Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Radikalisasi Islam & Sentimen Terhadap Kristen Akibat Pemilu Daerah?


Sejak Desember 2009 gangguan terhadap gereja dan umat Kristiani di Indonesia meningkat. Ada orang yang mengatakan penyebabnya berkaitan dengan pemilihan daerah. Namun menurut Theophilus Bela, Ketua Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), ada penyebab-penyebab lain.

Theophilus Bela tidak sependapat dengan orang yang mengatakan, bahwa peningkatan jumlah kasus gangguan gereja dan umat Kristiani ini ada kaitan erat dengan maraknya penyelenggaraan pemilihan daerah. Menurut tokoh Katolik ini, para politisi daerah itu kan mau mencari pendukung sebanyak mungkin.
“Kalau seorang mau dipilih mesti senyum-senyum di depan orang. Nggak boleh ganggu orang gitu, ” tandasnya.

Radikalisasi Islam
Ia malah melihat bahwa sekarang radikalisasi di kelompok Islam memang meningkat. Salah satu contohnya kelompok muslim moderat seperti almarhum Gus Dur dan kawan-kawan semakin tersudut. Sebagai bukti ia menyebut kegagalan permintaan mereka – yang didukung oleh kelompok- kelompok agama lain – di Mahkamah Konstitusi untuk mencabut UU tahun 65 tentang penodaan agama.

Bela mengatakan banyak kaum moderat Islam mengeluh kepada dirinya, karena mereka semakin terpojok oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Keluhan itu ia dengar terutama dari misalnya Din Syamsudin, Ketua Muhammadiyah dan ketua Komite Indonesia untuk Perdamaian.

“Dari Din Syamsudin saya dengar ada banyak mesjid Muhammadiyah diambil alih oleh PKS, ” katanya. Selain Ketua FKKJ, Bela juga menjabat Sekjen Komite Indonesia Agama-Agama untuk Perdamaian atau Indonesian Committee of Religions for Peace (IComRP). Dalam komite ini tak pelak lagi Bela memang banyak bekerjasama dengan ketuanya yaitu Din Syamsuddin, yang juga merupakan Ketua Umum PP Muhammadiyah.
Theobelus menambahkan, radikalisasi itu tersebar terutama melalui khotbah-khotbah di mesjid.

Menguaknya insiden gangguan terhadap umat Kristiani dan gereka tersebut, menurut Theophilus Bela juga karena presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak tegas. “Dia kayaknya tidur saja, tidak bereaksi apa-apa, ” kata Bela. Dengan demikian orang-orang radikal itu merasa bebas saja, tambahnya.

Peranan dialog
Bela menjelaskan pula, kelompok dialog antar umat beragama yang digelutinya itu telah berupaya untuk mengurangi kekerasan terhadap gereja dan umat Kristiani. Misalnya, menjelang Natal mereka menyerukan agar gereja dijaga. Namun upaya ini tampaknya sia-sia juga, karena kelompok muslim moderat ternyata juga kurang berdaya menghadapi kelompok- kelompok Islam radikal, tambah Bela.
Tapi mungkin ada sebab lain kenapa gangguan terhadap umat Kristiani bertambah. Ia menduga kesadaran berdialog antar iman itu belum sampai ke umat atau orang awam. Kegiatan mereka rupanya masih eliter. “Apa yang kami lakukan itu hanya pada kaum elite biasa. Tapi di akar rumput kayaknya kurang bergaung, ” katanya.

Tapi perlu diakui juga, tambah Bela, masalah-masalah seperti konflik di Maluku dan Poso bisa teratasi antara lain berkat uapa tokoh-tokoh agama yang mau berdialog. Selain itu kalau dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu, kondisi sekarang jauh lebih baik. Saat itu parah sekali kondisi umat Kristiani.
“Di mana pada satu hari Minggu ada sepuluh gereja dibakar. Ada pemerkosaan dan penjarahan, ” simpul Theophilus Bela menceritakan kejadian sepuluh tahun lalu itu. RNW

5 Juli 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: