Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Obat Sakit Jiwa, Ternyata Ampuh Untuk TBC


Peta TBC Dunia

Para peneliti Belanda berhasil menemukan obat ampuh melawan penyakit TBC. Yang sangat menggembirakan adalah obat tersebut ternyata telah lama beredar, namun bukan digunakan untuk mengobati TBC.


Thioridazine -nama obat dimaksud- seperti sudah dikatakan, ternyata telah digunakan sejak puluhan tahun lalu untuk menekan psychosis -gangguan kejiwaan di mana si penderita sering mengalami halusinasi-. Namun, para peneliti negara kincir angin tersebut, baru-baru ini berhasil mendapati zat yang terkandung dalam obat tersebut yang ternyata manjur menghadapi dua bentuk tuberculose paling gawat: TBC muliti resisten dan TBC super resisten.

TBC berkurang

Martin Boeree dari rumah sakit St. Radboud di kota Nijmegen, Belanda timur, mengatakan obat tersebut dibuat pada tahun 50an sebagai antibiotik. Namun tidak dipakai, karena belakangan ditemukan, penggunaan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kematian. Walau begitu, dalam takaran rendah, bagus menekan psychosis.

Dampak lain penggunaan obat ini telah lama pula diketahui secara tanpa sengaja. “Pada tahun 1950an dan 60an, orang mendapati, jumlah penderita TBC di sebuah bangsal perawatan berbeda dengan tempat lain,” tukas Boeree.

Ini kemudian ditindaklanjuti dengan penelitian. Hasilnya, klinik yang satu menggunakan thioridazine dan yang lain tidak. “Di mana thioridazine digunakan, TBC berkurang,” tandasnya.

Dikembangkan

Konklusi puluhan tahun lalu itu, mengemuka kembali pada tahun 1990an. Ahli-ahli Portugal mengakui obat tersebut mumpuni melawan tuberculose, termasuk TBC kelas berat sekalipun.
Hebatnya lagi, dampak negatifnya sangat minim.

Tuberculose multi resisten jadi masalah di seluruh dunia. Memang, kebanyakan terjadi di negara-negara bekas Uni Soviet dan Afrika Selatan. Tetapi di Belanda, penyakit tersebut muncul dengan kombinasi dengan HIV.

Menurut René L’Herminez dari Yayasan Dana TBC, orang sering tidak didiagnosa mengidap tuberculose. Andaipun ya, mereka tidak mendapatkan obat yang pas. Di negara berkembang, TBC mirip malaria, menyebabkan kematian dalam jumlah tinggi.

“Kalau tidak dirawat, pasien meninggal tanpa diagnosa jelas. Kalau berhasil didiagnosa, dan dirawat baik, maka penyakit berhasil dibatasi. Secara prinsip, penderita TBC bisa sembuh.”

Murah tapi tak mudah
Obat ini hasil penemuan masa lampau. Dus, bebas bea paten. Dengan kata lain dapat dipasarkan dengan harga murah. Tapi, toh, tidak serta merta thioridazine dijual sebagai medium anti TBC. Dunia medis memerlukan waktu tahunan untuk memastikan obat tersebut benar-benar aman. “Secara optimis butuh lima tahun, jika pesimis 10 tahun,” kata Martin Boeree. Walau bisa dijual murah, penelitian butuh dana besar. Jadi para ahli harus meminta bantuan keuangan kepada, semisal, Yayasan Bill Gates, supaya proses bisa berjalan supel.

Saat ini, diperkirakan TBC per hari membunuh 2500 jiwa di dunia. RNW

21 September 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , ,

3 Komentar »

  1. Info yang bagus!

    Komentar oleh Nana | 25 September 2010 | Balas

  2. Lanjut untuk berita seperti ini boz!

    Komentar oleh Dany | 13 Oktober 2010 | Balas

  3. Terimakasih pak

    Komentar oleh Kumpulan tip yahuuud dah ! | 18 Oktober 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: