Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Fatwa Haram Untuk Boncengan Sepeda Motor, Ulama Yang Ngeres Seks?

Bagi sebagian orang, berboncengan sepeda motor antara laki-perempuan boleh jadi adalah hal biasa yang dilakukan tanpa pikiran seks-nya. Terlebih bagi para pengojek yang mesti berburu dengan waktu demi perut, daripada ngeres mikir organ seks lawan jenis yang diboncenginya.

Namun, sepeti apa kata pepatah, lain ladang lain pula belalangnya.Tersebutlah Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Kabupaten Lebak, Banten, seperti dilansir Metrotvnews, berencana mengeluarlam fatwa haram bagi pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan bukan muhrimnya. Demikian dinyatakan Ketua MUI Lebak Baijuri, Senin (2/8).

Menurut Baijuri, berboncengan dengan yang bukan muhrim sebagai jalan menuju perzinaan.

Dia menambahkan, perzinaan seringkali disebabkan pertemuan bebas lelaki-perempuan. Nah, situasi seperti itulah yang berdampak terhadap tindakan asusila.

Kendati belum difatwakan, Baijuri mengaku dihujani respon negatif dari masyarakat bahkan kalangan MUI sendiri. Baijuri sendiri tak patah arang. Ia bersama MUI Lebak berniat segera memfatwakan haram bagi lelaki-perempuan yang berboncengan dengan bukan dengan muhrim atau tidak memiliki hubungan saudara.

Tentu saja, untuk mengeluarkan fatwa haram seperti itu adalah bagian dari salahsatu hak MUI.

Namun saya, dan entah mungkin bagi sebahagian orang lainnya, terkadang ‘kepikiran’ entah kutukan apa yang dialami oleh para ‘sebagian ulama’ itu sehingga yang dipikirkan adalah mengarah ke vaginanya perempuan atau penisnya lelaki melulu, bila dua pasang manusia yang bukan muhrim berdekatan.

Atau mungkin ‘sebagian ulama’ itu lupa, bahwa perzinaan bisa terjadi dimana saja dengan kesepakatan duabelah pihak maupun pemaksaan sepihak.

Kasus-kasus TKW kita yang banyak dizinai di Arab Saudi, adalah salah satu contohnya.
Atau berbagai kasus perzinaan maupun pelecehan seksual yang terjadi antara guru ngaji dan muridnya. Demikian juga kasus-kasus perzinaan yang dipaksakan dalam berbagai kesempatan. Peperangan misalnya. Ingatan kita juga mungkin masih cukup jelas saat terjadi kerusuhan Mei 98, saat banyak korban, terutama kaum wanita Tionghoa -seperti diberitakan beberapa media- mengaku dizinai oleh sekelompok orang.

Selain itu tak jarang berbagai media pun melaporkan berbagai kasus-kasus perzinaan -yang bahkan- dalam keluarga inti. Diantaranya kakak-adik, bapak-anak, maupun ibu-anak.

Pada dasarnya, fatwa-fatwa semacam ini hanyalah semakin menyengsarakan masyrakat kecil, yang terpaksa harus bergelut dan melakukan pekerjan serabutan, karena keterbatasan berbagai aspek serta faktor, membuat pertemuan laki-perempuan bukan muhrim harus bertemu diboncengan sepeda motor -hal yang tidak pernah dilakukan para ulama, terutama ulama elit- siapa yang mikir seks, rakyat jelata yang tengah bergelut dengan kehidupan? Atau mereka ‘sebagian ulama’ itu yang ngeres mikir seks?

3 Agustus 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , ,

6 Komentar »

  1. Bagus opininya bung…!

    Komentar oleh Surya | 4 Agustus 2010 | Balas

  2. Bagus bro, ini ulasan yang bagus. Mudah-mudahan para ulama kita sempat membacanya.

    Komentar oleh Hendro | 6 Agustus 2010 | Balas

  3. Asik juga ini artikel. Semangat terus gan!

    Komentar oleh Tono | 7 Agustus 2010 | Balas

  4. kadang2 sy merasa lucu maunya apa para ulama kita ini, hal yg remeh2 diurusin… padahal banyak persoalan yg jauh lebih besar ada menunggu utk dicari solusinya. kurang kerjaan kali ya? atau memang sebagian besar ulama kita itu senang usil…betul tidak?

    Komentar oleh ms. umbara | 8 Agustus 2010 | Balas

    • heheheheh…payah uluma kita

      Komentar oleh Anonim | 8 Agustus 2010 | Balas

    • Benar ms umbaran, selain usil, para ulama mui itu sok suci, sok pintar! Padahal kalo mereka berpikir lagi, justru sikap mereka itu menunjukan kebodohan otak mereka. Mosok semuanya dipikir seks? Mereka mikir rakyat itu seperti yg mereka pikirkan? Fatwa-fatwa mereka terlalu merendahkan masyrakat.

      Komentar oleh Trisno | 9 Agustus 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: