Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Noor Huda Ismail: Kelompok Teroris Alihkan Strategi Sasaran


Densus 88 kembali menangkap tiga tersangka teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (13/5), sehari sesudah penembakan terhadap lima tersangka teroris di Cawang dan Cikampek.

Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan berbagai senjata dan amunisi, yang diperikarakan akan digunakan untuk melakukan serangan dalam waktu dekat. Kelompok teroris tampaknya sedang mengubah strategi dari pengeboman ke sasaran yang lebih spesifik.
Demikian dikatakan pakar terorisme Noor Huda Ismail kepada Radio Nederland Wereldomroep.
Menurut Noor Huda, serangkaian penangkapan yang terjadi dalam dua hari belakangan adalah kelanjutan dari Aceh. Bisa dibayangkan dalam suatu pelatihan militer yang terdiri dari lima puluh orang, maka ini melibatkan berbagai unsur dan elemen seperti pelatih, penyedia logistik, penyedia modul, dan pelaku revisi. Mereka semua terkait satu dengan yang lainnya. Polisi baru bisa melakukan pengembangan kasus kalau ada para tersangka teroris yang ‘menyanyi’.
Namun, masyarakat sebagian besar skeptis menanggapi. Terorisme seakan-akan hanya menjadi proyek. Ketika pihak kepolisian menghadapi permasalahan yang pelik maka isu terorisme dinaikkan. Noor Huda mengacu pada kasus Dulmatin, yang sudah diinvestigasi sekitar tiga bulan. Begitu kasus Bank Century, maka itu dimunculkan. Sekarang ketika Kapolri pada posisi titik terendah tingkat kepercayaan sehubungan dengan mafia kasus yang diungkap Susno, justru dia ditangkap, dan kemudian dimunculkan lagi kasus terorisme. Ini juga yang harus dilihat secara serius oleh negara, meskipun, demikian Noor Huda, saya termasuk orang yang tidak percaya dengan teori konspirasi tapi ini fakta di lapangan.

Berbagai unsur
Menurut Noor Huda, pelatihan di Aceh itu merupakan merger dari berbagai macam elemen atau unsur organisasi. Di situ ada unsur JI, unsur DI Darul Islam ring Banten, ada unsur MMI Majelis Mujahidin Indonesia, ada unusr JAT Jama’ah Anshorut Tauhid yaitu organisasi baru yang diciptakan oleh Abu Bakar Bashir. Kelompok anak-anak yang merasa resah terhadap kondisi para pegiat jihad yang dianggap mereka itu sebagai orang-orang alqoidun, orang yang duduk-duduk saja. Mereka berbicara jihad tapi tidak tertarik jihad. Jadi kelompok anak-anak muda ini mengambil aksi untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya mau duduk-duduk saja tapi progresif. Jihad progresif dalam hal ini, menurut mereka adalah jihad dengan kekerasan, yaitu kontak fisik dengan apa yang mereka anggap sebagai musuh.

Definisi musuh penting untuk dikaji, demikian Noor Huda. Apakah musuh mereka sekarang masih seperti musuh JI dahulu yaitu Amerika dan kepentingannya atau musuh mereka itu adalah orang-orang lokal yang dianggap sebagai pendukung Amerika seperti pemerintahan SBY atauh bahkan Densus 88 sendiri yang dianggap sebagai memusuhi para mujahid ini.

Alih strategi
Melihat dari bahan-bahan yang ditemukan polisi, nyaris tidak ada bahan peledak. Yang ditemukan adalah senjata dan peluru. Dimungkinan strategi telah bergeser dari penggunaan bom peledak ke arah penembakan. Sasaran lebih spesifik. RNW

14 Mei 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Terorisme akan terus berlanjut di dunia ini sekalipun jutaan penganut jihad di bunuh sebab masalah itu bukan kehendak mereka pribadi melainkan karena kehendak Alloh SWT seperti yang dituliskan dalam Quran yang menjadi fundamen suci serta mutlak diyakini umat Islam dimana pun. Ini menjadi perjuangan mutlak dari para penganut Islam yang dijanjikan pahala setelah kematian mereka. Kalaupun ada yang menolak atau tidak bila melakukan, itu hanya karena faktor X. Misalnya lebih mengedepankan logika berpikir, atau lebih mengikuti hati nurani, atau bisa juga karena tidak tega terhadap mahluk hidup lain sekalipun itu kafir.
    Terorisme ini bisa dibasmi bila mengiring orang untuk berpikir logis, antara lain dengan menggeser keyakinan bahwa Quran yang diyakini sebagai buku suci yang ditulis Alloh SWT itu sebenarnya adalah tulisan manusia belaka yang tidak terlepas dari ambisi untuk menguasai apa yang dikehendaki dikehidupan ini. Oleh karena itu setiap penganutnya mesti diajak untuk cerdas memilah-milah mana kehendak manusia dan mana kehendak Pencipta yang termuat dalam Quran.

    Komentar oleh Orang awam | 14 Mei 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: