Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Tersandung JAT, Akankah Ba’asyir Lolos?


JAKARTA — Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, Jawa Tengah, Abu Bakar Ba’asyir Senin (9/8/2010), ditangkap Densus 88 di Ciamis, Jawa Barat. Penyergapan dilakukan pagi tadi oleh Densus 88 saat Ba’asyir tengah menuju Jawa Tengah, setelah beberapa hari sebelumnya berada di Jawa Barat untuk mengisi sejumlah acara dakwah. Selain Ba’asyir, isterinya, sopir serta seorang pengawalnya juga ikut ditahan.

Penangkapan Ba’asyir yang dilakukan Densus 88 ini menimbulkan sejumlah tanda tanya, benarkan, Ba’asyir tersandung kasus terorisme?
Seperti juga dilansir media, pertanyaannya, pada bagian mana Ba’asyir terlibat?

Detik com melansir, Mabes Polri mengaku memiliki bukti keterlibatan Abu Bakar Ba’asyir dalam serangkaian kegiatan terorisme di Aceh dan Cibiru, Bandung. Pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki itu diduga merestui dan mendanai kegiatan terorisme di Aceh.

“Beliau mengetahui semua kegiatan pelatihan dan rencana di Aceh, secara rutin mendapat laporan dari pengelola lapangan,” ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang, Senin (9/8)

Edward mengatakan, Ba’asyir juga diduga telah menunjuk para pemimpin pelatihan militer di Aceh. Termasuk menunjuk pengelola latihan militer dan penanggung jawab kegiatan terorisme itu.
Benarkah..?

Kalau mau lihat kebelakang, demikian lansir Kompas, Ba’asyir bukan kali ini saja harus berurusan dengan aparat negara. Tahun 1983, Abu Bakar Ba’asyir pernah ditangkap bersama dengan Abdullah Sungkar oleh pemerintah Orde Baru. Dia dituduh menghasut orang menolak asas tunggal Pancasila. Dia juga melarang santrinya melakukan hormat bendera karena menurut dia itu perbuatan syirik. Kasus itu berlanjut hingga pengadilan yang kemudian bersama Abdullah Sungkar divonis 9 tahun penjara.

Namun Bb tidak menjalani hukumannya secara penuh, sebab disaat menjalani tahanan rumah, tahun 1985, Ba’asyir bersama Abdullah Sungkar melarikan diri, menyebrang ke negara jiran Malaysia. Di Malaysia itulah Ba’asyir disebut-sebut membentuk gerakan Islam radikal, Jemaah Islamiah, yang disebut-sebut punya hubungan dengan jaringan teroris internasional Al Qaeda. Meski demikian, Ba’asyir tidak pernah mengakui keberadaan Jemaah Islamiah.

Nama Ba’asyir mencuat kembali pascabom Bali I. Namanya disebut-sebut sebagai Amir Jamaah Islamiah. Pada 18 Oktober 2002, Ba’asyir ditetapkan tersangka oleh Kepolisian Negara RI menyusul pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afganistan. Al Faruq adalah salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali. Namun, anehnya, di pengadilan Ba’asyir hanya didakwa melakukan pelanggaran keimigrasian. Di tingkat kasasi (3/3/2004) Ba’asyir divonis satu tahun enam bulan penjara.

Berikutnya, nama Ba’asyir kembali mencuat saat Densus 88 melakukan penggerebekan terhadap sejumlah terduga teroris di Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (7/5/2010). Para terduga teroris adalah merupakan anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), dimana Ba’asyir adalah Amirnya. Polisi menengarai kelompok ini berperan menyokong kelompok teroris yang berlatih militer di Aceh. Mereka yang ditangkap diduga meyuplai logistik, anggaran, dan merekrut anggota yang akan berlatih di Aceh.

Beberapa saat setelah penangkapan itu Ba’asyir melakukan klarifikasi. Dia membenarkan, sejumlah orang yang ditangkap di Pejaten adalah anggota JAT. Namun, JAT melepaskan diri dari anggota yang terlibat terorisme. Garis perjuangan JAT, jelas Ba’asyir, adalah amar makruf nahi mungkar.

“JAT tidak berjihad pakai senjata. Kami berpegangan, sebelum diserang pakai senjata, jangan angkat senjata. Tetapi, terhadap mereka yang jihad dengan senjata, kami tetap menghargai,” kata Ba’asyir dalam keterangan pers di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2010).

Ba’asyir, menyangkal JAT menggalang dana untuk mendanai kegiatan terorisme. Pihaknya memang menggalang dana guna pembinaan laskar, tetapi jumlah yang terkumpul tidak banyak. Apakah Ba’asyir dicokok Densus terkait aktivitasnya di JAT?

Dalam kaitan itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menyatakan keyakinan polisi atas keterlibatan Ba’asyir. Keyakinan itu diperoleh dari saksi-saksi yang telah diperiksa. “Berbagai bukti telah meyakinkan,” ucap Edward. Dia juga mengatakan, Ba’asyir juga diduga telah menunjuk para pemimpin pelatihan militer di Aceh. Termasuk menunjuk pengelola latihan militer dan penanggung jawab kegiatan terorisme itu.
Kompas/Detik

9 Agustus 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Hukum mati dia, sikambing gila itu.

    Komentar oleh Andi | 13 Agustus 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: