti Mubarak bulan Agustus atau September mendatang. Wakil Presiden Mesir itu menutup kemungkinan mundurnya Mubarak sebelum akhir masa jabatannya September mendatang. Permintaan mundurnya presiden adalah mengundang kekacauan. Dijelaskan Suleiman dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional di Kairo.
Ikhwanul Muslimin dan pihak oposisi lainnya menolak tawaran perundingan pimpinan pemerintah tersebut.
Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan agar pemerintah Mesir menghentikan serangan terhadap demonstran. Harus dimulai awal baru, jika tidak masyarakat tidak akan puas. Demikian kata Merkel saat kunjungannya di Madrid. Sebelumnya Jerman, Perancis, Inggris, Italia dan Spanyol menyampaikan seruan bersama agar segera dibentuk tatanan baru hubungan kekuasaan di Mesir, seperti yang sebelumnya diminta Amerika Serikat.
Sementara itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam National Prayer Breakfast, acara tradisi tahunan yang diselenggarakan bagi presiden, para pemimpin politik dan pejabat tinggi lainnya serta tokoh-tokoh agama, mendoakan korban kerusuhan di Mesir
“Kami berdoa agar kerusuhan di Mesir berakhir dan hak-hak serta aspirasi warga Mesir dapat direalisasi, dan agar hari lebih cerah akan bersinar di Mesir dan di seluruh dunia.”
Sementara itu melaporkan situasi di Mesir semakin berbahaya bagi para jurnalis. Dalam tugas liputannya jurnalis asing terjebak dalam dua kubu yang terlibat bentrokan, diburu, diserang dan ditangkap semena-mena. Akibat luka-lukanya sejumlah jurnalis bahkan sampai harus dirawat di rumah sakit. Rezim Mubarak menuduh pemberitaan media asing sebagai penyebab kerusuhan di Mesir.

4 Februari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: