Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

KONGRES DEMOKRAT: Mallarangeng Gagal Manfaatkan Dukungan Cikeas – Anas Raja Tanpa Mahkota?

JAKARTA -Kekalahan Andi Mallarangeng dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres II Partai Demokrat karena dia gagal memanfaatkan dukungan Cikeas (keluarga Susilo Bambang Yudhoyono).
Sementara itu, Anas Urbaningrum, meski terpilih sebagai ketua umum, bukan tidak mungkin dia ibarat raja tanpa mahkota, dalam arti tak bisa penuh mengendalikan Partai Demokrat.

Demikian penilaian pengamat politik Siti Zuhro dan Boni Hargens secara terpisah di Jakarta, Minggu (23/5). Mereka dimintai komentar terkait kekalahan Andi Mallarangeng dan kemenangan Anas Urbaningrum dalam pemungutan suara (voting) pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat yang berlangsung dalam dua putaran.
Menurut Siti Zuhro, kemenangan Anas Urbaningrum menandai keinginan mayoritas peserta kongres untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai partai modern. Sementara kekalahan Andi Mallarangeng lebih karena dia tidak bisa mengeksploitasi dukungan Cikeas. Padahal putra SBY, Edhie Bhaskoro (Ibas), jelas-jelas memberikan dukungan kepadanya. “Andi Mallarangeng gagal memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dukungan keluarga SBY. Andi tidak bisa meyakinkan peserta kongres bahwa dia mendapatkan dukungan SBY. Mungkin dia terlalu percaya diri,” ujar Siti Zuhro. Dia menambahkan, di sisi lain ada keinginan kuat di kalangan peserta kongres untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai partai modern, dalam arti lepas dari pengaruh SBY. “Karena itu, mereka mendukung Anas yang menjanjikan Partai Demokrat sebagai partai melembaga, bukan milik individu,” katanya. Siti Zuhro mengingatkan Anas agar benar-benar menepati janji. “Kalau ingin maju dan siap bersaing pada Pemilu 2014 dengan parpol lain, Anas harus menepati janji menjadikan Partai Demokrat lepas dari bayang-bayang SBY dan menghindari kultus individu. Apalagi SBY tidak bisa lagi dicalonkan pada pemilihan presiden mendatang. SBY juga tidak bisa lagi menjadi daya tarik bagi Partai Demokrat untuk menang dalam pemilu,” tuturnya. Di lain pihak, Boni Hargens mengapresiasi kemenangan Anas Urbaningrum. Namun, dia mengingatkan Anas agar benar-benar mampu mengendalikan Partai Demokrat. “Tugas Anas sekarang adalah mengonsolidasikan internal Partai Demokrat. Yang paling penting adalah bagaimana Anas bisa bekerja sama dengan SBY dan tokoh-tokoh partai,” ujar Boni. Menurut dia, jangan sampai terjadi, Anas ternyata malah menjadi ibarat raja tanpa mahkota akibat tidak memperoleh dukungan SBY dan tokoh-tokoh senior di Partai Demokrat. Boni menambahkan, dengan posisi Anas sebagai ketua umum, diharapkan konsolidasi Partai Demokrat di DPR bisa lebih kuat. Selama ini, Partai Demokrat terkesan tidak mem- back up kader mereka di DPR. Sementara itu, pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres II Partai Demokrat yang berlangsung selama satu hari penuh sejak Minggu (23/5) pagi di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Jabar, itu berjalan sengit dan ketat. Dalam putaran pertama, perolehan suara saling menyusul di antara tiga kandidat ketua umum, yakni Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, dan Marzuki Alie. Yang mengejutkan, dalam penghitungan suara (voting) pada putaran pertama itu perolehan suara Andi Mallarangeng sangat jauh dari perkiraan, yakni hanya 82suara. Padahal, sebelum munas, Andi mengklaim telah memperoleh dukungan lebih 300 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat. Bahkan, tim suksesnya berani sesumbar agar pemilihan berlangsung aklamasi. Sementara Anas Urbaningrum, yang tidak dijagokan, memperoleh suara terbanyak 236 suara (45 persen), disusul Marzuki Alie sebanyak 209suara (40 persen). Karena tak ada calon yang menang 50persen dari total jumlah pemilih sebanyak 531 suara, maka digelar pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh Anas dan Marzuki. Dalam pemungutan suara tahap kedua, awalnya suara yang diperoleh Marzuki mencelat lebih banyak. Namun, ketika jumlah suara sudah mencapai dua ratus lebih, perolehan suara Anas lambat-laun bertambah sampai akhirnya melampaui Marzuki. Bahkan, akhirnya Anas menang dengan memperoleh suara sebanyak 280 suara atau 53 persen, sementara Marzuki meraup 248 suara atau 47persen pemilih. Sebanyak dua suara dinyatakan tidak sah dan total suara sebanyak 530 suara. Usai terpilih, Anas mengatakan, sebagai Ketua Umum Partai Demikrat, siap untuk berdemokrasi. “Anda lihat sendiri, saya menang dalam pemilihan yang demokratis. Ini bukti, selain Partai Demokrat adalah partai yang mengutamakan demokrasi, Pak SBY juga demokrat sejati karena tidak pernah ikut campur pemilihan, termasuk mendukung salah satu calon,” kata Anas. Ketua Tim Pemenangan Anas Urbaningrum, Ahmad Mubarok, berpendapat, kekalahan Andi pada pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat ini karena dia terlalu menggantungkan diri pada kedekatannya dengan SBY. “Padahal, sejak awal SBY sudah mengatakan tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat, sehingga suara sangat tergantung kepada pemilih, yaitu jajaran DPD dan DPC,” katanya. Mubarok kemudian mengatakan, Anas menawarkan posisi sekjen kepada Edhie Baskoro atau Ibas. “Namun, beliau belum menyanggupinya,” katanya. Sementara itu, Andi Mallarangeng berdalih bahwa kekalahannya dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat itu karena dia kurang intensif mendekati pengurus DPC dan DPD. Jabatan sebagai Juru Bicara Kepresidenan, ujarnya, membuat dia tidak punya cukup waktu mendekati pengurus daerah. Sementara Marzuki, yang lima tahun menjadi Sekjen Partai Demokrat, dan Anas, yang menjadi pengurus partai, memiliki waktu yang cukup untuk mendatangi daerah. Ditanya apakah kekalahannya karena “tulah” atas ucapannya sendiri pada saat pilpres dulu, yaitu bahwa orang Sulsel belum saatnya menjadi pemimpin, Andi menolak menjawab. “Intinya, saya menghormati demokrasi, ” katanya.” (Suara Karya)

24 Mei 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , ,

1 Komentar »

  1. Saya kira ini analisa yang bagus dan tajam; sungguh. saya sependapat.

    Komentar oleh Ismail | 25 Mei 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: