Erens's Blog

Cuma Berekspresi doang!

Agar Brutal, Polisi Kerahkan Preman Untuk Provokasi HMI?

Aksi-aksi demo di Makassar sering berakhir ricuh, bahkan anarkis.
Sebelumnya pada aksi demo anti korupsi sedunia, gabungan berbagai elemen mahasiswa Makassar, saat konvoi, melakukan pelemparan membabi buta terhadap restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) yang terletak di jalan dr. Sam Ratulangi, Makassar. Akibat lemparan batu dari ratusan mahasiswa itu membuat kaca-kaca restoran itu pecah berantakan. Bahkan sejumlah mobil yang terparkir disana pun tidak luput dari tindakan tidak terpuji dari para mahasiswa yang sebagian mengenakan jaket almamater oranye dan hijau ini. Kasus anarki ini dipastikan tidak ada pemicu sebagai alasan pelemparan itu dari pihak Kentucky Fried Chicken (KFC).
Menyimak kasus bentrokan antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar, yang
mengamuk dengan merusaki Pos Polisi, fasilitas umum serta memblokir jalan, apa kata mereka soal aksi brutal tersebut?
“Kami tidak mungkin brutal kalau tidak ada provokasi yang dilakukan polisi dengan merusak kantor HMI,” ujar Ketua Umum PB HMI, Arief Musthopa dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat 5 Maret 2010, yang dilansir Vivanews.
Bukan hanya itu, kata dia, polisi juga melakukan desain berupa provokasi ke warga agar terpancing sehingga ikut bentrok dengan mahasiswa.
“Mereka mengerahkan preman agar memprovokasi dan menyerang warga, sehingga mereka kesal dan menyerah balik mahasiswa,” jelasnya.
Pahadal, kata dia selama ini warga dan para pedagang di Makasar dan HMI tidak pernah terlibat masalah. Setiap warga atau pedagang memiliki keinginan atau aspirasi ke pemerintah selalu HMI perjuangkan.
“Mereka (Polisi) sengaja melakukan desain, agar terlihat warga bentrok dengan mahasiswa, dan polisi mencoba merelai,” jelasnya.
“Bagi saya ini sebuah kriminalisasi dari polisi untuk membuat citra gerakan Mahasisiwa Indonesia menjadi buruk,” katanya.
Terkait bentrok tersebut, Arief mencoba menjelaskan kronologis kejadian tersebut.
Berawal saat mahasiswa yang tergabung di HMI melakukan aksi terkait bank Century dan menyegel Bank Mutiara di Makasar. Setelah itu ada larangan dari polisi, dan terjadilah kericuhan karena polisi melakukan tindakan represif. “Kita lakukan sweeping, dan polisi balik melakukan sweeping mahasiswa,” katanya.
Kemudian malam harinya, polisi berpakaian preman dan anggota Densus merusak kantor sekretariat HMI di Makasar.
Kapolda lalu datang dan berjanji akan menyeleasaikan proses hukum penyerangan tersebut, asalkan anggota HMI membuat laporan terkait perusakan tersebut ke Poltabes Makasar.
Namun, saat anggota HMI berjumlah 5 orang melapor malah dipukuli oleh polisi. Kemudian besoknya, HMI berserta elemen mahasiswa lainnya melakukan aksi masif dengan menutup jalan.
“Aksi tersebut kemudian diprovokasi oleh polisi melalui preman untuk memobilisasi warga agar bentrok dengan mahasiswa. Dan saat itulah polisi mencoba merelainya,” ungkapnya.
“Saya minta polisi tidak melakukan kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa, dan menuntut agar Kapolri segera melakukan tindakan tegas terhadap anak buahnya,” ujarnya mengakhiri perbincangan.
Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Makassar telah menetapkan 4 tersangka terkait rangkaian penyerangan Sekertariat HMI dan pemukulan terhadap kader HMI Makassar.
“Sudah 4 anggota kami tahan dengan status tersangka,” kata Kapolwiltabes Makassar, Komisaris Besar Gatta Chaeruddin, saat menggelar jumpa pers di Mapolwiltabes Makassar, Jumat 5 Maret 2001.
Sementara, dari Mabes Polri, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Edward Aritonang membantah anggota polisi telah melakukan provokasi kepada masyarakat dalam bentrokan mahasiswa dengan masyarakat di Makassar. Dia mengatakan provokasi itu dilakukan oleh pihak lain.
“Polri tidak ada sedikitpun membenturkan masyarakat dengan mahasiswa,” kata Edward di Jakarta, Jumat 5Maret 2010. “Kalau ada isu ada polisi yang membenturkan itu tidak benar.”

6 Maret 2010 - Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , ,

4 Komentar »

  1. Mahasiswa? Mahapreman baru bener! Mahasiswa makasar yg ikut demo anarki adalah mahasiswa yang terlalu banyak waktu luangnya! Karena gk ada yang mw dikerjain ya demo! Mahasiswa yg bener to belajar! Demonstrasinya lebih intelek! Itu mahasiswa! Sekarang yang membedakan preman dengan mahasiswa cuma 1! NIM!

    Komentar oleh Hendra | 6 Maret 2010 | Balas

  2. Himpunan Mahasiswa Islam dan Front Pembela Islam bedanya di apa ya? Tingkah laku mereka rada-rada mirip, merasa paling benar, paling hebat, paling pintar dan paling suci. Kenyataannya kebalikan dari itu dan kayak setan.

    Komentar oleh Jali | 6 Maret 2010 | Balas

  3. ah gak selipin preman aja udah brutal……emang yg demo katanya HMI itu mahasiswa……wong klakuannya kayak preman……..!!! kalo HMI siiih pasti suka baca Al-Quran, so tindakannya pasti Islami bukan Iblisi

    Komentar oleh antikekerasan | 12 Maret 2010 | Balas

  4. Kelakuan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia sama saja dimana-mana, brutal, biadab, tidak tau aturan. Coba cek index prestasi mereka, yang menonjol itu saja. Untuk prestasi akademis, gobloknya minta ampun. Mual aku melihat mereka!

    Komentar oleh Aba | 13 Maret 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: