Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

4 Thn Penjara Bagi Syekh Puji Dan Dampak Perlindungan Anak dari Perkawinan Dini

Pujiono Cahyo Widiyanto alias Syekh Puji yang melakukan pernikahan siri dengan Lutviana Ulfah, yang baru berusia 12 tahun, dijatuhi hukuman penjara 4 tahun oleh pengadilan.


Menurut Aris Merdeka Sirait, Sekjen Komnas Anak, keputusan pengadilan itu berdampak luas. Tidak saja pernikahan dengan anak-anak di bawah umur dihukum sebagai tindak pidana tetapi juga hubungan sex dengan anak-anak di bawah umur yang marak di sektor prostitusi.

Tindakan pidana

Bagi Aris Merdeka Sirait sangat penting bahwa pengadilan memutuskan Syekh Puji bersalah. Bukan soal hukuman empat tahun, lebih atau kurang dari empat tahun. Komnas Perlindungan Anak melihat, siapa pun yang melakukan pernikahan dengan anak di bawah umur, merupakan tindak pidana.

Aris menyambut baik keputusan yang menyatakan Syekh Puji bersalah, karena ia telah melanggar dua Undang Undang, yakni UU Perlindungan Anak dan UU Perkawinan. Itu esensi dari keputusan pengadilan.

Pelajaran

Komnas Anak tidak peduli dengan masa tahanan yang diputuskan, apakah lebih atau kurang dari empat tahun. Yang penting adalah bahwa melakukan perkawinan dengan anak-anak di bawah umur dengan alasan apa pun, merupakan tindakan pidana, jelas Aris.
“Ini merupakan pelajaran bagi bangsa Indonesia bahwa anak-anak harus dilindungi dari perkawinan dini. Apalagi dengan bujuk rayu atau janji apa pun kepada anak-anak tersebut. Perkawinan dengan anak-anak di bawah umur patut dihindari di negara ini.”

Dengan keputusan pengadilan yang menyatakan Syekh Puji bersalah maka semua yang terjadi sebelumnya, apakah dengan dalih agama atau budaya dan sebagainya, itu merupakan tindakan yang harus dihindari.

Ini merupakan pelajaran bagi semua orang, khususnya laki-laki maupun orang-orang yang menganggap diri sebagai penguasa, ujar Aris Merdeka Sirait.

Apa pun dalihnya
Perkawinan siri tidak dinyatakan batal, tetapi kalau perkawinan siri dengan anak-anak di bawah umur, itu tidak dibenarkan. Apa pun dalihnya, konteks perlindungan anak itu yang harus dikedepankan. Perkawinan antara kedua belah pihak yang cukup umur tidak ada masalah karena tidak melanggar hukum.

Yang tidak boleh adalah perkawinan siri dengan anak dibawah umur. Itu yang menjadi masalah, tegas Aris. RNW

25 November 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Aris Merdeka Sirait, saya ingin mengatakan kepada ada bahwa anda sok benar! Apakah anda tidak tau atau sengaja tidak tau bahwa Nabi Muhammad juga pernah menikah dengan apa yang anda sebut anak dibawah umur? Apakah dengan ini anda juga secara tidak langsung mengatakan Nabi Muhammad SAW salah karna disaat usia tuanya justru menikahi Aisha, dan ingin memenjarakan Nabi? Anda mestinya mendalami agama dulu baru ngomong. Agar anda ketahui, mestinya niat oranglah yang dilihat, bukan semuanya disamaratakan!

    Komentar oleh Putra | 28 November 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: