Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Pengganti Ba’asyir Bersumpah Jihad Lawan Polisi

Abu Bakar Ba'asyir
Siapakah Mochammad Achwan pemegang tampuk pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), menyusul penangkapan Ba’asyir bulan ini?


Pada 27 Agustus lalu VOA merilis, seorang pemimpin militan Indonesia, Mochammad Achwan, yang menggantikan Abu Bakar Ba’asyir, bersumpah melakukan jihad kekerasan terhadap polisi.

Disebutkan, Mochammad Achwan telah memegang tampuk pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), menyusul penangkapan Ba’asyir bulan ini.

VOA menyebutkan, Ba’asyir adalah ulama terkemuka yang sebelumnya mendekam dalam penjara sehubungan kasus bom Bali. Ba’asyir menulis dari selnya bahwa Achwan seharusnya menjadi pemimpin baru kelompok itu.

Achwan juga telah mendekam 15 tahun di penjara atas pemboman candi Borobudur dan berbagai serangan lain. Sejak pembebasannya tahun 2000, ia mengelola pabrik sepatu.

Tapi ia memberitahu harian the Jakarta Post, bahwa tujuannya sama dengan Ba’asyir yaitu pembentukan pemerintahan Islamis di Indonesia. Ia menggambarkan penangkapan Ba’asyir sebagai “salah satu ujian antara Islam dan kaum kafir.”
(VOA)

Siapaka Mochammad Achwan?
Berikut kutipan dari “Menelusuri Jejak-jejak Teroris di Malang Raya (1)” -Malang Post- yang dirilis pada 14 Maret 2010.

Nama Mochammad Achwan, di kalangan penegak hukum, sudah tak asing lagi. Pria 62 tahun, bapak enam anak yang tinggal di Jalan Ir Juanda Gg 8 RT02 RW01, Kelurahan Jodipan, Blimbing, Kota Malang, dituduh ikut melakukan serangkaian pengeboman di sejumlah daerah di Indonesia. Achwan pun harus mendekam di LP Lowokwaru, tahun 1984 lalu, setelah majelis hakim memvonis 15 tahun hukuman penjara. Kini pria yang menjadi pengikut setia ustadz Abu Bakar Baasyir ini telah bebas. Saat Malang Post bertandang ke rumahnya, Mochammad Achwan memang tidak berada di rumah. Menurut anggota keluarganya, Achwan sedang berada di Jepara, untuk melakukan kegiatan pengajian. Kendati begitu, salah satu anggota keluarga Achwan, Fuad Ibrahim, tidak menolak, saat Malang Post mengutarakan niat melakukan wawancara. ‘’Silakan. Kalau saya tahu mungkin saya bisa menjawabnya, ’’ kata Fuad menjawab niat Malang Post melakukan wawancara. Diceritakan Fuad, sekeluar dari LP Lowokwaru tahun 1999 lalu, Achwan lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT. Kegiatannya pun lebih banyak seputar ibadah, dan pengajian. Di masjid Mujahidin, yang berada di Jalan Ir Juanda Gg 9 itulah Achmad banyak menghabiskan waktunya. ‘’ Bapak menjadi imam di masjid tersebut, juga sebagai penceramah,’’ kata Fuad sambil mengatakan kegiatan pengajian di Masjid Mujahidin tersebut dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Fuad yang juga menjadi jamaah di masjid tersebut tidak memungkiri jika dalam materi ceramah, ayahnya kerap menyinggung masalah jihad. Namun begitu, Fuad pun menguatkan, jika jihad yang dimaksud dalam ajarannya bukan untuk di lakukan di Indonesia. ‘’Kami diberikan pemahaman tentang materi jihad yang sesungguhnya, dan dimana serta kapan kami harus berjihad? Pemahaman ini sangat penting, sehingga kami tidak salah arah, tidak salah berpikir juga tidak salah melangkah,’’ kata Fuad yang kemarin menggenakan celana panjang warna abu-abu dan baju warna hijau lumut tersebut. Fuad pun menyebutkan, banyaknya pelaku bom bunuh diri tersebut karena faktor pemahaman jihad. Menurut Fuad usia muda memiliki semangat yang menggebu-gebu, sehingga jika mendapatkan satu pemahaman yang salah, maka sudah tentu langkah yang ditempuh pun salah. ‘’Kami adalah jamaah. Satu sama lain saling mengetahui, sehingga jika ada jamaah yang keliru melangkah, kami pun akan segera mengetahuinya, ’’ tambah Fuad, yang mengaku akan menjadi penerus ayahnya ini. Fuad tidak memungkiri jika Achmad Cholili, tetangganya yang kini mendekam di LP Lowokwaru karena dituduh sebagai anggota dr Azahari pernah beberapa kali datang ke rumahnya. Saat datang beberapa tahun lalu, Cholili pun berbincang dengan ayahnya masalah jihad. ‘’ Kami tidak tahu jika saat itu dia ikut terlihat dalam jaringan teroris, tapi yang jelas, saat itu Cholili hanya mengatakan seputar jihad, dan ayah saya juga menjelaskan secara detail, ’’ tambah Fuad. Pria bertubuh kurus ini juga tidak memungkiri jika selama ini masih kerap berhadapan dengan polisi, termasuk dengan tim Densus 88. Latar belakang ayahnya, memang tidak bisa dihapuskan begitu saja. Puncaknya saat penggerebekan di Batu, dan menewaskan dr Azahari serta penganutnya, setelah melakukan baku tembak dengan anggota Densus 88. Jumlah polisi yang datang ke rumahnya cukup banyak, bahkan hingga ratusan. Banyak polisi yang mencurigai ayahnya ikut terlibat. Tapi begitu, Achwan mengelak, dan mengatakan jika tidak mengenal, serta tidak pernah bertemu dengan dr Azahari ataupun para penganutnya. ‘’ Terakhir yang datang ke sini pak Slamet, anggota Densus 88 yang ada di Polda Surabaya. Sekitar dua minggu lalu dia datang dengan empat anggotanya, katanya hanya silahturahmi, ’’ kata Fuad sambil mengatakan setiap bulan, pasti ada anggota polisi ataupun TNI yang datang ke rumahnya. Tidak hanya mencari informasi, mereka yang datang juga banyak yang ingin belajar mengaji. Apakah tidak risih, terus dicurigai? Dengan tegas Fuad menggelengkan kepala. ‘’Kami tidak risih, dan yang perlu digaris bawahi, kami bukan teroris, kami menjalankan ibadah sesuai syariat Islam, ’’ tandas Fuad, sambil mengatakan ayahnya tetap setia dengan ustad Abu Bakar Baasyir. Dan kini ayahnya Mochammad Achwan dipercaya sebaga Ketua Wilayah Jamaah Ansor Tabligh (JAT), dibawa pimpinan Ustaddz Abu Bakar Baasyir. ‘’ Saat ustadz Abu Bakar Baasyir keluar dari Majelis Muhajidin Indonesia (MMI), dan mendirikan Jamaah Ansor Tabligh (JAT), ayah dipilih sebagai pimpinan wilayah Jatim, dan sampai saat ini masih aktif, ’’ tandas Fuad. (Malang Post)

29 Agustus 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. nulis akronim aja masih salah… Jamaah Anshor Tabligh ???

    inilah contoh Kopasan yang ditelan mentah-mentah… :D

    Komentar oleh hasyimi | 28 April 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: