Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Sidang MK soal UU penodaan agama

<img src="” alt=”” />
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang
Mahkamah Konstitusi hari ini (19/4) akan mengambil putusan terhadap gugatan uji materi terhadap UU nomor 1 tahun 1965 tentang penyalahgunaan dan penodaan agama.
Situs resmi lembaga itu menyebut persidangan akan dimulai pada 14.00 WIB.
Sebelumnya sejumlah lembaga dan perseroangan menggugat UU ini karena menilai negara terlampau jauh dalam mencampuri soal kepercayaan warganya.
Mereka yang menggugat keberadaan UU ini diantaranya adalah mantan Presiden keempat RI Abdurahman Wahid, Musdah Mulia, Dawam Rahardja, YLBHI, Imparsial, PBHI dan Elsam.
Sejumlah saksi ahli telah dihadirkan oleh mereka yang melakukan uji materi terhadap UU ini seperti mantan ketua PP Muhamadiyah Ahmad Syafii Maarif, Franz Magnis Suseno dan Luthfi Assyauknie.
Dukungan terhadap pencabutan UU ini datang dari kelompok agama minoritas di Indonesia.
Konfrensi Wali Gereja Indonesia lembaga yang menaungi penganut Katolik melalui juru bicaranya, Benny Sutrisno mengatakan mengatakan UU itu sudah tidak tepat lagi karena dikeluarkan tahun 1965 ketika perlawanan terhadap komunisme sedang gencar-gencarnya dan masyarakat sipil masih lemah.
Alasan lainnya dalam konstitusi Republik Indonesia negara tidak boleh intervensi terhadap keyakinan seseorang.

Sikap Pemerintah
Dalam pendapatnya di depan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi di persidangan sebelumnya Pemerintah menginginkan agar UU ini tetap diberlakukan ntuk menjaga agar tidak terjadi benturan antar umat beragama.
Menteri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,Patrialis Akbar meminta MK menolak gugatan uji materi terhadap UU tersebut.
Uji material ini menurut Patrialis juga mengatakan bisa menimbulkan ketidakharmonisan dan akan berpengaruh terhadap kerukunan beragama di Indonesia bila dikabulkan.
Sikap senada dikemukan Menteri Agama Suryadharma Ali, yang menyebut jika gugatan untuk mencabut pasal penodaan agama dikabulkan, persoalan agama akan menjadi sensitif dan dapat menimbulkan konflik bagi kehidupan beragama di Indonesia.
Dalam sidang sebelumnya sejumlah aksi mendukung sikap pemerintah sempat berlangsung di luar gedung Mahkamah Konstitusi, salah satu aksi tersebut dimotori oleh Front Pembela Islam.
Polisi mengatakan massa dari beberapa kelompok tampak mendekati lokasi gedung MK menjelang sidang hari Senin (19/4).
Ketua Majelis Hakim MK yang akan memutus sidang uji materi hari Senin, Mahfud MD memastikan keputusan akan diambil berdasarkan bukti-bukti di persidangan.
Dia menambahkan, hakim konstitusi akan mengabaikan hal-hal yang terjadi di luar persidangan.
“MK tak pernah bisa ditekan oleh kelompok apa pun dan dengan cara unjuk rasa yang bagaimanapun. MK hanya mendasarkan diri pada ketentuan UUD 1945 dan fakta hukum yang muncul di persidangan,” tegas Mahfud seperti dikutip dari situs resmi lembaga tersebut.
Menurut Mahfud, putusan MK dibuat bukan berdasarkan pihak mana yang mendapat dukungan lebih banyak atau pihak mana yang tidak mendapat dukungan. BBC

19 April 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. Undang-undang pemodaan agama inilah yang selama ini menjadi tameng bagi para pelaku untuk anarkis serta memberangus pihak yang tidak disukainya. Sayang kalo tidak dicabut. Masyrakat sebenarnya sangat dewasa dalam menyingkapi setiap kasus keagamaan dengan nurani kemanusiaannya, namun para pemimpinnya lebih banyak yang melakukan penghasutan sehingga masyrakat berubah brutal, maklum masih rendah pendidikannya.

    Komentar oleh Mus | 20 April 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: