Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Penangkapan Abu Bakar Ba’asyir Akibat “Nyanyian” Aceh

Penahanan tokoh radikal Abu Bakar Ba’asyir merupakan kejutan, apalagi ia ditahan menjelang Ramadhan. Benarkah sebelum Ramadhan itu kebetulan saja? Berikut komentar pakar terorisme, Noorhuda Ismail, yang dilansir RNW


Benang merah
Polisi mengadakan penangkapan berdasarkan bukti awal, demikian Noorhuda Ismail. Polisi bisa mendakwa orang apa saja, tapi yang menentukan benar atau tidak itu di pengadilan. Sampai hari ini polisi menyatakan yang ditemukan baru benang merah, namun bukti secara yuridis formal belum ada.
Sebetulnya desas-desus penangkapan Ba’asyir sudah tersebar dua bulan lalu. Setelah beberapa orang di Aceh “menyanyi” tentang keterlibatan Ba’asyir dalam persiapan terorisme. Gerakan ini tidak akan hilang dalam waktu singkat, karena didukung oleh ideologi. Harus ada penanganan sistematis oleh negara.
Koresponden Aboeprijadi Santoso menghadiri konperensi pers di Mabes Polri, dan pertanyaan pertama adalah sekitar waktu penangkapan Abu Bakar Ba’asyir, menjelang Ramadhan ini.

Prancis
Spekulasi tentang waktu penangkapan menjelang Ramadhan dan tuduhan aksi ini dilakukan untuk menutupi kasus korupsi di polisi ditolak oleh jurubicara Polri Kombes Edward Aritonang menyangkal tentang hal itu. Penangkapan ini mendapat perhatian besar dari media di Indonesia.
Ba’asyir terlibat pelatihan militer untuk membangun cabang al Qaeda di Aceh. Ada perencanaan bom mobil. Mobil Mitsubishi beserta peledaknya sudah dipersiapkan rapi oleh seorang warga Prancis beserta istrinya yang asal Maroko.
Mereka masih buron. Presiden SBY mengadakan kunjungan kerja di desa Jawa Barat pengamanannya luar biasa, presiden memeriksa sebuah pasukan yang senjatanya semua harus dilucuti.
Penyelidikan ini ditunda saat kunjungan Menhan Amerika Serikat Robert Gates ke Indonesia. Bahan video ini didapat dari lima tersangka yang kesaksiannya divideokan.
Kelompok Abu Bakar Ba’asyir sudah menetapkan beberapa target untuk bomnya. Itu bukan khusus SBY, melainkan mabes Polri, kantor Kapolda Jawa Barat, beberapa hotel di Jakarta serta sejumlah kedutaan besar asing.

Cemburu
Polisi memberi kesan amat yakin dalam menahan Abu Bakar Ba’asyir, padahal pada 2002 menyusul bom Bali, Ba’asyir sudah ditahan tapi dibebaskan karena belum cukup buktinya. Almarhum Nurcholis Madjid pernah menyatakan kepada Radio Nederland, Ba’asyir sudah minta maaf setelah bom Bali. Sekarang ia terlibat lagi, jadi ini perkembangan baru dalam terorisme di Indonesia.
Aksi sukses ini akan menjadi pujian untuk polisi, bisa jadi Kopassus akan cemburu. Karena mereka mau dilibatkan dalam penumpasan terorisme. Densus 88 yang memimpin dan membongkar kasus ini akan mendapat pujian.

10 Agustus 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: