Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Akbar Tanjung: Maju Terus Hak Angket!

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tanjung menyerukan agar para penandatangan hak angket pajak dan partai-partai pengusungnya untuk maju terus.

“Menurut saya, partai-partai yang sudah menandatangani, terutama Partai Golkar tidak perlu mundur, maju terus,” pinta Akbar seperti disampaikan kepada INILAH.COM seusai diskusi di kantor Akbar Institute, Jakarta, Senin (31/1/2011) malam.

Mantan Ketua DPR ini meminta agar para pengusul dari beberapa partai tidak surut, meski sejumlah kadernya yang terseret kasus dugaan suap kini banyak yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pencabutan dukungan oleh Partai Demokrat juga diminta tidak mempengaruhi semangat pengajuan hak angket.

“Hak angket pajak kan memang sudah bergulir. Partai Demokrat dan PKB sudah menolak. Tapi kalau Pansus perpajakan itu dilihat lebih efektif dan optimal mereka sebaiknya melanjutkan. Terutama Partai Golkar, karena Partai Golkar termasuk yang mempunyai sikap pertama untuk melakukan hak angket,” terangnya.

Menurut Akbar, penggunaan hak angket dinilai lebih efektif untuk menuntaskan kasus mafia hukum dan pajak. “Karena kalau lewat hak angket itu bisa lebih leluasa untuk melihat dari berbagai aspek. Sehingga lebih komprehensif. Bisa meminta keterangan dari pihak-pihak yang punya keterkaitan dengan kasus itu,” paparnya. Inilah

1 Februari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , ,

5 Komentar »

  1. Behhhh, oalaaah, haiyaa….. dagang nyawa anak rakyat untuk mendapat anggaran lalu dikorupsi sama-sama. Oalaaaah, anak kecil masih TK juga tahu, itu kan cara jenderal-jenderal nakal di kepolisian mendapatkan daya-tawar agar disediakan anggaran keamanan atas nama macam-macam. DPR harus tahu itu, SBY juga harus tahu itu, sebab sponsor anggaran anti terorisme dari Amerika sudah berkurang, sebab Amerika sendiri susah ekonomi. SBY dan DPR tidak boleh mengabulkan anggaran yang akhirnya akan hilang masuk kantong, dikolupsiiii. Haiyaaaaa….begitu manusia pejabat di negerimu, behhhh. Oalaaah, haiyaaaa….

    Komentar oleh Ariza Ong | 16 Februari 2011 | Balas

  2. Numpang lewat. Ini lucu Sayang. Sebaiknya kita tahu juga. Kalau perlu share ke kawan kita.

    KENTUT. Kalau saja ada kentut, berwarna lagi, muncul tiba-tiba dan kasat mata di atas gedung DPR dan di kantor-kantor pemerintah, pasti mereka akan teriak: “Ayooo kita bahas kentut. Ada kentut, berwarna lagi. Ayooo kita buat rapat bersama tentang kentut. Mari-mari, jangan lupa panggil semua pers untuk meliput dan ikut membahas kentut berwarna dan kasat mata ini. Ayooo kita minta pers agar tiap hari bahas kentut-kentut. Mari…sebab ada kentut yang agak beda. Berwarna lagi”. Itulah perumpamaan bahwa apapun tidak penting diangkat dan dibahas berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, di Indonesia, dan setelah itu dibahas lagi nanti, diulang dan diulang, dimunculkan, lagi dan lagi. Sementara pers kehilangan focus. Apa jadinya? para pemimpin yang tak pantas jadi pemimpin-pemimpin itu yakni oknum pejabat di pemerintahan dan kiyai/ulama yang berpolitik, politisi-politisi yang sok kiyai/sok ulama, dengan penampilan peci dan kehalusan pencitraan, yang sudah mereka pelajari dan hayati sejak masa Orba, mereka semuanya tertawa girang terkentut-kentut saat mengeluarkan kotoran mereka di WC-WC DPR, kantor pemerintahan, dan di Masjid Istiqlal, karena lagi-lagi, berhasil mantap membohongi, membodohi dan menipu bangsa sendiri dengan hal-hal remeh-temeh itu. Masya Allah. Naudhubillah min Dhalik.

    Ali Maschan Moesa, anggota DPR pengkhianat NU dan PKB. Di Tv One, Ali Maschan Moesa, muncul dan jelas memiliki agenda tidak jelas. Dia orang pemerintah atau anggota DPR? Mungkin orang tak jelas yang menjadi anggota DPR atas nama PKB, orang yang disusupkan. Ali mengajak Ahmad Haryadi, mengaku bekas da’I Ahmadiyah, untuk memfitnah umat Ahmadiyah. Sudah jelas Ahmadiyah adalah aliran biasa dalam agama Islam seperti aliran lain: Syafii, Maliki, Hanafi dll. Seperti juga, kalau dalam organisasi massa Islam Indoensia, ada Muhammadiyah, ada NU, dan ada yang aliran keras FPI dan yang lain. Antara Muhammadiyah dan NU misalnya memiliki jumlah adzan berbeda misalnya kalau dalam sholat Jumat. Itu bukan prinsipil, sah-sah saja. Begitu juga dalam Ahmadiyah. Semua aliran dalam Islam tersebut termasuk Ahmadiyah juga mengakui dan bersaksi bahwa Muhammad adalah rasulullah. Mana yang berbeda? Syahadat mereka juga sama.

    Inilah kalau negeri ini dipegang orang-orang yang bukan amanah dan bukan pada tempatnya. Sementara pemerintahan diisi orang-orang yang bukan pada bidangnya. Pasti, agama dan umat sebangsa menjadi target diobok-obok dan dipolitisir hingga serumit unsure kimia kotoran sapid an kotoran mereka. Ujung-ujungnya hanya untuk mengalihkan isu. Pasti. Masalah-masalah perbedaan kecil dibahas hingga capek, sementara masalah-masalah penting yang tidak dilakukan pemerintah, tidak dibahas dan diselesaikan tuntas, itulah Ali Maschan Musa dari DPR, memang anak TK yang mencari popularitas. Islam pun diobok-obok, dipecah-belah dan umatnya tak sadar sedang diadudomba bahkan oleh umat sendiri yang duduk di atas. Itu kebodohan. Rupanya oknum-oknum di pemerintah mendukung kebodohan ini karena mungkin berharap kewajiban mereka dalam melaksanakan amanah rakyat yaitu mensejahterakan akan dilupakan rakyat. Naif betul orang-orang pemerintahan bebek ini. FPI silahkan bergerak, kalau tujuannya untuk menjatuhkan pemerintah yang dianggap publik tidak becus, silahkan. Tetapi kalau untuk membunuh manusia hanya karena beda aliran sama saja kaum Jahiliyah. Ali Maschan Moesa, anggota DPR pengkhianat NU dan PKB (Mursyidah Ikhsan).

    Komentar oleh Mursyidah Ikhsan | 17 Februari 2011 | Balas

  3. Ini seputar PSSI. Andaikata Golkar dibubarkan sejak reformasi mahasiswa 1998 yang puas hanya mengguingkan Suharto, maka oang-orang partai tersebut tak akan ngrecoki system. Contoh betapa sulitnya mengalahkan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie yang sengaja dipasang dan dipertahankan Golkar dalam pencalonan ketua PSSI. Menurut narasumber acara Komisi di Elshinta, Nurdin dan Nirwan dipertahankan untuk menghadapi pemilu 2014. Sejauh dan sehebat inikah Golkar bercokol? Sebetulnya kalau pemerintah SBY berani mudah sekali membuang keduanya. Jangan-jangan semua ini hanya bagian bagi-bagi proyek, permainan sandiwara sempurna orang-orang Golkar dan Partai Demokrat yang dikenal sangat licik, atas nama politik? Politik universal tak pernah ajarkan kelicikan. Lihat lagi semua definisi politik. Hak angket juga sandiwara belaka dan hanya menghabiskan uang rakyat. Mereka yang ingin pemakzulan atau hak angket omong kosong. Akbar Tanjung dulu juga pemain sandiwara ulung. Pemakzulan pun menjadi tdiak mungkin, mereka terlalu kuat, kecuali people power. People power kalau sudah berlangsung, karena digerakkan semangat dan keberanian moral seluruh mahasiswa yang bersatu ditambah kekuatan rakyat, baru bisa.

    Komentar oleh Ibu Isye | 20 Februari 2011 | Balas

  4. Hak Interpelasi,angket, dan menyatakan pendapat? Itu tidak mungkin bisa. Ada banyak orang licin mirip belut mirip Akbar Tanjung dimana-mana. Sudah membudaya di negeri terkutuk itulah. Juga terutama karena TV-TV berita di Indonesia bukan milik organisasi independen. Ambil satu contoh saja. Soal macam mana untuk membuat sudut pandang bagus dan mempesona, mereka tidak mampu. Ambil contoh, televisi yang mengklaim number one itu? Ahaa! Selepas dikritik sebagai bisu akhirnya pada siang tadi Metro TV berakhir membuat tayangan sedikit tentang revolusi Timur Tengah khususnya Libia. Tapi sudut pandang dia-dia orang di televisi Indon itu pro Gadafi. Dilansirnya kata-kata Gadafi yang akan membagi senjata-senjata pada milisi pro rezimnya untuk bunuhi habis pengunjuk-rasa pro demokrasi. Rupanya dia-dia orang editor Metro TV ikut gila, atau mungkin dapat uang angpao dari Gadafi! Lagipun sudut pandang untuk uraian Yemen dibuat damai. (Hou Huan, Singapore)

    Komentar oleh Huo Huan | 26 Februari 2011 | Balas

  5. Diam kamu, Hou Hian!!!! Mereka orang di dalamnya, betul, olang-olang berbau etnis Alab (Arab). Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka. Paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Tak ada yang tak kami kuasai. Kita orang pintar, mereka orang tolol-tolol, haiyaa…. Tanah-tanah luas, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, macam etnis Aborigin di Australia, haiyaa…i. Jangan tanya itu lagi Hou Hian, haiyaaaa….?!!!

    Komentar oleh ong xiao | 26 Februari 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: