Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Mahasiswa Kumpul Koin untuk SBY

MAKASSAR -Puluhan mahasiswa dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar aksi pengumpulan koin untuk dipersembahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengelu gajinya tidak pernah naik.

“Hari ini kami turun ke jalan untuk mengumpulkan koin buat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengeluh gajinya tidak pernah naik,” teriak mahasiswa dari balik pengeras suara saat berorasi di fly over Makassar, Rabu (26/1). Mereka membawa kotak bertuliskan “Koin untuk SBY” dan mendatangi setiap pengguna jalan yang berhenti di persimpangan.
Mahasiswa tersebut menamakan diri Fraksi (Front Rakyat Sakit Hati), memprotes Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan SBY yang dinilainya gagal membawa perubahan terhadap bangsa ini. Tujuan negara sesuai Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagaimana slogan dasar the founding fathers yaitu masyarakat adil dan makmur, semakin jauh dari harapan, hukum dan keadilan tidak bisa ditegakkan, mulai dari kasus Lapindo, kekerasan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI), kasus aktivis Hak Azasi manusia (HAM) Munir, kasus Century dan kasus Gayus dan mafia pajak menjadi bukti.
Menurut mahasiswa, di tengah kondisi bangsa yang kian tertinggal, SBY malah berbicara soal gaji. Ini pertanda karakter dan gaya Pemerintahan SBY kehilangan kepedulian, pemerintahannya mati rasa di tengah kondisi rakyat yang masih banyak miskin dan melarat.
Mereka menuntut agar Presiden SBY turun dari jabatannya karena SBY memiliki beberapa kesalahan yang merugikan negara dan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah harga sembako yang tidak terkontrol, bahkan harga cabe yang mencapai Rp 125 ribu per kilogram dan kasus mafia pajak Gayus Tambunan yang merugikan negara milyaran rupiah tidak mampu diselesaikan.
Aksi serupa juga berlangsung di depan Monumen Mandala hingga sempat memacetkan arus lalu lintas karena mahasiswa menutup sebagian ruas jalan, membakar foto Presiden SBY dan Boediono di jalanan. “Ayo pak menyumbang, ini untuk tambahan gaji SBY yang kinerjanya buruk,” kata mahasiswa sambil menyodorkan kotak kepada para pengendara yang tampak kesal karena jalan macet. Suara Pembaruan

27 Januari 2011 - Posted by | Uncategorized | , , , , ,

10 Komentar »

  1. Dua peristiwa kekerasan itu sepertinya sudah disiapkan dengan matang untuk jelas mengalihkan isu, akibat ketakutan peristiwa Tunisia dan Mesir akan terjadi di Indonesia, karena pemerintah khususnya kepemimpinan nasional tidak serius memerintahkan isu-isu mafia pajak dan skandal bank century segera dituntaskan. Ini juga untuk mengambing-hitamkan tokoh-tokoh lama yang dahulu terlibat merekayasa peristiwa serupa sekitar sebelum 1998. Esok atau lusa, seminggu atau bulan mendatang, pasti akan ada yang baru lagi. Ini pengalihan isu, gaya pemerintahan saat ini.

    Komentar oleh cecep | 9 Februari 2011 | Balas

  2. Kita bisa melihat berdasarkan urutan waktu. Pertama, ada pernyataan Tokoh Lintas Agama, dimotori Syafii Maarif, yang prihatin nasib bangsa. Pernyataan itu dipandang pemerintah/intelijen, bisa membahayakan stabilitas rejim ketika jutaan orang disini kian sulit akibat pemerintah yang tidak menciptakan roadmap dan pelaksanaan ekonomi yang jelas. Bila TLA ditindaklanjuti gerakan mahasiswa dan massa anti pemerintah saat ini, itu bisa memicu sebuah gerakan masif, berupa demo-demo dimana-mana, juga di depan DPR dan Istana. Kedua, tak lama kemudian, Tunisia dan Mesir meletus demo-demo besar, juga karena rakyat itu kian sulit akibat Ben Ali dan Mubarak yang kian sengsarakan rakyat mereka: Harga-harga terus naik. Rejim-rejim itu berjatuhan, melalui gerakan revolusi yang terpicu tak adanya daya-beli dan kelaparan. Di Indonesia, meski bukan diktator dan baru berkuasa 6 tahun berjalan, namun ketakutan seperti itu sudah dibacad. Perlu pengalihan isu yang efektif dan bertahan lama. Isu itu adalah isu SARA, meskipun ini terbukti tidak efektif untuk masa sekarang, ketika sebagian rakyat berpendidikan mengerti permainan dan taktik lama ini. Dulu di masa Suharto, cara pengalihan isu seperti itu efektif tapi lama-lama malahan membuat dia terguling. Sebetulnya taktik lama tidak perlu, sebab masih banyak penduduk ini yang bodoh-bodoh dan masih terpengaruh oleh hal-hal tahayul. Jadi mudah, buat saja “Selametan Minta Berkah” seperti yang kini dibuat bupati di Jawa Timur di bulan Maulud ini. Maka rakyat banyak berdatangan mandi air disana mereka berharap berkah. Gampang, Tidak perlu membunuh sesama manusia sebangsa lagi.

    Komentar oleh Zahirah K. | 18 Februari 2011 | Balas

  3. Ini seputar PSSI. Andaikata Golkar dibubarkan sejak reformasi mahasiswa 1998 yang puas hanya mengguingkan Suharto, maka oang-orang partai tersebut tak akan ngrecoki system. Contoh betapa sulitnya mengalahkan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie yang sengaja dipasang dan dipertahankan Golkar dalam pencalonan ketua PSSI. Menurut narasumber acara Komisi di Elshinta, Nurdin dan Nirwan dipertahankan untuk menghadapi pemilu 2014. Sejauh dan sehebat inikah Golkar bercokol? Sebetulnya kalau pemerintah SBY berani mudah sekali membuang keduanya. Jangan-jangan semua ini hanya bagian bagi-bagi proyek, permainan sempurna orang-orang Golkar dan Partai Demokrat yang dikenal sangat licik, atas nama politik? Politik universal tak pernah ajarkan kelicikan. Lihat lagi semua definisi politik.

    Komentar oleh Ibu Isye | 20 Februari 2011 | Balas

  4. Mereka akan bernasib seperti Saddam Husein, bekas presiden Irak, digantung. Libia membara. MetroTV tidak mampu menunjukkan kepada pemirsa atas genosida maupun kekejian keras oleh pemimpin-pemimpin Arab. Apa karena di MetroTV banyak etnis Arab? Atau karena Indonesia membunuhi rakyatnta secara lunak, dengan membiarkan mereka miskin dan kelaparan? Uraian MetroTV juga diperhalus. Untuk apa menutupi kekejaman hard maupun soft? Lihat di tv-tv asing juga di Aljazeera Arabi, Libia telah dikuasai demonstran dan rakyat. Kalau Ben Ali, mantan pemimpin Tunisia, kini selamat karena cepat lari ke negara asing, Mubarak, pemimpin Mesir, keras kepala dan pasti akan dihukum rakyat Mesir, dan Gadafi, pemimpin Libia, pembunuh tentara sendiri dan rakyanta, akan digantung rakyatnya, karena perintahkan eksekusi banyak tentaranya yang membelot akibat menolak membunuh para demonstran. 1000 lebih demonstran dan massa sudah terbunuh dalam revolusi di Libia saat ini. Anggota keluarga Gadafi sudah ditolak mendarat di Malta, di Tunisia dan di Libanon. Gadafi akan digantung rakyatnya, ini soal waktu. Meskipun sudah berjanji dan menawarkan akan mengubah UUD dan KUHP hingga tak ada hukuman mati, rakyat tidak mau tahu. Kemana ia melarikan diri ke negara asing? Semua menolak. Tapi ada apa SBY terbang ke Brunei? Semoga SBY tidak akan bernasib seperti pemimpin-pemimpin Arab tersebut. Mungkin Gadafi dan Mubarak perlu lari ke Brunei. Emas dan harta mereka pun bergudang-gudang. Atau ke Indonesia siapa tahu pemerintah bisa kebagian. Lumayan untuk tambahan korupsi? Oh iya tapi SBY juga membiarkan kekerasan terjadi terutama terhadap umat Ahmadiyah?

    Komentar oleh Ibu Zuriah | 24 Februari 2011 | Balas

  5. Elshinta semalam diskusi kekosongan caketum PSSI saat ini. Diperlukan harusnya perombakan total, tak hanya Nurdin Halid yang harus dibekukan, PSSI dan seluruh cabangnya di daerah-daerah harus dibekukan/dibubarkan karena semua yang strategis masih dikuasai Golkar. Inilah ketika Golkar tak dibubarkan sedari awal ketika pelengseran Soeharto 1998. Mahasiswa waktu itu mabuk euporia dan hanya menerima lengsernya Soeharto, padahal sampai saat ini orang-orang Golkar tetap bercokol dimana-mana ngrecoki pemerintahan SBY. Selama SBY dan Menpora tak tegas dan tak membubarkan PSSI, jangan harap situasi berubah. Nurdin boleh pergi, tapi kalau masih banyak orangnya bercokol di cabang-cabang di daerah, percuma.

    Komentar oleh Ibu Ida Surabaya | 26 Februari 2011 | Balas

  6. Ketika “pejabat” TV negeri ini disuap pemerintah. Padahal terlihat nyata dari tv-tv asing, Libia warganya berdarah-darah. Lebih dari 2000 pengunjuk rasa dibantai brimobnya Kadapi, pemimpin gila Libia itu. Tapi TVOne dan MetroTV bisu, ada apa? Pemred mereka mungkin disuap pemerintah supaya tidak memberitakan revolusi di Timur Tengah, takut merembet ke Indonesia! Tidak menayangkan dan tak lagi diskusikan seperti saat Mubarak digulingkan. Sementara, pemerintah tak lagi evakuasi warganya. Kalau begitu evakuasi Mesir kemarin lebih tepat disebut untuk pencitraaan dong!

    Komentar oleh Agustin | 26 Februari 2011 | Balas

  7. Harusnya tentara dekat dan bersama mahasiswa dan rakyat untuk ambil aksi merebut. halusnya tentala setelah melihat situasi krisis saat ini lantas secepatnya pegang kekuasaan bagi mempertahankan negara dan rakyat bumiputera yang kini terancam oleh kami orang. Tapi tentara di Indonesia, kolonel-kolonelnya, tidak belani sama jenderal-jenderal meleka, yang padahal jadi jendelal kalena menyuap. Kami Singapore dulu tak ada artinya, kami merdeka juga lebih belakang, haiyaa. Tapi kami dapat pemimpin hebat, Tuan Lee Kuan Yew, pejuang sejati dan pemimpin sejati daam kami inilah. Indonesia dulu ada pemimpin hebat, Sukalno, tapi direbut pemimpin karbitan CIA/Amelika, Suhalto. Indonesia kini sama saja, dipegang pemimpin tak tahu apa-apa, SBY. Maka kita orang, dinasti Han, Tionghoa perantauan, bukan Cina hebat macam mereka olang RRC/Tiongkok. Kami di Indonesia pandai dagang dan menyuap dan KKN dengan pejabat-pejabat Indonesia yang tak memiliki halga diri. Itu terus-menerus. Indonesia sekalang juga semakin hancul belantakan. (Hou Huan, Singapore)

    Komentar oleh Huo Huan | 26 Februari 2011 | Balas

  8. Diam kamu, Huo Huan!!!!! Semua bukankah sudah nenek-moyang kita orang-olang Han/Tionghoa l/rancang semuanya. Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka. Paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Tak ada yang tak kami kuasai. Kita orang pintar, mereka orang tolol-tolol, haiyaa…. Tanah-tanah luas, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, macam etnis Aborigin di Australia, haiyaa….i. Jangan tanya itu lagi Hou Hian, haiyaaaa….?!!!!!!

    Komentar oleh ong xiao | 26 Februari 2011 | Balas

  9. Terkait dengan reshuffle yang sudah dikatakan. SBY bisa maju kena mundur kena. Ada teori menarik dan logika benar dalam politik. Kamu aku tak suka. Orang lain berteman sama kamu. Orang lain itu aku tak suka pula. Saat ini Partai Demokrat, partai berkuasa saat ini, banyak orang tak suka karena partai ini melalui presidennya kurang sekali pro rakyat. Jadi partai yang bersamanya atau yang akan bergabung dengannya pasti akan “selesai”. Tak akan dipilih tahun 2014. Yang oposisi yang akan dipilih. Jadi kalau mau “dipeluk” partai/penguasa, siap-siap untuk kalah.

    Komentar oleh meida | 9 Maret 2011 | Balas

  10. Kita orang-orang PAN, kita orang-orang PKS, kita orang PDIP, kita orang-orang Gerindra, kita orang-orang Hanura, jangan mau dibodohi pemerintah.

    Aduh, uang sebanyak itu diberikan ke perompak Somalia? Senang dong. Itu kan uang rakyat? Kenapa tidak dikirim saja Kopasus? Inilah kalau negara dipimpin pemimpin tidak berani. Alasannya macam-macam, takut awak kapal meti kek, tokek kek. Habis dong uang rakyat.

    Kalau bom itu, biasa, mengalihan isu juga. Itu agar perhatian masyarakat tidak pada isu pembangunan Gedung Mewah DPR dan tidak ke isu pembahasan dan peradilan skandal Bank Century. Enggak ada hubungannya dengan teoris. Umar Patek dll juga enggak ada. Dibilang TV ONE bahwa Umar Patek ditangkap di Pakistan, itu bohong. Kita memantau TV-TV internasional, enggak ada berita penangkapan itu apalagi berita orang nama Umar Patek, ada-ada saja negeri kita ini. Itu semua tokoh-tokoh rekayasa, yang diciptakan polisi, untuk membodohi publik Indonesia yang bodoh. TV-TV Indonesia membebek polisi. Coba pikirkan. Kita semua tahu itu semua dari versi dan pihak polisi. Tokoh-tokoh perwayangan ala polisi. Itu rekayasa isu juga. Pakai dong otak kita dan logika sehat kita.

    Komentar oleh Garniyah | 15 April 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: