Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Anda Harus Baca Ini Agar Tidak Kecopetan!

Ternyata wanita paruh baya adalah sasaran yang paling empuk untuk dicopet, demikian pengakuan seorang pencopet yang menekuni profesi haram ini dalam satu dekade belakangan ini.
Kepada Vivanews dia membeberkan pengalaman, plus tip menhindari kejahatan para pencopet.
Irfan (samaran), seorang pria yang saat ini ia masih aktif beroperasi di berbagai tempat, seperti di terminal, di kendaraan umum, pusat perbelanjaan dan tempat-tempat pameran di kawasan Jakarta Selatan. Pria pencopet yang sudah dua kali keluar masuk penjara ini berbagi cerita tentang ‘dunia copet’. Salah satunya, tentang bagaimana ia mencari sasaran.
Dalam memilih korban, Irfan mengaku lebih menyukai wanita ketimbang pria. Ini dikarenakan, umumnya, wanita lebih pasrah, ketika sadar bahwa dirinya sedang dicopet. Selain itu kaum hawa ini juga lebih mudah ditakut-takuti. Sementara kalau pria, biasanya langsung melawan. Menurut Irfan, wanita yang berusia lebih tua juga lebih mudah dicopet dari pada wanita muda.
“Kalau ibu-ibu itu lebih gampang shock. Kalau perempuan muda kan kadang suka berani, apalagi di tempat umum”, ujarnya. Irfan lalu menceritakan pengalamannya saat kepergok mencopet dompet seorang ibu. “Ibu itu tadinya mau teriak, tapi langsung saya ancam. Saya todongkan jari saya di pinggang belakangnya, dia langsung ketakutan. Mungkin dia sangka ditodong pakai pisau atau obeng, padahal itu cuma jari saja”, cerita Irfan. Walau sempat beberapa kali mengancam korbannya, Irfan mengaku tak pernah menggunakan kekerasan dalam aksinya. Ia hanya mengandalkan insting, ‘ketrampilan’ dan kadang alat bantu seperti silet.
Bentuk dan bahan tas yang dibawa korban bisa menjadi pertimbangan sendiri buat Irfan. Menurutnya, ia lebih memilih tas yang berukuran sedang atau kecil. Jika tas berukuran besar, maka ia akan kerepotan mencari benda berharga didalamnya.
“Makan waktu lama untuk mencari dompet atau HP, padahal saya kan harus cepat”, kata pria berusia 32 tahun itu.
Sedangkan untuk bahan tas, Irfan menghindari mencopet orang yang memakai tas kulit asli. Apalagi jika ia menggunakan alat bantu silet. Menurut Irfan, tas kulit sangat sulit disobek.
“Kalau yang gampang itu tas dari kulit imitasi, atau tas yang bahannya dari kain beludru itu”, katanya. Walaupun si pencopet mengaku lebih ‘suka’ korban wanita, bukan berarti para pria bisa melenggang tenang di tempat ramai. Dompet yang diletakkan di saku belakang celana adalah sasaran empuk untuk dicopet. “Wah, itu paling gampang! Kalau celanannya longgar tinggal tabrak orangnya, lalu ambil pakai tangan kosong.
Kalau celananya agak ketat, disilet saja bagian kantongnya, dompet bisa langsung diambil”, tukasnya.

Tips Anti Copet
Anda pernah kecopetan? Anda merasa sudah waspada, menyimpan dompet dan HP anda dengan baik, tapi masih tetap kecopetan? Ada baiknya anda menyimak tips menghindari kecopetan langsung dari si tukang copet.
1. Selalu wasapada Mungkin kedengarannya sangat sederhana. Tapi ketahuilah, alasan utama barang berharga anda pindah ke tangan pencopet adalah karena anda lengah. Irfan, si tukang copet, mengaku, sebelum menjalankan aksinya ia sering mengamati orang-orang disekitarnya. Orang yang sedang mengantuk, sedang terburu-buru, asyik mengobrol atau sedang disibukkan dengan sesuatu, adalah sasaran yang empuk baginya.“ Soalnya pikiran mereka lagi nggak disitu, lagi nggak konsen, jadi gampang mengambilnya”, jelas Irfan. Irfan bercerita, ia kerap beraksi bersama sejumlah temannya. Aksi ramai-ramai ini seringkali bertujuan untuk memecah konsentrasi korban. Misalnya, salah satu anggota komplotan ini sengaja menabrak dan memancing korban supaya marah. Nah, ketika sang korban sedang marah, otomatis ia tidak lagi memperhatikan barang bawaannya. Saat itulah, kawan-kawan sang copet mengambil barang milik korban, sementara si penabrak terus melayani kemarahan korban.
Modus ini biasanya dipakai jika keadaan tidak terlalu ramai. Orang-orang yang mau turun dari kendaraan umum juga mesti hati-hati. Karena saat itu lah waktu yang tepat bagi para copet untuk menjalankan aksinya. Saat mau turun dari bis, anda harus melewati orang-orang yang berjejal di pintu, juga sedang konsentrasi penuh untuk turun dan menapakkan kaki di tanah. Bisa-bisa sebelum melangkah di jalan, HP anda sudah berpindah tangan.
2. Perhatikan cara membawa tas/barang anda Menaruh dompet atau HP di saku celana rasanya seperti menawarkan barang berharga anda kepada para pencopet, apalagi jika sedang berada di keramaian. Cara membawa tas juga menentukan mudah atau sulitnya si copet beraksi. Tas yang disampirkan di tangan, atau tas yang digendong di belakang adalah posisi yang menyenangkan untuk dicopet. Usahakanlah untuk selalu menggendong tas di bagian depan tubuh, dan peluklah tas anda jika anda terpaksa melewati kerumunan orang. Ada baiknya dompet atau HP tidak ditaruh begitu saja di dalam tas, tapi selipkan di dalam map, atau kantung yang lebih besar sebelum dimasukkan ke tas. Copet selalu beraksi di keramaian. Jam pergi dan pulang kantor di kendaraan umum, jam makan siang di tempat-tempat makan, tanggal muda di mal, atau menjelang hari raya, juga tempat- tempat pameran dan konser adalah waktu ideal untuk mencari korban.

20 April 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Tipsnya bagus!

    Komentar oleh Hendra | 21 April 2010 | Balas

  2. Hehe.. Memang okey!

    Komentar oleh Si | 22 April 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: