Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Lima Paket Maju Untuk Memperebutkan Bupati dan Wakil Bupati TTU


Seperti yang sudah diprediksi, akhirnya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Timor Tengah Utara (TTU), berdasarkan verifikasi kelayakan yang ditetapkan, hanya meloloskan lima paket sebagai peserta pemilu kada Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni; Paket Funan-Suni (Yohanes Usfunan-Niko Suni), paket Manis (Gabrial Manek-Simon Feka), paket JD (Joao Meco-Aleks Sanan), paket Dubes (Raymundus Fernandez- Aloysius Kobes) dan paket Pijar (Pius Tjanai-Raymundus Loin).


Penetapan ini sekaligus menggugurkan dua paket lainnya, dari tujuh paket yang terdaftar di KPUD TTU, yakni paket Ludovikus Korbafo-Leonardus Saka (TUNTAS) dan Ferdy Meol-Dominikus Saijao (ESA).

Saat membacakan hasil berita acara pleno KPUD TTU, Dolvianus Kolo yang bertindak pelaku juru bicara KPUD TTU, menjelaskan gugurnya dua paket tersebut lantaran kurangnya dukungan suara sebagaimana yang ada dalam aturan Pemilu Kada.

“Paket Tuntas tidak memenuhi syarat karena kurang dukungan suara yakni hanya mencapai 14370 suara dari yang seharusnya 16.191 suara,” Ditambahkan, salahsatu partai pendukung paket ini, yakni PPDI, pada berkas dukungannya juga tidak ditandatangani oleh ketua DPC-nya Feliks Leba.

Sementara untuk Paket Esa hanya mendapat dukungan 9619 suara dari dukungan minimal 15.191 suara, jelas Kolo di Sekretariat KPUD TTU, Senin (23/08).

Selanjutnya sesuai jadwal, seperti yang diumumkan Ketua KPUD TTU, Aster da Cunha, pada tanggal 24 Agustus 2010 akan ditentukan nomor urut bagi para paket.

“Untuk penetapan nomor urut akan dilakukan besok Selasa (24/08).”

Pemilukada Kabupaten Timor Tengah Utara seperti dijadwal KPUD TTU, pencoblosannya akan berlangsung pada tanggal 11 Oktober 2010, untuk memperebutkan 144.571 suara (data falid DPT hasil verifikasi tanggal 21 Agustus 2010), dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 69.985 orang sementara pemilih perempuan berjumlah 74.586 orang.

23 Agustus 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , ,

10 Komentar »

  1. Asal jangan bukan keluarga Bana yang jadi bupati, kalau itu terjadi bakal hancur ttu ini.

    Komentar oleh Kono | 24 Agustus 2010 | Balas

  2. Siapa pun pilihan anda, setelah dia terpilih, pasti yang dilakukan adalah sunat uang rakyat!

    Komentar oleh Hans | 24 Agustus 2010 | Balas

    • Benar bro!

      Komentar oleh Tinus | 25 Agustus 2010 | Balas

  3. Yang penting pemilu damai saja sudah bagus.

    Komentar oleh Ginto | 25 Agustus 2010 | Balas

  4. Malas…byk munafik kkn ttap akan ada…

    Komentar oleh Jim | 25 Agustus 2010 | Balas

  5. yang kita harapkan dari para calon bupati dan wakil bupati TTU, siapapun yang terpilih nantinya menyadari bahwa jabatan bukan ajang menumpuk harta sebanyak2nya. ingat jabatan adalah amanah dari rakyat dan akan diminta pertanggungjawaban oleh tuhan di akhirat. JANGAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME itu permintaan rakyat.

    Komentar oleh Anonim | 27 Agustus 2010 | Balas

  6. Malas ikut memilih, karna kita hanya akan memilih koruptor saja. Lihat saja bupati saat ini, banyak terindikasi korupsi, tapi mana penyelesaiannya? Nol! Kejaksaan dan pengadilan hanya ikut melindungi karna ikut terkena sogokan dari para perampok berdasi itu.

    Komentar oleh Anton | 27 Agustus 2010 | Balas

  7. Kita jangan terlalu berprasangka negatif dulu. Walapun mereka merupakan pilihan yang terburuk, namun saya yakin masih ada yang lebih baik diantaranya. Pilih saja yang menurut anda yang paling kecil tersangkut korupsi.
    Mungkin perlu dicatat, bahwa merajalelanya prilaku korupsi suatu daerah juga disebabkan oleh aparat penegak hukum setempat yang rendah moralitasnya. Aparat-aparat hukum itu diantaranya polisi, kejaksaan maupun pengadilan.

    Komentar oleh Yan | 27 Agustus 2010 | Balas

  8. Pilih Raimundus Fernandez aza ya!

    Komentar oleh Pro Demokrasi | 5 September 2010 | Balas

  9. Sekalipun kami telah jauh, kami juga tetap peduli pada perkembangan TTU. Kami sering mendapat info korupsi seputar pemerintahan pak Gab Manek, bagaiman perkembangannya? Bagaimana dengan kasus Rumah Sakit Modern, sudah sejauh mana penyelesaiannya? Apakah karena melibatkan Bupati GM serta istrinya lalu dipeti es kan oleh instansi berwenang?

    Komentar oleh Emi | 8 September 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: