Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Inilah Kisah Dramatis Penemuan “Anak Ajaib”


Perhatian terpusat di sekitar Ruben. Bocah berusia 9 tahun ini adalah satu-satunya korban selamat dari kecelakaan pesawat di Tripoli.
Seluruh dunia bersimpati padanya. Tapi bagaimana kisah sebenarnya saat Ruben “anak ajaib” itu ditemukan?
Radio Nederland mengungkap kisah dramatis itu, saat seorang tentara Libya menemukan Ruben di antara reruntuhan yang terbakar hangus.


Sudah dua puluh lima tahun Kolonel tersebut bertugas mengamankan bandara Tripoli. Dini hari itu, 12 Mei lalu, seperti biasa ia menjalankan tugasnya. Tak disangka, Airbus 330 dari Johannesburg jatuh tak jauh dari jalur pendaratan.

Semua Tewas
Terburu-buru Kolonel bergegas ke TKP, mencari korban selamat. Tapi yang ditemukannya hanya korban tewas yang masih terikat erat di tempat duduk mereka.
Di sekitar sayap yang terbakar -di bagian tengah pesawat yang sudah hancur lebur – ia melihat tiga, empat orang: tewas terikat di kursi, dengan bagian tubuh terpisah-pisah. Tapi tak jauh dari mereka, Kolonel melihat seseorang yang masih bergerak. “Ketika saya melihatnya pertama kali, jelas sekali ia mengalami pendarahan. Kakinya luka parah. Ia hampir koma.”
Ketika mendekat, ia mendapati seorang bocah laki-laki dengan kaki penuh darah. Luka bocah itu terlihat parah, tulang mencuat dari kulitnya. “Ia masih memakai seatbelt dan terikat di kursi. Saya melepaskannya lalu membawanya ke ambulans.”

Diam
Kolonel melepaskan Ruben dari kursinya. Ia berada dalam kondisi sadar-tak sadar. Kolonel membawanya ke ambulans. Ruben diam tak bergerak. “Ketika saya membawanya ke ambulans, saya bisa melihat ia kesakitan karena luka-lukanya. Ia mulai menangis ketika kami merebahkannya di ranjang ambulans.”
Di ambulans, Ruben menangis. Ia mulai sadarkan diri.
Akhirnya diketahui bahwa bocah itu adalah satu-satunya korban selamat dari kecelakaan pesawat di Tripoli. 103 penumpang, termasuk ayah, ibu dan saudara laki-laki Ruben, meninggal dunia.

Dramatis
Dua hari setelah kecelakaan, lokasi jatuhnya pesawat terlihat seperti tempat sampah yang berisi barang-barang pribadi milik para penumpang yang meninggal. Benda-benda yang mengingatkan akan liburan yang baru saja mereka alami. Seperti sebuah buku yang ditemukan: Apa dan Bagaimana Bahasa Afrika Selatan?- atau kartu pos bergambar hewan liar dan sepatu baru.
Ruben tetap jadi pusat perhatian. Kisahnya yang tragis membuat kecelakaan Tripoli makin dramatis.

15 Mei 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: