Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Kritis Dihajar Massa, Anggota Dewan kedapatan Bersama Pasangan Mesum

LANGSA -Seorang anggota DPRK Aceh Timur dari Partai Aceh (PA), berinisial MY, kritis dihajar massa setelah ditangkap dalam satu rumah diduga bermesum dengan seorang wanita berinisial San (25).
Dewan Pengurus Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Aceh Timur sangat menyesalkan kasus amoral yang dilakukan seorang kader partai dan menyimpulkan akan segera me-recall yang bersangkutan.
Aksi massa itu terjadi di Gampong Sungai Paoh, Kecamatan Langsa Barat, Minggu (23/5) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. MY dan San ditangkap saat berada dalam satu rumah kontrakan, di Dusun Firdaus, Gampong Sungai Paoh. Di dalam rumah kontakan tersebut, warga juga menemukan pasangan mesum lainnya, yaitu Sai (33) bersama Wul (25) yang berstatus mahasiswi di salah satu universitas terbuka. Di kamar yang digunakan Sai dan Wul ditemukan bekas alat pengisap narkotika jenis sabu dan alat kontrasepsi (kondom).
Informasi yang dihimpun Serambi, kasus itu berawal ketika sejumlah warga yang sedang ronda malam mencium gelagat mencurigakan. Sekitar pukul 01.00 WIB, MY pulang ke rumah kontrakannya seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Tak lama kemudian, seorang wanita yang juga mengendarai sepeda motor mengarah ke rumah tersebut.
Warga mengikuti dan mengintip hingga setengah jam dari luar rumah. Karena rumah tersebut berkonstruksi beton sangat sulit mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam. Akhirnya warga menggedor rumah dan memerintahkan penghuninya membuka pintu.
Saat pintu dibuka, warga langsung memeriksa dan menemukan seorang wanita di dalam rumah. Saat diinterogasi oleh warga bersama aparat gampong setempat, MY berkilah kalau San adalah istrinya. MY sempat memperlihatkan surat nikah, tetapi surat nikah itu benar milik MY namun identitas istrinya yang tercantum dalam buku nikah beda dengan San. Merasa kedoknya sudah terbuka, MY sempat mencoba menyogok warga.
Mencoba kabur
Setelah dua jam diperiksa, warga juga menemukan pasangan mesum lainnya di dalam rumah kontrakan tersebut, yakni Sai dan Wul. Namun, ketika warga sedang memeriksa Sai dan Wul, tiba-tiba MY melarikan diri dari pintu belakang rumahnya. Akibatnya, warga yang sudah tersulut emosi langsung mengejar. Sekitar lima menit kemudian, MY ditemukan dan dihajar massa.
Pimpinan desa bersama aparat Polres Langsa yang berada ke lokasi langsung mengamankan MY. Karena kondisinya kritis, pagi itu juga korban dilarikan ke IGD RSUD Langsa untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan San plus sepasang pelaku mesum lainnya kini diamankan di Mapolres Langsa.
Kapolres Langsa, AKBP Drs Yosi Muhamartha melalui Kasat Reskrim, AKP Galih Indra Giri Sik yang dihubungi melalui telepon membenarkan pihaknya telah mengamanakan tersangka mesum yang ditangkap massa di Gampong Sungai Paoh. “Mereka diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Kami juga menyita bekas alat isap sabu dan kondom. Namun sejauh ini tidak ditemukan barang bukti sabu,” kata AKP Galih.
Keuchik Sungai Paoh, Bahrum Nazar, kepada Serambi mengharapkan agar keempat orang yang tertangkap basah bermesum harus diproses sesuai hukum yang berlaku. “Kami menyerahkan kasus ini agar diselesaikan oleh aparat berwenang,” kata Keuchik Sungai Paoh.
Akan di-recall
Ketua DPW-PA Aceh Aceh Timur, Tgk Sanusi Muhamamd yang akrab disapa Abu Sanusi melalui Juru Bicara PA Aceh Timur, Tgk Asnawi kepada Serambi mengatakan, pihaknya sangat menyesali sikap amoral yang dilakukan oleh salah seorang politisi dari PA berinisial MY. “Setelah kami konsultasi dengan DPP PA, kami menyimpulkan akan segera me-recall yang bersangkutan,” kata Asnawi.
Ia menambahkan, semua kesalahan yang dilakukan anggota PA tetap harus diproses sesuai mekanisme dan prosedur hukum yang berlaku di negara ini. “Kami memberikan apresiasi kepada polisi untuk mengambil langkah-langkah hukum yang sesuai,” tambah mantan Juru Bicara Militer GAM Wilayah Peureulak, ini.
Ia juga berharap agar penghakiman terhadap oknum dari PA tidak membuat rakyat menisbahkan pencitraan buruk untuk PA. “Setiap kesalahan anggota kami adalah menjadi tanggung jawab pribadi di depan hukum. Kami tidak akan pernah menyembuyikan apalagi melindunginya dari jeratan hukum,” katanya.
Pengurus PA mengajak semua pihak untuk terus melakukan pemantauan atas segala sikap amoral yang dipertontonkan oleh para politisi. “Jika rakyat menemukan mereka melakukan kesalahan, jangan ragu untuk bertindak. Karena pada hakikatnya mereka bekerja untuk kepentingan rakyat. Jadi buat apa dipertahankan kalau hanya akan merugikan rakyat,” demikian Tgk Asnawi.
Secara terpisah, Ulee Daerah KPA Simpang Ulim, Tgk Usman Abubakar yang menghubungi Serambi menyatakan, dirinya sudah pernah menasihati MY di depan semua anggota KPA Daerah Simpang Ulim. “Namun, nasihat itu tidak diindahkan hingga kasus memalukan itu pun terjadi,” katanya. Tgk Usman mengimbau semua anggota PA dan jajaran Komite Peralihan Aceh di Daerah Simpang Ulim agar menjunjung tinggi kebaikan dan menjaga citra partai. “Kita berharap ini menjadi kasus pertama dan terakhir. Ujian ini harus kita jadikan momentum untuk perbaikan diri,” demikian Usman Abubakar.
Surya

24 Mei 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Memalukan…!

    Komentar oleh Umy | 24 Mei 2010 | Balas

  2. Mau ikutan budayanya negeri para pemerkosa Arab Saudi ya?

    Komentar oleh Herman | 25 Mei 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: