Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Dewan Pers Minta Polri Kirim Tim Pencari Fakta Tewasnya Alfrets

Jakarta – Dewan Pers meminta Mabes Polri mengirimkan tim pencari fakta untuk menyelidiki kasus kematian Pemimpin Redaksi Mingguan Pelangi Maluku, Alfrets Mirulewan (28). Sebab, terdapat indikasi keterlibatan oknum polisi dalam tewasnya jurnalis tersebut.


“Dewan Pers meminta agar Polri mengirimkan tim pencari fakta dari pusat untuk menyelidiki kasus tewasnya Alfrets karena ada indikasi keterlibatan oknum polisi setempat dalam kasus ini,” ujar Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (18/12/2010).

Bagir melanjutkan, Dewan Pers juga meminta komitmen Polri untuk memperhatikan secara serius penyelidikan kasus kematian Alfrets, yang ditemukan tewas di Pelabuhan Pantai Wonreli, Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya, pada Jumat (17/12), dini hari, kemarin. Polri mempunyai tanggungjawab untuk memberi keadilan bagi korban dan mengembalikan rasa aman jurnalis dalam menjalankan amanah dan mengembang kepentinga publik.

Menurut Bagir, berdasarkan keterangan Maluku Media Center (MMC), Alfrets menghilang sejak Selasa malam, 14 Desember 2010, lalu. Ia pergi bersama rekannya, wartawan Tabloid Lensa Maluku, Leksi Kikilay untuk menginvestigasi ilegal oil di Kaisar. Mereka menduga praktek tidak benar tersebutlah yang menyebabkan langkanya persediaan BBM di wilayah tersebut beberapa hari ini.

Pada hari itu, lanjutnya, Alfrets sempat bersitegang dengan oknum polisi anggota Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Aparat tersebut meminta agar korban meninggalkan pelabuhan Wonreli, tempat pembongkaran BBM yang diduga terjadi secara ilgal. Sejak saat itu, Alfrets menghilang dan jasadnya baru ditemukan mengambang pada Jumat pukul 03.00 WIT. Berdasarkan luka memar di tubuh korban, kuat dugaan Alfrets tewas akibat dibunuh.

“Dewan Pers mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan memberi dukungan moral kepada keluarga Alfrets Mirulewan dan media di Maluku untuk tetap menjalankan tugas mengungkap berbagai bentuk penyelewengan dan penyalahgunaan kekuasaan, serta memberikan fakta dan kebenaran,” ucap mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) ini.

Bagir mengatakan, memang belum diketahui apa yang terjadi di balik kematian Alfrets. Yang jelas, peristiwa ini merupakan kabar buruk bagi kebebasan pers secara umum dan perlindungan profesi jurnalis saat menjalankan tugas.

Kematian Alfrets menunjukkan bahwa kekerasan dan teror terhadap wartawan di berbagai tempat adalah ancaman nyata dan serius bagi kemerdekaan pers. Karena itu Dewan Pers meminta dengan sangat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk benar-benar memperhatikan masalah ini.

“Negara mempunyai kewajiban sekaligus kepentingan untuk memastikan tegaknya prinsip-prinsip kemerdekaan pers dan sekaligus melindungi keselamatan warganya, termasuk wartawan dari berbagai bentuk kekerasan dan pemaksaan yang melawan hukum,” katanya.

Bagi kalangan pers di Maluku Barat, Dewan Pers mengimbau untuk tetap tenang, tidak terganggu dan tidak kehilangan independensi atau keberanian mengungkap fakta. Dewan Pers juga segera mengirim tim pencari fakta gabungan untuk menyelidiki kematian Alfrets.

“Dewan Pers menghimbau unsur-unsur pers di Maluku Barat untuk tetap tenang, tidak terganggu dan kehilangan independensi atau keberanian mengungkapkan fakta akibat teror dan kekerasan yang terjadi dengan tetap menaati KEJ,” tutup Bagir. Detik

18 Desember 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: