Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Aksi Polisi Pukul Wartawan di KPK Dikecam

JAKARTA – Pembubaran secara paksa para demonstran saat memperingati hari antikorupsi Kamis (9/12) di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semalam masih berbuntut.

Pasalnya, selain pembubaran secara paksa dengan cara halau, pukul disertai penangkapan oleh polisi terhadap demonstran, polisi juga melakukan pemukulan terhadap sejumlah pewarta yang tengah meliput.

Empat pewarta mengaku terkena pukulan aparat polisi, adalah Heru Haryono (jurnalis foto okezone.com), Mario Sumampow (Metro TV), Reza Bagus (Trans TV) dan Ferry Yunizar Raynaidili (Trans 7).

Menurut para pekerja media tersebut, mereka memang sengaja dihalangi-halangi personel Brimob saat meliput kericuhan yang terjadi sekira pukul 19.30 WIB, Kamis 9 Desember.

Heru Haryono -jurnalis foto okezone.com- bersaksi, seperti dilansir okezone.com, dia diperlakukan kasar saat saat tengah meliput pembubaran paksa para demonstran oleh aparat polisi, “Tiba-tiba dari arah belakang ada orang yang memukul bahu saya menggunakan tangan terbuka cukup keras. Saya kaget dan kamera saya hampir jatuh,” ujarnya.

Pemukul bahu yang ternyata oknum polisi dari kebutan Brimob itu, lalu melarang Heru mengabadikan momentum penangkapan seorang mahasiswa oleh sejumlah polisi secara kasar. “Jangan motret, jangan motret,” ujar Heru menirukan suara oknum Brimob itu.

Saat itu juga sejumlah pewarta sempat mengadukan aksi arogansi oknum polisi tersebut kepada pimpinannya di lokasi kejadian.

“Kami menuntut pihak kepolisian untuk meminta maaf kepada teman-teman wartawan,” kata Kordinator Advokasi Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Parni kepada wartawan.

Aliansi Wartawan Jakarta dan korban kekerasan polisi, yang malam itu menggelar konferensi pers di pers room Gedung KPK. Mereka mengutuk kekerasan polisi terhadap para pewarta yang tengah meliput bentrokan.

Dalam konferensi pers itu, Suparni yang mewakili para pewarta, mengatakan tidak seharusnya polisi bersikap arogan menghalangi wartawan yang bertugas melakukan peliputan. Menurutnya polisi harus profesional dalam melakukan tugas.

Para wartawan meminta Kapolri menghukum anggotanya yang bertindak arogan.
“Kami menunggu tindak lanjut kapolri, kalau tidak kami akan mendatangi langsung,” seru Suparni

10 Desember 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Aksi pemukulan itu kami lakukan demi pengajaran terhadap wartawan agar tahu etika peliputan.

    Komentar oleh Polisi | 10 Desember 2010 | Balas

    • maksud lo apaan yak

      Komentar oleh udadoan | 10 Desember 2010 | Balas

  2. teruskan perjuangan mu kawan

    Komentar oleh udadoan | 10 Desember 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: